GP Bahrain di Malaysia: Start Kacau, Verstappen Pole, Balapan Sempat Ditunda
Baca dalam 60 detik
- Balapan GP Bahrain yang digelar di Sirkuit Sepang, Malaysia, sempat ditunda akibat hujan deras dan masalah teknis pada beberapa mobil.
- Max Verstappen akhirnya meraih pole position pertamanya musim ini, sementara Lewis Hamilton menemui kendala throttle pada mobil Ferrari-nya.
- Kimi Antonelli memimpin klasemen pembalap dengan keunggulan 66 poin atas George Russell, dan balapan basah ini bisa menjadi momen krusial dalam perebutan gelar.

Balapan Formula One GP Bahrain yang dialihkan ke Sirkuit Sepang, Malaysia, akhirnya dimulai setelah penundaan lebih dari 90 menit akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. Start yang seharusnya berlangsung pukul 08.00 BST molor karena kondisi lintasan yang dinilai tidak aman, ditambah serangkaian masalah teknis yang dialami sejumlah pembalap pada putaran formasi.
Max Verstappen, yang memulai dari posisi terdepan, menjadi salah satu korban pertama. Juara dunia empat kali itu mengeluh tidak bisa mengakselerasi mobilnya, memicu kekacauan di belakangnya. Lewis Hamilton, yang berada di baris depan bersama Verstappen, juga mengalami nasib serupa. Pembalap Ferrari itu melaporkan masalah throttle dan berhenti di sisi lintasan, memaksa pengawas balapan menangguhkan prosedur start. Insiden ini menjadi pukulan telak bagi Ferrari yang berharap bisa memanfaatkan kondisi basah untuk meraih hasil maksimal.
Setelah dilakukan perbaikan dan lintasan dinilai cukup aman, balapan akhirnya dimulai dengan urutan grid semula. Verstappen langsung tancap gas dan berhasil merebut posisi kedua dari George Russell pada lap keenam. Sementara itu, Kimi Antonelli, pembalap Mercedes yang memimpin klasemen, tampil impresif dengan mempertahankan posisi terdepan sejak awal. Ia sempat melebar di tikungan terakhir pada lap kesembilan, namun masih mampu mempertahankan keunggulan atas Verstappen.
Kondisi basah di Sepang menjadi ujian berat bagi para pembalap dan tim. Ban intermediate menjadi pilihan mayoritas, sementara beberapa pembalap seperti Lando Norris dan Oscar Piastri memilih ban medium. Strategi menjadi semakin rumit karena degradasi ban yang tinggi di sirkuit yang abrasif, ditambah minimnya data karena F1 sudah hampir satu dekade tidak berlomba di Malaysia. Cuaca yang tidak menentu juga membuat prediksi semakin sulit, seperti diungkapkan Verstappen sebelum balapan. "Di kondisi kering atau basah, udara bersih selalu lebih baik. Tapi di sini sulit diprediksi karena sel cuaca terus muncul," ujarnya.
Bagi Mercedes, balapan ini menjadi peluang emas untuk memperkuat dominasi mereka. Antonelli, yang tampil gemilang sejak awal musim, berhasil mempertahankan posisi terdepan meski mendapat tekanan dari Verstappen. Russell, yang start dari posisi ketujuh, harus bekerja ekstra keras untuk mengejar ketertinggalan. Kondisi basah bisa menjadi keuntungan bagi Russell yang dikenal piawai dalam cuaca sulit, tetapi Antonelli juga memiliki rekam jejak impresif di kondisi serupa, seperti saat debutnya di Australia tahun lalu ketika ia finis keempat dari posisi ke-16.
Di sisi lain, Ferrari mengalami awal yang buruk. Charles Leclerc harus masuk pit untuk mengganti ban intermediate pada lap keempat dan terpuruk di posisi belakang. Hamilton, yang sempat memilih ban slick, juga kesulitan dan turun ke posisi sepuluh. Keputusan tim yang terburu-buru dalam memilih strategi ban menjadi sorotan, terutama setelah masalah throttle yang dialami Hamilton sebelum start.
"Saya menginjak gas tapi tidak ada respons," keluh Hamilton saat mobilnya berhenti di sisi lintasan, seperti dikutip dari radio tim.
Insiden ini menambah daftar panjang masalah yang dihadapi Ferrari musim ini. Tim asal Maranello itu tampaknya masih belum menemukan kestabilan performa, terutama dalam kondisi cuaca yang berubah-ubah. Sementara itu, Red Bull dan Mercedes tampak lebih siap menghadapi situasi sulit, dengan Verstappen yang akhirnya meraih pole pertama musim ini dan Antonelli yang terus menunjukkan konsistensi.
Balapan di Sepang juga menjadi ajang pembuktian bagi mobil generasi 2026 yang mengusung teknologi hybrid 50-50. Ini adalah kali pertama mereka berlomba dalam kondisi basah, dan hasilnya masih menyisakan tanda tanya besar. Beberapa pembalap melaporkan kesulitan dalam mengendalikan mobil, terutama saat keluar dari tikungan dengan traksi rendah. FIA sendiri sempat mempertimbangkan untuk mewajibkan penggunaan ban basah penuh, namun akhirnya memilih ban intermediate setelah lintasan mulai mengering.
Dengan hasil sementara ini, Antonelli masih kokoh di puncak klasemen. Namun, balapan masih panjang dan kondisi lintasan yang terus berubah bisa membalikkan keadaan. Verstappen, yang start dari pole, jelas mengincar kemenangan pertamanya musim ini untuk menjaga peluang juara. Sementara Hamilton dan Ferrari berusaha bangkit dari keterpurukan. Pertanyaannya, akankah dominasi Mercedes berlanjut, ataukah Red Bull dan Ferrari mampu memanfaatkan kondisi basah untuk mencuri poin? Semua akan terjawab dalam sisa balapan yang penuh ketidakpastian ini.



