Menperin Sarmuji Larang Jajaran Beri Penghormatan Berlebih, Minta Kritik Tanpa Sungkan
Baca dalam 60 detik
- Muhammad Sarmuji resmi menjabat Menteri Perindustrian menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita usai dilantik di Istana Negara, Kamis (1/10/2026).
- Sarmuji meminta pejabat eselon I dan II Kemenperin tidak memberikan penghormatan atau pelayanan berlebihan yang berpotensi menciptakan sekat birokrasi.
- Ia menekankan pentingnya komunikasi kinerja ke publik dan mengajak jajaran membaca peluang agar sektor industri menjadi pengungkit pembangunan ekonomi.

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji memulai masa jabatannya dengan pesan tegas kepada seluruh jajaran Kementerian Perindustrian: hentikan budaya penghormatan dan pelayanan berlebihan terhadap pimpinan. Instruksi itu disampaikan usai ia dilantik di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026), menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita.
Dalam pertemuan perdana dengan pejabat eselon I dan II, Sarmuji menilai penghormatan yang berlebihan justru menciptakan jarak psikologis antara menteri dan staf. Ia khawatir sekat-sekat birokrasi itu menghambat diskusi terbuka, dialektika, serta masukan kritis terhadap kebijakan yang sedang dirancang. "Jangan memberikan penghormatan berlebih kepada saya, jangan memberikan pelayanan berlebih kepada saya," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (2/10/2026).
Pernyataan tersebut bukan sekadar retorika seremonial. Dalam konteks reformasi birokrasi, gaya kepemimpinan yang membuka ruang kritik menjadi prasyarat untuk mempercepat pengambilan keputusan di sektor industri yang menghadapi tekanan global. Sarmuji secara eksplisit meminta bawahannya untuk saling mengingatkan, termasuk mengoreksi dirinya bila ada kebijakan yang dianggap keliru. "Kalau ada hal yang perlu diingatkan kepada saya, jangan sungkan-sungkan," tambahnya.
Selain menata budaya kerja internal, Sarmuji menekankan pentingnya komunikasi publik atas capaian kinerja kementerian. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui sejauh mana kebijakan industri berdampak pada perekonomian. Ia juga mengapresiasi fondasi yang telah dibangun pendahulunya, Agus Gumiwang, dan berkomitmen melanjutkan program yang sudah berjalan. "Apa yang sudah dirintis oleh Pak Agus Gumiwang sebagai Menteri tentu harus kita lanjutkan," kata Sarmuji.
"Kita harus memiliki mimpi-mimpi besar di Kementerian ini. Kita harus membaca setiap peluang untuk meningkatkan sektor industri ini menjadi tumpuan bagi pembangunan kita."
โ Muhammad Sarmuji, Menteri Perindustrian
Pernyataan itu menyiratkan bahwa Kemenperin di bawah Sarmuji tidak akan berkutat pada persoalan rutin, melainkan aktif mencari terobosan. Sektor manufaktur nasional memang menghadapi tantangan berlapis: perlambatan permintaan ekspor, persaingan dengan produk impor, hingga kebutuhan transformasi digital. Dalam situasi itu, kemampuan membaca peluang menjadi krusial agar industri tetap menjadi penyumbang signifikan terhadap produk domestik bruto.
Sarmuji juga menyatakan optimismenya membangun kerja sama solid dengan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza. Kombinasi kepemimpinan menteri dan wakil menteri diharapkan mempercepat eksekusi program prioritas, terutama yang menyentuh hilirisasi dan penguatan industri kecil menengah. Namun, efektivitas instruksi antikultus birokrasi ini akan diuji dalam beberapa bulan pertama, terutama saat menghadapi keputusan strategis yang kerap melibatkan banyak kepentingan.
Ke depan, publik akan menantikan apakah gaya kepemimpinan terbuka Sarmuji benar-benar diterjemahkan menjadi kebijakan yang berpihak pada pertumbuhan industri, atau sekadar menjadi pesan awal yang menguap setelah agenda rutin menumpuk. Yang jelas, ia telah meletakkan tolok ukur: sejauh mana jajaran Kemenperin berani berdebat dan menyampaikan pandangan berbeda tanpa rasa segan.



