iPhone Duo: Lapisan Layar Lipat Kini Bisa Diganti, Biaya Rp300 Ribu
Baca dalam 60 detik
- Apple mengonfirmasi bahwa lapisan pelindung layar lipat iPhone Duo dapat diganti, menjawab kekhawatiran utama pengguna perangkat lipat.
- Dengan AppleCare+, penggantian lapisan ini hanya US$19 (sekitar Rp300 ribu), jauh lebih murah dibanding perbaikan layar lipat konvensional.
- Langkah ini berpotensi mengubah persepsi pasar terhadap daya tahan perangkat lipat dan mendorong adopsi lebih luas, termasuk di Indonesia.

Apple secara resmi mengungkap bahwa iPhone Duo—perangkat lipat pertamanya—memiliki lapisan pelindung layar yang dapat diganti. Konfirmasi ini disampaikan oleh Kate Bergeron, VP Hardware Engineering Apple, dalam sebuah wawancara dengan kreator TikTok @angietutorials. Kabar ini menjawab salah satu kekhawatiran terbesar calon pembeli perangkat lipat: daya tahan layar terhadap goresan dan lipatan yang semakin terlihat seiring waktu.
Berbeda dengan ponsel biasa, layar lipat memiliki lapisan pelindung tambahan di atas panel utama. Lapisan ini rentan tergores atau memperlihatkan lipatan yang makin dalam setelah pemakaian lama. Selama ini, produsen seperti Samsung dan Xiaomi juga menyematkan lapisan serupa, tetapi opsi penggantiannya bervariasi—Samsung misalnya menyediakan penggantian screen protector di pusat layanan tertentu. Apple kini menawarkan solusi yang lebih terstruktur: lapisan tersebut dapat diganti, dan dengan cakupan AppleCare+, biayanya hanya US$19 (sekitar Rp300 ribu). Harga pasti tanpa asuransi belum diumumkan.
Menurut Bergeron, lapisan pelindung ini tidak sekadar melindungi panel dalam. Lapisan matte-nya juga berperan meminimalkan tampilan lipatan yang sering menjadi keluhan estetika pada perangkat lipat. Meski demikian, ia menegaskan bahwa lapisan ini dirancang untuk bertahan selama mungkin sebelum penggantian diperlukan. Artinya, pengguna tidak perlu khawatir lapisan akan cepat rusak.
"Kami merancang lapisan ini agar bertahan selama mungkin sebelum penggantian diperlukan," ujar Bergeron, seperti dikutip dari wawancara tersebut.
Kemudahan penggantian ini membuka peluang munculnya alternatif pihak ketiga di masa depan. Jika lapisan dapat dilepas dengan mudah, produsen aksesori mungkin akan menawarkan produk serupa dengan harga lebih miring. Hal ini bisa menjadi pedang bermata dua: di satu sisi menguntungkan konsumen, di sisi lain berpotensi memengaruhi pendapatan Apple dari layanan purna jual.
Bagi pasar Indonesia, langkah Apple ini bisa menjadi sinyal positif. Perangkat lipat masih dianggap barang mewah dengan risiko perawatan tinggi. Dengan biaya penggantian lapisan yang relatif terjangkau—setara harga satu kali makan di restoran menengah—kekhawatiran konsumen akan biaya perbaikan jangka panjang dapat berkurang. Jika iPhone Duo masuk ke Indonesia (meski belum ada tanggal resmi), fitur ini bisa menjadi nilai jual utama di segmen premium yang semakin kompetitif.
Ke depan, keberhasilan strategi ini akan bergantung pada seberapa mudah dan cepat proses penggantian di pusat layanan resmi, termasuk di Indonesia. Jika Apple mampu menyediakan suku cadang dan teknisi terlatih, iPhone Duo berpotensi memperpanjang siklus pakai perangkat lipat—sebuah langkah yang sejalan dengan tren keberlanjutan. Namun, tanpa kejelasan harga di luar AppleCare+, konsumen masih akan menghitung untung-rugi. Apakah ini awal era perangkat lipat yang lebih ramah perawatan? Waktu yang akan menjawab, tetapi langkah Apple patut diapresiasi.



