Cucun Ahmad Pimpin Rapat Pemulihan NTT dari Tenda Darurat, DPR Kirim Bantuan Langsung
Baca dalam 60 detik
- Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal memimpin rapat koordinasi pemulihan bencana NTT dari tenda darurat di Mbay, Nagekeo.
- Timwas DPR memboyong jajaran kementerian untuk memangkas birokrasi dan memastikan bantuan sampai ke warga tanpa hambatan.
- Bantuan simbolis diserahkan, termasuk bahan bangunan, logistik, alat kesehatan, serta dukungan untuk rumah ibadah dan sekolah.

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal memimpin langsung rapat koordinasi percepatan pemulihan pascabencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dari sebuah tenda darurat di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Jumat (2/10/2026). Langkah ini menandai turunnya Tim Pengawas (Timwas) Penanganan Bencana DPR RI ke lapangan dengan formasi lintas komisi, membawa serta sejumlah kementerian dan lembaga mitra untuk memastikan penanganan bencana tidak tersendat oleh jalur birokrasi.
Menurut keterangan tertulis yang diterima LyndHub, Cucun—yang akrab disapa Kang Cucun—menegaskan bahwa kehadiran DPR di lokasi bencana adalah wujud komitmen pengawasan agar negara benar-benar hadir di tengah masyarakat terdampak. "Kami hadir membawa formasi lengkap lintas komisi bersama jajaran kementerian dan lembaga mitra kerja," ujarnya. Rapat di tenda darurat itu menjadi simbol bahwa koordinasi tidak boleh menunggu fasilitas nyaman, melainkan harus berjalan di tengah keterbatasan.
Fokus utama pertemuan tersebut adalah integrasi data dan keterpaduan program antar kementerian. Cucun menyoroti bahwa pemulihan NTT tidak bisa dilakukan secara parsial. "Pemulihan NTT tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus 'dikeroyok' bersama melalui kolaborasi lintas sektor," tegasnya. Ia merinci bahwa perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan, kesiapan fasilitas kesehatan, bantuan sosial, rehabilitasi rumah ibadah, hingga pemulihan fasilitas pendidikan harus bergerak simultan. Pendekatan ini diharapkan mempercepat pemulihan ekonomi sekaligus memulihkan akses dasar warga.
Dalam kunjungan tersebut, Cucun bersama rombongan menyerahkan secara simbolis paket bantuan kepada masyarakat. Bantuan itu meliputi material bangunan untuk memperbaiki rumah rusak, logistik kebutuhan pokok, alat kesehatan, serta dukungan untuk pemulihan rumah ibadah dan sekolah. Menurut Cucun, meskipun nilai bantuan ongkos kerja tidak besar, kehadiran anggota DPR diharapkan dapat meringankan beban warga. "Walaupun jumlah bantuan ongkos kerja tersebut tidak seberapa, kehadiran teman-teman DPR RI diharapkan dapat meringankan beban masyarakat," ucapnya.
Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa pengawasan DPR terhadap penanganan bencana tidak berhenti di ruang rapat. Dengan terjun langsung ke lokasi, Timwas dapat mencocokkan kebutuhan riil di lapangan dengan program yang disiapkan pemerintah pusat. Cucun menekankan pentingnya percepatan perbaikan ringan secara swadaya sembari menunggu bantuan reguler yang lebih besar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kendati demikian, efektivitas kunjungan ini akan bergantung pada tindak lanjut. Integrasi data yang baik harus diikuti dengan distribusi yang transparan dan akuntabel. Jika tidak, bantuan bisa saja menumpuk di gudang atau salah sasaran. DPR memiliki alat pengawasan untuk memastikan setiap rupiah dan setiap material sampai ke tangan yang berhak. Publik tentu menanti apakah komitmen di tenda darurat itu mampu mempercepat pemulihan NTT secara nyata, bukan sekadar seremoni sesaat.



