Verstappen Pilih Ban Medium di FP2 Sepang, Peringatkan Fans Red Bull Soal Progres
Baca dalam 60 detik
- Max Verstappen mengakhiri FP2 GP Malaysia di posisi keempat setelah menjalani long run dengan ban medium, sementara Charles Leclerc tercepat menggunakan ban soft.
- Verstappen menegaskan sesi latihan bebas tidak bisa dijadikan patokan kemajuan Red Bull karena kondisi trek yang lebih panas dan program yang berbeda.
- Tantangan degradasi ban di Sirkuit Sepang menjadi faktor krusial yang bisa menentukan strategi balapan akhir pekan nanti.

Max Verstappen menutup sesi latihan bebas kedua (FP2) Grand Prix Malaysia di urutan keempat dengan catatan waktu 1:37.785, tertinggal 0,257 detik dari Charles Leclerc yang memuncaki timesheet. Pembalap Red Bull itu memilih menjalani seluruh sesi dengan ban medium, berbeda dari rival-rivalnya yang menggunakan ban soft untuk simulasi kualifikasi. Keputusan ini, menurut Verstappen, diambil untuk mengantisipasi potensi hujan yang akhirnya tidak turun.
"Saya ingin melakukan long run kalau-kalau hujan datang," ujar juara dunia empat kali itu. Meski hujan tak kunjung tiba, Verstappen tetap menyelesaikan programnya tanpa mengubah strategi. Ia menilai trek Sepang yang panas dan berdegradasi tinggi membuat pemahaman terhadap ban menjadi prioritas utama.
Leclerc mencatat waktu tercepat 1:37.528 dengan ban soft, disusul rekan setim Verstappen, Isack Hadjar, di posisi kedua (1:37.627). Verstappen sendiri sempat memuncaki FP1 dengan keunggulan hampir empat persepuluh detik atas George Russell dari Mercedes, memicu ekspektasi penggemar akan pengulangan kemenangannya di Sepang pada 2017 silam. Namun, ia memilih untuk tidak terbawa euforia.
Ketika ditanya apakah Red Bull benar-benar menunjukkan kemajuan, Verstappen enggan memberi janji besar. "Kemajuan itu sulit dikatakan. Suhu lebih panas lagi di FP2, program berbeda, jadi sukar menilai progres, tetapi masih banyak hal yang harus dipelajari," tuturnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa sesi latihan bebas bukan indikator mutlak performa balapan.
"Saya pikir kami memulai dengan baik, tetapi treknya sangat panas, degradasi tinggi, banyak hal yang harus dipecahkan, namun sejauh ini positif." โ Max Verstappen
Degradasi ban menjadi sorotan utama di Sepang. Aspal tua yang terpanggang matahari serta deklarasi bahaya panas dari FIA membuat manajemen ban akan sangat menentukan hasil balapan. Tim-tim harus cermat merencanakan strategi pit stop dan memilih kompon yang tepat untuk menghadapi kondisi ekstrem.
Bagi penggemar Formula 1 di Indonesia, GP Malaysia selalu menyimpan magnet tersendiri. Sepang bukan hanya sirkuit bersejarah bagi Verstappen, tetapi juga ajang pembuktian bagi tim-tim yang ingin menguji ketahanan mobil di iklim tropis. Kehadiran F1 di kawasan ASEAN turut menghidupkan kembali diskusi tentang potensi Indonesia menjadi tuan rumah, meski hingga kini belum ada kepastian. Balapan akhir pekan nanti akan menjadi tolok ukur apakah Red Bull mampu mengubah kecepatan sesi latihan menjadi hasil nyata.
Dengan persaingan yang ketat dan kondisi trek yang menantang, pertanyaannya kini: mampukah Verstappen dan Red Bull mengatasi degradasi ban untuk kembali ke podium, ataukah Leclerc dan Ferrari akan memanfaatkan momentum? Jawabannya akan terungkap di lintasan Sepang.



