Webtoon Ambil Alih Marvel Unlimited, 35.000 Komik Digital Pindah ke Aplikasi Baru
Baca dalam 60 detik
- Marvel dan Webtoon resmi mengumumkan aplikasi Marvel Comics yang akan menggantikan Marvel Unlimited pada 16 November mendatang.
- Lebih dari 35.000 judul komik digital, termasuk waralaba Star Wars dan 20th Century Studios, akan tersedia dalam satu langganan terpadu.
- Paket berlangganan dibanderol mulai 9,99 dolar AS per bulan, dengan opsi Ultimate yang menawarkan akses lebih cepat setelah versi cetak.

Marvel Entertainment dan platform komik digital Webtoon resmi mengumumkan peluncuran aplikasi Marvel Comics yang akan menggantikan layanan Marvel Unlimited. Aplikasi anyar ini dijadwalkan mengudara pada 16 November mendatang dan akan menjadi rumah bagi lebih dari 35.000 judul komik digital dari pustaka Marvel, termasuk waralaba Star Wars serta properti 20th Century Studios seperti Aliens, Predator, dan Planet of the Apes.
Langkah ini menandai pergeseran strategis dalam cara Marvel mendistribusikan kontennya ke pembaca global. Selama bertahun-tahun, Marvel Unlimited menjadi andalan bagi penggemar berat yang ingin mengakses arsip lengkap secara digital. Namun, dengan menggandeng Webtoon—platform yang dikenal lewat serial seperti The Witcher, Critical Role, dan Overwatch—Marvel tampaknya ingin menjangkau audiens yang lebih luas, terutama pembaca muda yang terbiasa mengonsumsi konten vertikal dan personalisasi algoritmik.
Dari sisi fitur, Webtoon menjanjikan pengalaman membaca yang lebih cepat, intuitif, dan personal. Aplikasi ini akan tersedia di perangkat seluler dan peramban web, dengan antarmuka cover-scroll dinamis, rekomendasi personal, serta fitur smart panel yang diperbarui untuk kenyamanan membaca di layar ponsel. Ada pula fitur Pull List yang memungkinkan pembaca memantau rilisan terbaru dari seri, karakter, atau kreator yang mereka ikuti, serta menambahkan judul ke daftar tunggu secara manual.
Bagi pelanggan Marvel Unlimited yang sudah ada, proses migrasi riwayat bacaan ke aplikasi baru akan difasilitasi. Ini penting untuk menjaga loyalitas basis pengguna lama yang telah mengoleksi ratusan atau bahkan ribuan judul dalam pustaka digital mereka. Namun, keputusan menutup Marvel Unlimited dan beralih ke platform baru tentu menimbulkan pertanyaan tentang kompatibilitas dan kelangsungan akses jangka panjang.
"Kami ingin menghadirkan pengalaman membaca yang lebih cepat, lebih intuitif, dan lebih personal, semuanya dalam satu langganan yang praktis," demikian pernyataan resmi Webtoon dan Marvel dalam siaran pers bersama.
Dari kacamata bisnis, kolaborasi ini memperkuat posisi Webtoon sebagai pemain dominan di pasar komik digital global. Sebelumnya, Webtoon lebih dikenal sebagai rumah bagi komik vertikal buatan kreator independen dan beberapa waralaba game. Dengan merangkul Marvel—salah satu kekayaan intelektual terbesar di dunia—Webtoon secara efektif menantang platform seperti ComiXology dan Kindle Unlimited. Marvel pun diuntungkan karena bisa fokus pada produksi konten sementara distribusi digital ditangani oleh spesialis.
Harga yang ditawarkan pun relatif kompetitif. Paket dasar dibanderol 9,99 dolar AS per bulan atau 69,99 dolar AS per tahun, setara dengan biaya Marvel Unlimited saat ini. Pembaca akan mendapatkan edisi terbaru paling cepat tiga bulan setelah versi cetak beredar. Sementara itu, paket Ultimate seharga 12,49 dolar AS per bulan atau 99,99 dolar AS per tahun menawarkan akses lebih cepat, yakni hanya satu bulan setelah versi cetak. Untuk menarik pelanggan awal, tersedia penawaran Founder Member terbatas: 59,99 dolar AS untuk tahun pertama paket Ultimate tahunan. Promo ini bisa diakses melalui pra-registrasi di marvel.webtoon.com dan di lokasi New York Comic Con 2026.
Ekspansi ini juga akan merambah merek lain di bawah naungan Walt Disney Company, termasuk konten dari Pixar dan Disney Animation. Artinya, aplikasi Marvel Comics berpotensi menjadi gerbang utama tidak hanya untuk penggemar superhero, tetapi juga untuk penggemar animasi dan waralaba Disney secara umum. Jika berhasil, model langganan terpadu ini bisa menjadi cetak biru bagi penerbit lain yang ingin menyatukan katalog besar dalam satu platform.
Bagi pasar Indonesia, perkembangan ini patut dicermati. Komunitas penggemar Marvel di Tanah Air cukup besar, dan aplikasi digital menjadi jalur utama untuk mengakses komik tanpa harus menunggu distribusi fisik yang kerap lambat dan mahal. Namun, tantangan klasik seperti metode pembayaran internasional, nilai tukar dolar, dan ketersediaan konten lokal masih menjadi pekerjaan rumah. Jika Webtoon mampu menghadirkan harga regional atau metode pembayaran lokal, adopsi di Indonesia bisa melesat. Sebaliknya, tanpa penyesuaian tersebut, aplikasi ini berisiko hanya dinikmati segmen terbatas.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah pembaca setia Marvel Unlimited akan rela bermigrasi ke ekosistem Webtoon yang selama ini identik dengan komik vertikal. Atau justru sebaliknya, Webtoon akan mengadopsi format Marvel yang lebih tradisional? Yang jelas, lanskap distribusi komik digital sedang bergeser, dan 16 November akan menjadi ujian pertama bagi ambisi besar ini.



