Burung Ibis Botak Terbang Kembali ke Eropa, Dipandu Pesawat Mikro dari Austria ke Spanyol
Baca dalam 60 detik
- Lima belas burung ibis botak utara tiba di Alt Empordà, Spanyol, setelah diterbangkan dari Austria dengan pengawalan pesawat ultralight.
- Proyek ini merupakan bagian dari upaya Eropa membangun populasi migran mandiri setelah spesies ini punah dari benua tersebut selama tiga abad.
- Keberhasilan konservasi ini mendorong perusahaan listrik Endesa memperbaiki tiang listrik agar lebih aman bagi burung, dan menargetkan 50 pasangan berkembang biak dalam sepuluh tahun.

Sebanyak 15 burung ibis botak utara (Geronticus eremita) telah bergabung dengan kawanan yang terus bertambah di Alt Empordà, Catalonia, Spanyol, setelah menempuh perjalanan dari Austria dengan pemandu manusia yang mengendarai pesawat mikro. Kedatangan ini menandai babak baru dalam proyek ambisius untuk mengembalikan spesies yang sempat punah dari Eropa selama tiga abad ke habitat alaminya.
Burung-burung tersebut merupakan bagian dari populasi Eropa yang tengah dibangun kembali melalui program penangkaran dan pelepasliaran di beberapa lokasi, termasuk Austria dan Jerez, Andalucía. Proyek di Alt Empordà yang dipimpin oleh biolog Bernat Garrigós baru saja menerima kiriman dari Austria untuk memperkuat kawanan yang sudah ada. “Mereka burung yang sangat cerdas,” ujar Garrigós. “Sangat sosial, masing-masing punya kepribadian berbeda. Mereka suka memeriksa apa pun yang masuk ke proyek dengan paruh mereka; kaus kaki Anda, makanan, semuanya.”
Menurut Garrigós, tidak ada rasa takut terhadap manusia karena burung-burung ini tidak mengenal predator alami. Mereka tetap penasaran dan percaya. Proyek ini dimulai pada 2024, dan pada 2025 sudah terbentuk generasi pertama dengan hampir 60 ekor ibis. Mereka dilepas pada Maret 2026 di Torre d’en Mornau, bekas kandang kuda tentara Spanyol yang dikonversi. Saat ini tim terdiri dari dua staf penuh waktu, dua paruh waktu, dan 20 relawan yang mengelola kawanan dan lokasi. Taman Aiguamolls, kawasan lahan basah pesisir yang dilindungi, menjadi kolaborator utama dengan hubungan erat yang berkelanjutan. Tujuan utamanya adalah mengurangi risiko perkembangbiakan dan kematian hingga terbentuk populasi mandiri.
Dalam satu atau dua tahun ke depan, Garrigós berharap proyeknya memiliki pasangan berkembang biak pertama. Ibis tidak akan berkembang biak sampai mereka berusia minimal tiga atau empat tahun. Rencananya, koloni berkembang biak akan dibentuk dengan sarang-sarang di menara yang tersebar di sekitar kandang. Tim akan membantu dengan membangun sebagian sarang, karena seperti remaja pada umumnya, burung-burung ini perlu diajari merapikan tempat tidur mereka.
Kelompok Alt Empordà terus berkomunikasi dengan proyek di Austria dan Jerez. Burung-burung bermigrasi antar kelompok dengan bantuan “orang tua asuh” dari tim Waldrapp—sebutan lain untuk ibis ini—yang memandu jalur mereka menggunakan pesawat ultralight. Dengan pengalaman 20 tahun, tim Waldrapp telah membantu kelompok Garrigós menghindari banyak kesalahan awal, sehingga tingkat kematian jauh lebih rendah.
Selama sepuluh tahun ke depan, Garrigós berencana melepaskan ibis-nya ke Alt Empordà dengan target minimal 50 pasangan berkembang biak dan sekitar 300 individu hidup liar. Wilayah ini, yang terletak di pertengahan rute antara Austria dan Jerez, menjadi titik persinggahan ideal dalam jalur migrasi. Tujuan bersama ketiga proyek adalah membangun koloni di seluruh Eropa yang terhubung melalui burung-burung migran, sehingga terbentuk pasangan dari garis keturunan berbeda dan menciptakan kumpulan gen yang tangguh untuk kelangsungan hidup spesies.
“Tidak cukup hanya berhenti merusak lingkungan kita. Kita perlu melakukan upaya positif dan aktif untuk mencegah kepunahan serta kehancuran habitat tempat spesies ini dan banyak lainnya hidup. Pada akhirnya, semuanya bermuara pada ekosistem yang beragam dan tangguh yang menyediakan jasa ekosistem yang diperlukan bagi kelangsungan ekosistem dan umat manusia itu sendiri.”
— Bernat Garrigós, biolog dan pemimpin proyek Alt Empordà
Proyek di Spanyol utara ini merupakan salah satu bagian dari upaya Eropa yang lebih luas untuk menyelamatkan spesies yang pernah menjadi salah satu yang paling terancam di dunia. Karisma burung ibis dan semangat tim menjadi kunci dalam mempromosikan pendidikan lingkungan, meningkatkan kesadaran generasi muda, dan mendorong pentingnya konservasi aktif. Baru-baru ini, perwakilan dari Endesa, perusahaan listrik besar, mengunjungi proyek tersebut dan terkesan sehingga mulai memodifikasi tiang listrik mereka agar lebih terlihat dan tidak berbahaya bagi burung, khususnya ibis.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah model migrasi yang dipandu manusia ini dapat direplikasi untuk spesies lain yang terancam punah, dan seberapa cepat koloni-koloni baru dapat mandiri tanpa intervensi terus-menerus. Jika berhasil, proyek ini tidak hanya menyelamatkan ibis botak utara, tetapi juga menawarkan cetak biru bagi upaya konservasi global di tengah krisis keanekaragaman hayati.



