Relawan DMC Dompet Dhuafa Terus Menjinakkan Bara Gambut di Kotim: Api yang Membakar di Bawah Tanah
Baca dalam 60 detik
- Tim DMC Dompet Dhuafa bersama koalisi relawan telah sebulan lebih memadamkan karhutla di Baamang, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
- Medan gambut menyimpan bara panas di bawah permukaan tanah, sementara asap tebal dan minimnya sumber air memperberat operasi pemadaman.
- Pemerintah menetapkan enam provinsi prioritas, dengan status siaga darurat di Kalteng berlaku hingga akhir Oktober 2026.

Sejak awal September 2026, tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa bersama sejumlah organisasi relawan bergelut dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Operasi yang telah berlangsung hampir sebulan itu menghadapi tantangan berat: lahan gambut yang terbakar tidak hanya di permukaan, tetapi juga menyimpan bara panas hingga lapisan tanah dalam.
Perwakilan DMC Dompet Dhuafa, Erwandi Saputra, mengungkapkan bahwa timnya sempat kesulitan menjangkau titik api karena sumber air berjarak jauh dan visibilitas malam yang sangat rendah. "Tim pemadaman sempat terkendala karena ketersediaan sumber air yang jauh dan gelapnya malam yang menghambat jalur visual relawan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2026).
Karakteristik gambut membuat upaya pemadaman tidak bisa dilakukan secara instan. Api dapat menjalar diam-diam di bawah permukaan, sehingga relawan harus waspada terhadap bara tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran baru. Asap tebal yang menyelimuti area tidak hanya mengganggu penglihatan, tetapi juga mengancam kesehatan pernapasan personel.
Untuk menjaga stamina dan keselamatan, tim menerapkan rotasi personel setiap kali menjalankan misi pemadaman. Meski demikian, semangat para relawan tidak surut. Mereka terus berupaya memulihkan kualitas udara dan membantu masyarakat yang terdampak.
Ke depan, DMC Dompet Dhuafa bersama relawan gabungan akan membagi personel ke dalam beberapa tim yang fokus pada distribusi masker, layanan medis, dan pemadaman. Erwandi juga menyebut akan ada program Safe School untuk mendukung pemulihan anak-anak penyintas. "Semoga masyarakat atau penyintas bisa segera pulih dan mampu menata kembali masa depannya," tambahnya.
Saat ini, posko relawan Dompet Peduli di Jalan Muchran Ali, Kelurahan Baamang Hulu, menjadi basis operasi. Berdasarkan keterangan resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 5 September 2026, Kalimantan Tengah dan lima provinsi lain ditetapkan sebagai wilayah prioritas penanganan karhutla.
BNPB mencatat bahwa kejadian karhutla baru dilaporkan di sejumlah daerah dan menjadi atensi yang terus diperkuat. Di Kalteng, status Siaga Darurat tingkat provinsi berlaku hingga 31 Oktober 2026, sementara sejumlah kabupaten/kota lain juga memiliki status penanganan serupa.
Bagi Indonesia, karhutla bukan sekadar bencana lingkungan musiman. Dampaknya meluas ke sektor kesehatan, ekonomi, dan hubungan lintas negara akibat kabut asap. Upaya kolaboratif antara pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat menjadi kunci untuk memutus siklus tahunan ini. Pertanyaannya, apakah strategi pemadaman yang ada sudah cukup untuk menghadapi tantangan gambut yang kian kompleks?



