V BTS Jadi Wajah Headphone Nothing, Taruhan Audio Rp6,2 Juta di Tengah Persaingan Global
Baca dalam 60 detik
- V BTS resmi ditunjuk sebagai duta global Nothing untuk peluncuran Headphone (1) Pro, produk audio kelas studio pertama dari seri Pro perusahaan asal London tersebut.
- Peluncuran ini menandai strategi Nothing memperluas basis penggemar melalui figur kreatif Asia, setelah sebelumnya menggandeng Charli xcx sebagai duta dan pemegang saham.
- Bagi pasar Indonesia, kehadiran perangkat ini berpotensi memperketat persaingan di segmen premium yang selama ini didominasi merek Jepang dan Amerika Serikat.

V, personel BTS, ditunjuk sebagai duta merek global untuk Nothing, perusahaan teknologi asal London, dalam peluncuran Headphone (1) Pro—perangkat audio dengan klaim kualitas setara studio yang dijual seharga US$399 (sekitar Rp6,2 juta). Penunjukan ini menjadi langkah pertama Nothing memasarkan lini Pro Series kepada konsumen sehari-hari, sekaligus menandai babak baru ekspansi perusahaan di pasar audio premium.
Langkah tersebut bukan tanpa alasan. V, yang pada Agustus lalu mengungkapkan tengah menjalani perawatan gangguan pendengaran di salah satu telinganya, dipandang mewakili sosok kreatif yang terus bereksperimen dengan suara. Nothing menilai figur seperti V mampu menjembatani produk teknis dengan audiens yang lebih luas, terutama generasi muda yang mengutamakan desain dan pengalaman mendengarkan.
Headphone (1) Pro diklaim mengusung tiga driver yang bekerja simultan untuk menghasilkan bass lebih dalam, vokal lebih jernih, dan instrumen yang lebih terdefinisi. Meski berbahan titanium dan aluminium, bobotnya dirancang tetap ringan dengan bantalan telinga tebal serta headband berlapis. Baterainya diklaim bertahan hingga 68 jam dalam sekali pengisian.
Dari sisi teknis, Nothing menekankan kemampuan peredam bising adaptif yang diklaim terbaik di kelasnya. Sepuluh mikrofon digunakan untuk menyaring suara luar seperti angin dan lalu lintas, sementara bantalan yang didesain ulang memperkuat segel di sekitar telinga. Perangkat ini juga disetel bersama Metropolis Studios, menawarkan mode suara terinspirasi studio, audio spasial, dan lima profil suara yang dapat disesuaikan.
"V memiliki insting untuk bereksperimen tanpa takut. Dia selalu mendorong batas suara dan gaya—mengikuti naluri kreatif, bukan formula yang sudah teruji," ujar Carl Pei, salah satu pendiri dan CEO Nothing. "Kami membangun perangkat ini untuk memberi orang lebih banyak kebebasan dan fleksibilitas dalam mendengarkan sehari-hari. V adalah pilihan tepat saat kami mendefinisikan keunggulan teknis untuk generasi kreatif berikutnya."
Penunjukan V menyusul langkah Nothing sebelumnya yang menggaet Charli xcx sebagai duta global pertama sekaligus pemegang saham pada musim semi 2026. Perusahaan juga meluncurkan Club Nothing, dana musik yang mendukung kurator kehidupan malam emerging. Nothing saat ini memiliki toko di London dan Bengaluru, dengan rencana pembukaan di San Francisco, New York, dan Tokyo.
Bagi Indonesia, peluncuran ini mempertegas tren merek audio global yang berlomba menghadirkan perangkat kelas studio ke pasar konsumen. Segmen headphone premium di Tanah Air selama ini didominasi merek Jepang dan Amerika Serikat, dengan rentang harga Rp3–7 juta. Kehadiran Nothing melalui Headphone (1) Pro berpotensi mengubah peta persaingan, terutama jika perusahaan memperluas distribusi resmi di Asia Tenggara. Namun, tantangan utama tetap pada ekosistem purna jual dan layanan purna jual yang belum tentu seluas pemain lama.
Ke depan, pertanyaannya apakah Nothing akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar prioritas menyusul ekspansi ke Tokyo dan New York. Jika ya, konsumen domestik bisa berharap lebih banyak pilihan perangkat audio berkualitas dengan harga kompetitif—sekaligus tekanan bagi merek mapan untuk berinovasi lebih cepat.



