Honda Ternyata Sudah Pakai Jatah ADUO Kedua di GP Spanyol, Fokus Turbocharger
Baca dalam 60 detik
- Honda mengonfirmasi telah menghabiskan kedua token ADUO musim ini, dengan upgrade kedua diam-diam dipasang pada GP Spanyol.
- Peningkatan berfokus pada turbocharger untuk mengatasi masalah drivability pada Spec 2 yang diperkenalkan di Belanda.
- Sisa musim ini Honda akan mengalihkan fokus ke pengembangan non-hardware dan optimalisasi performa yang ada.

Honda Racing Corporation (HRC) mengungkap fakta yang sebelumnya tidak terungkap: upgrade kedua dari jatah Additional Development and Upgrade Opportunities (ADUO) ternyata sudah dipasang pada GP Spanyol, bukan menunggu akhir musim. Presiden HRC Koji Watanabe menyatakan pembaruan tersebut menyasar turbocharger, komponen yang menjadi biang keladi masalah drivability pada power unit (PU) Spec 2 yang diperkenalkan di Zandvoort, Belanda.
Keputusan ini mengejutkan karena Honda dan Aston Martin sebelumnya menyatakan hanya akan memakai satu dari dua token ADUO yang tersedia. FIA memberikan jatah tersebut setelah mengukur mesin pembakaran internal (ICE) Honda tertinggal lebih dari 4% dari Red Bull Ford Powertrains, yang dinilai sebagai mesin dengan output tertinggi di grid. Alih-alih menyimpan token untuk pengembangan akhir musim, Honda justru membelanjakan keduanya lebih awal.
Langkah ini memperlihatkan strategi berbeda dari tim-tim papan atas yang biasanya menahan upgrade besar hingga paruh kedua musim. Bagi Aston Martin, yang sejak awal musim kesulitan bersaing, keputusan Honda menjadi sinyal bahwa perbaikan performa tidak bisa ditunda. Setelah upgrade sasis besar di Hungaroring, tim mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Namun, masalah pada PU Spec 2 membuat Honda harus bergerak cepat.
Watanabe menjelaskan bahwa idealnya semua pembaruan diperkenalkan sekaligus. Namun, kebutuhan untuk segera menguji Spec 2 di Belanda memaksa Honda memecah aplikasi. "Kami juga sedang mengerjakan langkah mengatasi turbo lag secara paralel, jadi kami perkenalkan di Spanyol," ujarnya, seperti dikutip Motorsport.com. Ia membenarkan bahwa tujuan utama upgrade turbo adalah mengurangi turbo lag yang mengganggu pengendalian mobil.
"Sebenarnya lebih baik jika semuanya bisa diperkenalkan sekaligus, tetapi memperkenalkan Spec 2 di Belanda terlebih dahulu itu penting. Kami juga bekerja pada langkah mengatasi turbo lag secara paralel, sehingga aplikasinya terbagi dua." โ Koji Watanabe, Presiden HRC
Meski telah memakai seluruh jatah ADUO, Honda mengakui belum mengeluarkan potensi penuh dari PU-nya. Watanabe menegaskan masih ada ruang untuk meningkatkan daya saing, terutama di area tenaga yang masih kurang. Ia menyebut Spec 2 dikembangkan dengan target angka tertentu, dan target itu sudah tercapai. Untuk sisa musim, fokus Honda akan bergeser ke optimalisasi paket yang ada, bukan lagi pengembangan perangkat keras.
Pendekatan ini mengingatkan pada era Honda bersama Red Bull, ketika pabrikan Jepang itu tidak diizinkan melakukan upgrade performa, tetapi terus menggunakan simulasi untuk menaikkan batas operasional PU dari tahun ke tahun. Strategi yang mereka sebut "pengembangan keandalan" itu memungkinkan Red Bull mengadopsi sidepod ekstrem pada 2024, karena batas operasional mesin yang lebih tinggi memberi ruang pendinginan lebih sempit.
Bagi penggemar F1 di Indonesia, dinamika Honda ini menarik disimak. Honda memiliki basis penggemar besar di Tanah Air, dan setiap keputusan teknis mereka kerap menjadi rujukan diskusi di komunitas otomotif. Kegagalan atau keberhasilan Honda di lintasan juga berdampak pada persepsi merek di pasar Indonesia, terutama di segmen mobil sport dan hybrid yang semakin kompetitif.
Pertanyaannya, apakah langkah berani Honda membelanjakan kedua token ADUO lebih awal akan berbuah manis di sisa musim? Atau justru membuat mereka kehabisan amunisi saat rival-rival utama melakukan pengembangan besar menjelang akhir tahun? Sisa musim akan menjadi ujian bagi ketajaman strategi HRC di bawah tekanan regulasi yang ketat.



