Catherine Zeta-Jones: 'The Darling Buds of May' Melambungkan Namaku, tapi Menenggelamkan Identitasku
Baca dalam 60 detik
- Catherine Zeta-Jones mengaku serial ITV 1991 'The Darling Buds of May' mengubah hidupnya dalam semalam, tetapi justru mengaburkan reputasinya sebagai aktris.
- Ia memilih meninggalkan Inggris dan memulai karier dari nol di Hollywood karena di Amerika ia bukan siapa-siapa, keputusan yang dinilainya sangat membentuk kariernya.
- Kini di usia 57, Zeta-Jones menyebut perannya di serial 'Kill Jackie' sebagai anugerah karena bisa kembali ke Swansea dan memakai aksen Wales aslinya.

Nama Catherine Zeta-Jones meledak di Inggris berkat satu peran yang ia dapatkan pada awal 1990-an. Dalam wawancara di The Graham Norton Show, aktris berusia 57 tahun itu mengungkapkan bahwa serial drama ITV The Darling Buds of May mengubah hidupnya dalam semalam, tetapi juga membuat publik melupakan esensinya sebagai seorang aktor.
Serial yang tayang perdana pada 1991 itu diangkat dari novel H.E. Bates dan mengisahkan keluarga Larkin di pedesaan Kent pada 1950-an. Zeta-Jones memerankan Mariette Larkin, beradu akting dengan Sir David Jason sebagai Pop Larkin, Pam Ferris sebagai Ma Larkin, dan Philip Franks sebagai Charley Charlton. Tayang selama tiga musim hingga 1993, acara ini mencetak rating tinggi dan seketika menjadikan Zeta-Jones ikon rumah tangga sekaligus simbol seks di Inggris.
Namun lonjakan popularitas itu tidak sepenuhnya menyenangkan. Ia menjadi langganan media tabloid karena hubungan asmaranya dengan sejumlah figur publik seperti John Leslie, Mick Hucknall, dan David Essex. Dalam acara bincang-bincang BBC tersebut, ia mengenang, "Satu jam tayangan televisi itu mengubah hidup saya. Saya menjadi selebriti dalam semalam dan orang-orang seolah lupa bahwa saya seorang aktor."
Merasa identitasnya sebagai aktris tereduksi, Zeta-Jones memutuskan menyeberang ke Hollywood. Ia tampil dalam film superhero The Phantom (1996) bersama Billy Zane, lalu meledak lewat The Mask of Zorro (1998) yang dibintangi Antonio Banderas dan sukses besar di box office. Ia mengaku perlu memulai dari awal di Los Angeles karena di sana namanya belum dikenal, berbeda dengan statusnya di Inggris yang sudah sangat terkenal.
"Ketika saya pergi ke LA, tidak ada yang mengenal saya. Itu pukulan ego yang besar pada awalnya, tetapi kemudian sangat merendahkan hati, dan pada akhirnya bagus untuk memulai kembali," ujarnya.
Keputusan itu membuahkan hasil. Selain karier yang moncer, ia menikah dengan bintang Hollywood Michael Douglas pada November 2000 dan dikaruniai dua anak, Dylan (26) dan Carys (23). Kini, Zeta-Jones kembali mencuri perhatian lewat serial terbaru Amazon Prime Video, Kill Jackie, di mana ia berperan sebagai pedagang seni kaya bernama Jackie Price yang mendapati dirinya menjadi target regu pembunuh bayaran bernama The Seven Demons.
Bagi aktris kelahiran Swansea ini, peran tersebut terasa istimewa. Selain karena karakternya yang kompleks, ia juga bisa pulang ke kampung halaman dan menggunakan aksen Wales aslinya untuk pertama kali di layar. "Itu adalah peran yang luar biasa. Acaranya gila dan penuh adrenalin, dan karakternya benar-benar gila. Di usia 57, ini tipe peran yang sangat memuaskan," tuturnya. "Pulang ke rumah sungguh luar biasa. Sangat memuaskan bisa memakai suara Wales saya sendiri untuk pertama kalinya."
Ketika ditanya tentang kemungkinan musim kedua, ia menjawab antusias, "Saya ingin sekali melanjutkan โ saya belum selesai dengan dia." The Graham Norton Show akan tayang di BBC One pada Jumat (2/10/26) pukul 22.40 dan tersedia di BBC iPlayer.
Perjalanan Zeta-Jones menyoroti dilema klasik di industri hiburan: ketenaran instan sering kali mengurung aktor dalam citra tertentu. Keputusannya meninggalkan zona nyaman di Inggris dan membangun ulang karier di Amerika menjadi contoh bagaimana seorang bintang dapat merebut kembali kendali atas narasi profesinya. Akankah Kill Jackie menjadi babak baru yang menegaskan identitasnya sebagai aktris serba bisa, bukan sekadar wajah yang melambung dalam semalam?



