Bamsoet Dilantik Jadi Wantimpres, Kursi DPR Golkar Diisi Subeno Lewat PAW
Baca dalam 60 detik
- Bambang Soesatyo resmi meninggalkan kursi DPR setelah dilantik sebagai anggota Wantimpres, memicu mekanisme pergantian antar waktu.
- Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan pengunduran diri otomatis karena larangan rangkap jabatan eksekutif.
- Subeno, peraih suara kedua di Dapil Jateng VII, diproyeksikan mengisi kekosongan, sementara kursi Sarmuji jatuh ke Judi Kusuma.

Bambang Soesatyo resmi mengakhiri kiprahnya sebagai legislator setelah dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada Jumat (2/10). Konsekuensi konstitusionalnya, kursi DPR dari Fraksi Partai Golkar yang ia duduki harus diserahkan kepada kader lain melalui mekanisme pergantian antar waktu (PAW).
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pengunduran diri tersebut bukan pilihan politik, melainkan konsekuensi hukum. Menurutnya, undang-undang melarang seorang anggota DPR merangkap jabatan di ranah eksekutif. "Anggota DPR yang diangkat menjadi pejabat negara di eksekutif otomatis harus mundur dan digantikan melalui PAW," ujar Bahlil di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MD3, Pasal 242 ayat 1 menyebutkan bahwa anggota DPR yang berhenti antarwaktu digantikan oleh calon dari daerah pemilihan yang sama dengan suara terbanyak berikutnya. Bamsoet terpilih dari Dapil Jawa Tengah VII yang meliputi Banjarnegara, Kebumen, dan Purbalingga. Perolehan suaranya yang mencapai 80.468 membuatnya jauh meninggalkan pesaing terdekat, Subeno, yang hanya mengantongi 6.704 suara. Dengan demikian, Subeno hampir pasti melenggang ke Senayan menggantikan posisi Bamsoet.
Selain Bamsoet, satu kursi DPR dari Fraksi Golkar juga lowong setelah Sarmuji dilantik sebagai Menteri Perindustrian. Kursi Sarmuji akan diisi oleh Judi Kusuma. Dua kekosongan ini menambah daftar rotasi di tubuh partai berlambang beringin tersebut, yang dalam beberapa bulan terakhir sibuk menata ulang komposisi kadernya di legislatif dan eksekutif.
"Iya memang kalau dari anggota DPR yang menjadi pejabat negara dalam konteks eksekutif otomatis akan dilakukan pengunduran diri untuk dilakukan PAW pada nomor berikutnya," kata Bahlil Lahadalia.
Hingga berita ini diturunkan, CNNIndonesia.com belum menerima tanggapan dari Bamsoet terkait pengunduran dirinya. Namun, langkahnya menuju Wantimpres menandai babak baru karier politik mantan Ketua MPR RI itu. Posisi di Wantimpres memberinya ruang untuk tetap berada di lingkaran istana, meski harus melepas jabatan legislatif yang telah membesarkan namanya.
Bagi Partai Golkar, pergantian ini bukan sekadar formalitas administratif. Kursi Dapil Jateng VII merupakan salah satu lumbung suara partai, dan kehadiran Subeno diharapkan menjaga basis konstituen di wilayah tersebut. Sementara itu, masuknya Judi Kusuma menggantikan Sarmuji menunjukkan upaya partai mempertahankan kendali atas komisi yang membidangi industri, sektor yang tengah menjadi sorotan di tengah dorongan hilirisasi dan investasi.
Publik masih menantikan apakah Bamsoet akan memberikan pernyataan resmi terkait kepindahannya. Yang jelas, konfigurasi politik di Senayan kembali bergeser, dan Partai Golkar harus memastikan transisi ini tidak mengganggu soliditas fraksinya. Akankah Subeno dan Judi Kusuma mampu mengemban amanah, atau justru menjadi celah bagi oposisi untuk menguji kohesi partai penguasa? Waktu yang akan membuktikan, tetapi dinamika ini menjadi cermin bagaimana partai besar mengelola regenerasi di tengah tekanan koalisi.



