Leclerc Tercepat di FP2 Sirkuit Sepang, Mercedes Gagal ke Lima Besar
Baca dalam 60 detik
- Charles Leclerc mencatat waktu terbaik 1 menit 37,528 detik di sesi latihan kedua GP Bahrain yang digelar di Sepang, Malaysia.
- Ancaman hujan 90 persen memaksa tim buru-buru memasang ban soft, mengubah strategi dan membuat Mercedes terlempar dari posisi lima besar.
- Dengan data minim di sirkuit yang kembali ke kalender setelah delapan tahun absen, persaingan kualifikasi diprediksi berlangsung ketat dan tak terduga.

Charles Leclerc memuncaki sesi latihan bebas kedua (FP2) Grand Prix Bahrain yang berlangsung di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Jumat waktu setempat. Pembalap Ferrari itu menorehkan catatan waktu tercepat 1 menit 37,528 detik, unggul tipis 0,099 detik atas Isack Hadjar di posisi kedua dan Lando Norris di urutan ketiga.
Hasil ini menjadi kejutan tersendiri mengingat Leclerc dan Norris tampil kurang meyakinkan di sesi FP1. Keduanya baru menemukan ritme setelah melakukan penyesuaian setup pada mobil masing-masing, sementara duo Mercedes, George Russell dan Kimi Antonelli, justru tersandung masalah pada sektor akhir saat menggunakan ban soft.
Sepang sendiri kembali menggelar balapan Formula 1 untuk pertama kalinya sejak 2017, kali ini sebagai tuan rumah bagi Grand Prix Bahrain. Kembalinya sirkuit ikonik ini membawa tantangan tersendiri: tim-tim memiliki data yang sangat minim tentang karakter aspal dan degradasi ban di trek sepanjang 5,5 kilometer tersebut.
Ancaman hujan menjadi faktor penentu jalannya sesi. Prakiraan cuaca semula menyebut peluang hujan 70 persen, namun meningkat menjadi 90 persen menjelang sesi dimulai. Meski FP1 berlangsung kering, tim-tim memilih mengambil langkah antisipatif dengan menurunkan seluruh 22 pembalap lebih awal. Strategi ban pun berubah drastis: jika biasanya para pembalap menunggu hingga menit-menit akhir untuk memasang ban soft, di Sepang pergantian ke ban kompon merah terjadi baru 20 menit sesi berjalan.
Max Verstappen, yang menjadi yang tercepat di FP1, sempat memimpin catatan waktu dengan ban medium sebelum akhirnya tergeser. Pembalap Red Bull itu harus puas finis di posisi keempat, terpaut 0,257 detik dari Leclerc. Rekan setimnya, Hadjar, tampil mengejutkan dengan menyelip di antara Leclerc dan Norris setelah memakai ban baru.
"Kami harus segera keluar dan mencatat waktu secepat mungkin karena hujan bisa datang kapan saja. Data yang kami miliki tentang sirkuit ini sangat terbatas, jadi setiap putaran sangat berharga," ujar seorang engineer tim yang enggan disebutkan namanya, menggambarkan tekanan yang dihadapi para tim.
Di barisan belakang, duel sengit tersaji antara Liam Lawson dan Gabriel Bortoleto yang saling salip selama tiga sektor. Bortoleto sempat menyelesaikan manuver overtake di Tikungan 1 sebelum Lawson membalas keesokan putarannya. Insiden terjadi ketika mobil Bortoleto berhenti di sektor tengah pada menit-menit akhir, memicu virtual safety car dan menghentikan upaya perbaikan waktu para pembalap.
Hasil ini menempatkan Mercedes dalam posisi tidak nyaman. Russell dan Antonelli masing-masing hanya finis di urutan ketujuh dan kedelapan setelah gagal memaksimalkan ban soft. Sementara itu, Oscar Piastri berhasil bangkit dari keterpurukan di FP1 (posisi 11) dengan menempati urutan keenam, dan Pierre Gasly melengkapi sepuluh besar bersama Alpine-nya.
Bagi para penggemar F1 di Indonesia, kembalinya Sepang ke kalender balap membawa angin segar. Sirkuit yang berjarak sekitar satu jam penerbangan dari Jakarta ini menjadi alternatif destinasi bagi penonton Tanah Air yang ingin menyaksikan balapan secara langsung tanpa harus terbang jauh ke Eropa atau Timur Tengah. Selain itu, kehadiran Sepang dalam kalender musim ini berpotensi mendorong minat terhadap motorsport nasional, terutama di kalangan pembalap muda yang bercita-cita menembus pentas dunia.
Dengan data yang masih minim dan kondisi cuaca yang tidak menentu, sesi kualifikasi pada Sabtu mendatang diprediksi berlangsung ketat. Akankah Leclerc mempertahankan momentumnya, atau Verstappen dan Mercedes mampu bangkit? Jawabannya akan terlihat saat lampu hijau menyala di Sepang.



