Briatore Tutup Kasus Tabrakan Colapinto, Alpine Fokus Kejar Racing Bulls
Baca dalam 60 detik
- Flavio Briatore menegaskan Alpine tidak akan memperpanjang polemik insiden tabrakan Franco Colapinto dengan Pierre Gasly di GP Azerbaijan.
- Keputusan internal diambil setelah rapat di markas Enstone, dengan prioritas utama mengejar Racing Bulls yang unggul 15 poin di peringkat kelima.
- Colapinto tetap menjalani hukuman turun grid di GP Bahrain, sementara Alpine memilih mengganti mesin pembakaran internal yang menambah penalti.

Flavio Briatore memastikan Alpine tidak akan larut dalam kontroversi tabrakan yang melibatkan Franco Colapinto dan Pierre Gasly pada Grand Prix Azerbaijan. Insiden tiga mobil yang juga menyeret Lando Norris dari McLaren itu membuat ketiganya gagal finis, dan Alpine kehilangan peluang meraih poin penting dalam perebutan posisi kelima kontra Racing Bulls.
Dalam pernyataan resmi usai balapan, Briatore sempat menyebut akan meluangkan waktu untuk merenungkan langkah yang perlu diambil. Namun, setelah menggelar pertemuan dengan jajaran petinggi tim di pabrik Enstone, Alpine memilih menutup kasus tersebut. Fokus utama kini tertuju pada delapan balapan tersisa untuk mengejar Racing Bulls yang kini unggul 15 poin.
Briatore mengakui kekecewaannya atas kesalahan Colapinto, tetapi menegaskan bahwa keputusan apa pun akan bersifat internal. "Apa pun yang kami lakukan adalah urusan internal tim," ujarnya di Malaysia, Jumat. "Tentu saya sangat kecewa dengan apa yang terjadi di Baku, tapi ini balapan lain. Kita harus melupakan. Kita harus selalu melihat ke depan, dan masa lalu adalah masa lalu."
"Saya kesal, ya, seperti saya yakin semua orang di tim, termasuk Franco, atas kesalahan yang dia buat. Tapi ini sudah lewat. Apa yang bisa kita lakukan? Apa pun yang telah kita lakukan, tidak mungkin mengembalikannya."
Meski kehilangan poin berharga, Briatore tetap optimistis. Ia menilai delapan balapan tersisa memberikan cukup waktu bagi Alpine untuk membalikkan keadaan. "Kami bertarung untuk posisi kelima dengan Racing Bulls, kami kehilangan banyak poin," tambahnya. "Tapi kami masih punya delapan balapan. Kami punya banyak waktu."
Di sisi lain, Colapinto harus menerima konsekuensi tambahan. Selain penalti turun lima grid, tim memutuskan memasang mesin pembakaran internal baru di mobilnya pada akhir pekan GP Bahrain di Malaysia. Langkah ini menambah 10 posisi penalti, sehingga total ia harus start dari posisi yang jauh lebih belakang. Keputusan tersebut diambil karena peluang Colapinto mencetak poin dinilai mengecil, sehingga tim memanfaatkan momen untuk mengganti komponen mesin.
Bagi Alpine, insiden di Baku menjadi pukulan telak dalam perebutan posisi kelima. Namun, manajemen memilih tidak memperpanjang polemik demi menjaga konsentrasi pembalap dan tim. Briatore menekankan bahwa fokus pada performa di lintasan adalah cara terbaik untuk mengejar Racing Bulls, ketimbang membiarkan sanksi atau pembicaraan internal menjadi distraksi.
Dengan delapan balapan tersisa, akankah Alpine mampu mengejar ketertinggalan 15 poin dan mengamankan posisi kelima? Ataukah Racing Bulls justru semakin menjauh setelah memanfaatkan momentum di Azerbaijan? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan.



