Kim Kardashian Akui Nyaris Merasa 'Menghancurkan' All's Fair Usai Review Pedas
Baca dalam 60 detik
- Kim Kardashian mengungkapkan kekhawatirannya bahwa keterlibatannya dalam serial All's Fair menjadi penyebab ulasan kritis yang menghantam musim pertama.
- Meski mendapat skor rendah dari kritikus, All's Fair mencatat rekor sebagai premiere serial skrip Hulu Original terbesar dalam tiga tahun terakhir.
- Musim kedua akan hadir dengan pendekatan komedi yang lebih ringan, menyusul respons positif dari penonton di platform Disney+.

Kim Kardashian mengungkapkan bahwa ia sempat merasa cemas keterlibatannya dalam serial drama All's Fair telah merusak seluruh proyek tersebut. Kekhawatiran itu muncul setelah musim pertama serial yang tayang di Disney+ tersebut menerima gelombang kritik tajam dari sejumlah pengulas profesional.
Serial garapan Ryan Murphy ini menempatkan Kardashian sebagai seorang pengacara perceraian, beradu akting dengan Sarah Paulson, Naomi Watts, Teyana Taylor, dan Glenn Close. Meski jajaran pemainnya terbilang mewah, sejumlah media terkemuka tidak segan memberikan penilaian negatif. The Times menyebutnya sebagai "drama televisi terburuk yang pernah dibuat", sementara The Guardian melabelinya "terrible secara membingungkan dan eksistensial".
Dalam wawancara dengan The Sunday Times Style, Kardashian mengaku memiliki kulit tebal terhadap kritik, namun ia tetap merasa bertanggung jawab atas nasib serial tersebut. "Awalnya, kepada para pemain, saya bertanya: 'Apakah kita baik-baik saja? Apakah saya merusak semuanya?'" ujarnya. Ia menambahkan bahwa rekan-rekannya meyakinkan bahwa semuanya tetap terkendali.
Menariknya, meski dicemooh kritikus, All's Fair justru mencatatkan performa impresif dari sisi jumlah penonton. Data Disney+ menunjukkan bahwa musim pertama menjadi peluncuran serial skrip Hulu Original terbesar dalam tiga tahun terakhir. Kesuksesan komersial ini yang membuat pihak Disney+ tetap memberikan lampu hijau untuk musim kedua.
Kardashian menyatakan bahwa musim kedua akan mengadopsi nada yang lebih komedi. "Kami merasa musim lalu terlalu serius, tetapi penonton menganggapnya lucu, jadi kami mengikuti arah itu," jelasnya. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus belajar dan keluar dari zona nyaman. "Saya ingin tumbuh, belajar, dan berkembang. Itu yang membuat saya tetap termotivasi," tambahnya.
"Tidak ada yang suka menerima ulasan yang tidak bagus. Tapi yang terpenting adalah kegembiraan luar biasa yang kami rasakan saat membuat dan mempromosikan acara ini. Tidak ada yang bisa mengubah itu." โ Sarah Paulson, rekan main Kardashian, kepada Variety.
Fenomena All's Fair menyoroti jurang antara selera kritikus dan preferensi audiens di era streaming. Ketika platform digital semakin mendominasi konsumsi hiburan, metrik kesuksesan tidak lagi tunggal. Rating kritikus yang rendah tidak serta-merta mematikan sebuah acara jika basis penonton tetap setia. Disney+ tampaknya menyadari hal ini dan memilih untuk mendengarkan sinyal pasar ketimbang gengsi kritikus.
Bagi industri hiburan Indonesia, kasus ini bisa menjadi cermin. Serial atau film lokal yang mendapat respons beragam dari pengamat tidak selalu berarti gagal di mata penonton. Platform seperti Vidio, Netflix, dan Disney+ Hotstar kerap mencatat lonjakan tontonan pada judul-judul yang secara kritis dianggap lemah. Ini menandakan bahwa kekuatan fandom dan daya tarik bintang masih menjadi faktor penentu yang signifikan.
Dengan musim kedua yang mengarah ke komedi, akankah All's Fair mampu membalikkan penilaian kritikus, atau justru semakin mengukuhkan bahwa kesuksesan streaming kini diukur dari jumlah penonton, bukan pujian pengulas? Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: Kim Kardashian tidak berniat mundur dari dunia akting dalam waktu dekat.



