Mercedes Boyong Paket Upgrade Besar ke Malaysia, Bidik Kendali Juara F1 2026
Baca dalam 60 detik
- Mercedes memperkenalkan paket pembaruan besar untuk W17 di Grand Prix Malaysia, mencakup lantai dan sidepod yang didesain ulang.
- Ini menjadi pengembangan pertama sejak Mei, dengan fokus meningkatkan downforce belakang untuk menghadapi sirkuit yang menantang.
- Livery teal dan hitam akan digunakan untuk menghormati Petronas, mitra utama asal Malaysia.

Mercedes telah mengungkap paket pembaruan besar untuk mobil W17 mereka jelang Grand Prix Malaysia, menandai langkah signifikan dalam upaya mempertahankan dominasi di kedua kejuaraan Formula 1 2026. Pembaruan ini mencakup desain ulang lantai dan sidepod, yang menjadi paket pengembangan pertama sejak Grand Prix Kanada pada Mei lalu.
Lantai mobil mengalami revisi menyeluruh, mulai dari papan lantai, leading edge, sudut belakang, hingga area underbody utama termasuk zona diffuser. Sementara itu, bagian belakang bodi sidepod juga dirombak. Mercedes meninggalkan geometri undercut yang telah digunakan sejak awal musim dan diadopsi tim lain, beralih ke profil ramped. Perubahan ini bertujuan meningkatkan downforce di bagian belakang mobil, yang selama ini menjadi titik lemah di beberapa sirkuit.
Selain itu, tim juga merombak fairing suspensi belakang dan winglet di dalam drum roda belakang untuk mendukung perubahan lantai dan sidepod. Langkah ini diharapkan memberikan kestabilan aerodinamis yang lebih baik, terutama di tikungan berkecepatan tinggi.
Keputusan Mercedes untuk menunda pembangunan mobil menjelang 2026 memungkinkan mereka mengimplementasikan lebih banyak pengembangan musim dingin, membuat W17 unggul beberapa langkah di awal musim. Namun, hal ini juga berarti stok suku cadang untuk putaran awal lebih terbatas. Kini, dengan paket baru, tim berharap dapat kembali kompetitif di sirkuit yang sebelumnya kurang bersahabat.
"Kami rasa ini langkah yang bagus, karena sudah lama sejak upgrade terakhir," ujar George Russell, pembalap Mercedes yang memenangi balapan terakhir di Baku. "Sebagai langkah individual, ini besar, tapi dalam musim normal ini seperti lintasan biasa dari Mei ke Oktober. Saya berharap ini membawa kami kembali ke depan di sirkuit seperti ini, yang sulit bagi kami dalam enam balapan terakhir."
Grand Prix Malaysia akan menjadi panggung pertama bagi paket upgrade ini. Mercedes juga akan tampil dengan livery teal dan hitam sebagai penghormatan kepada Petronas, perusahaan minyak nasional Malaysia dan mitra utama tim. Warna ini bukan sekadar estetika, melainkan simbol kemitraan strategis yang telah berjalan lama.
Bagi penggemar F1 di Indonesia, langkah Mercedes ini bisa menjadi cerminan bagaimana tim papan atas terus berinovasi di tengah persaingan ketat. Meskipun tidak ada pembalap Indonesia di grid, dinamika pengembangan mobil dan strategi tim sering menjadi acuan bagi tim-tim nasional dalam mengembangkan bakat lokal. Apalagi, beberapa sirkuit di Asia Tenggara, termasuk Malaysia, kerap menjadi ajang pembuktian teknis.
Dengan regulasi teknis 2026 yang masih dalam tahap awal, keberhasilan paket upgrade ini akan menentukan arah pengembangan Mercedes hingga akhir musim. Jika berhasil, mereka bisa memperlebar jarak di klasemen konstruktor dan pembalap. Namun, jika gagal, rival seperti Ferrari, McLaren, dan Red Bull siap memanfaatkan celah. Pertanyaannya, akankah W17 yang diperbarui mampu mendominasi sirkuit-sirkuit tersisa, atau justru membuka peluang bagi tim lain untuk mengejar?



