Nakagami Batal Tampil di MotoGP Jepang Usai Patah Tulang Selangka, Honda Kehilangan Data Krusial
Baca dalam 60 detik
- Takaaki Nakagami mengalami highside di Tikungan 11 Motegi saat sesi latihan bebas pertama, Jumat, dan dinyatakan tidak fit untuk sisa akhir pekan.
- Cedera ini memupus kesempatan rider penguji Honda itu tampil di depan publik sendiri sekaligus menghilangkan data penting soal aspal baru Motegi.
- Honda harus mencari solusi cepat untuk pengembangan motor 850cc sementara Marc Marquez tetap mendominasi sesi pembuka.

Pebalap penguji Honda, Takaaki Nakagami, dipastikan absen pada sisa rangkaian MotoGP Jepang setelah mengalami patah tulang selangka dalam kecelakaan hebat di sesi latihan bebas pertama, Jumat (3/10/2025), di Sirkuit Motegi. Insiden tersebut terjadi saat ia keluar dari pit untuk mengenali kondisi lintasan yang licin pasca hujan semalaman.
Nakagami, yang turun sebagai wildcard untuk tim pabrikan Honda, terjatuh dengan keras di Tikungan 11โsebuah tikungan kanan di bawah jembatan ovalโsaat mencoba menaklukkan trek basah. Ia terlempar ke sisi kiri dan menghantam kerikil. Meski sempat berdiri, ia terlihat memegang lengan atas kirinya dan kesakitan hebat. Petugas medis segera membawanya ke pusat medis, dan tak lama kemudian HRC mengonfirmasi bahwa ia menderita fraktur tulang selangka serta dinyatakan unfit untuk melanjutkan kompetisi.
Insiden ini menjadi pukulan telak bagi Honda. Nakagami adalah satu-satunya pebalap di grid saat ini yang pernah menguji motor grand prix di lintasan Motegi yang baru diaspal. Data yang ia kumpulkan seharusnya menjadi acuan penting untuk pengembangan motor 850cc yang akan digunakan Honda pada musim depan. Kini, tim asal Tokyo itu harus kehilangan umpan balik berharga dari rider yang juga menjalani wildcard terakhir dalam kariernya.
Kecelakaan Nakagami bukan yang pertama di tikungan tersebut. Beberapa menit sebelumnya, pebalap Aprilia Marco Bezzecchi nyaris terjatuh di titik yang sama, namun berhasil menyelamatkan motornya. Kondisi trek yang licin akibat hujan semalaman memang menyulitkan para pebalap, terutama saat keluar dari pit. Insiden Nakagami pun sempat menghentikan sesi dengan bendera kuning sebelum motor langsung dievakuasi dan sesi dilanjutkan.
"Ini adalah pukulan besar bagi kami. Nakagami telah bekerja keras untuk pengembangan motor dan kami kehilangan data penting untuk sisa musim," ujar seorang perwakilan HRC tanpa menyebut nama.
Bagi Nakagami, ini adalah pahitnya debut di hadapan pendukung sendiri. Pebalap berusia 34 tahun itu seharusnya tampil sebagai wildcard di GP Jepang, yang juga diperkirakan menjadi penampilan wildcard terakhirnya. Cedera ini tidak hanya menggagalkan momen emosional tersebut, tetapi juga menghambat persiapan Honda menuju era 850cc.
Di sisi lain, sesi latihan bebas pertama tetap berjalan kompetitif. Juara dunia bertahan Marc Marquez dari tim pabrikan Ducati mencatat waktu tercepat, diikuti duo Aprilia Jorge Martin dan Marco Bezzecchi. Sementara itu, Johann Zarco menjadi yang tercepat di antara pebalap Honda, finis kelima dengan selisih 0,339 detik dari Marquez. Hasil ini menunjukkan bahwa Honda masih tertinggal dari rival-rivalnya, dan kehilangan Nakagami semakin mempersulit upaya mereka mengejar ketertinggalan.
Dengan absennya Nakagami, Honda harus mengandalkan pebalap reguler mereka, Zarco dan Joan Mir, untuk mengumpulkan data di Motegi. Namun, tanpa kehadiran penguji utama, pengembangan motor 850cc bisa terhambat. Tim teknis Honda kini dituntut mencari solusi cepat, mungkin dengan memanfaatkan data dari sesi latihan yang tersisa atau mengandalkan simulasi.
Ke depan, pertanyaannya adalah seberapa besar dampak absennya Nakagami terhadap performa Honda di sisa musim ini dan persiapan menuju 2026. Akankah Honda mampu bangkit tanpa kontribusi penguji andalannya, atau justru semakin terpuruk di papan tengah? Yang jelas, GP Jepang kali ini menjadi ujian berat bagi tim yang berbasis di Tokyo tersebut.



