Apple TV Naik Harga Jadi $14,99 per Bulan, Apple One Individual Ikut Meroket
Baca dalam 60 detik
- Apple menaikkan tarif langganan Apple TV menjadi $14,99 per bulan dan paket tahunan menjadi $119, sementara Apple One Individual naik dari $19,95 ke $21,95.
- Kenaikan ini merupakan yang kedua dalam dua tahun terakhir dan kali ini mencakup paket tahunan serta bundel Individual, berbeda dari penyesuaian sebelumnya yang hanya menyasar langganan bulanan.
- Ekspansi konten olahraga dan orisinal seperti Formula 1 dan MLS menjadi justifikasi utama di balik penyesuaian harga, namun pelanggan di Indonesia perlu mencermati dampaknya terhadap daya beli dan alternatif lokal.

Apple resmi menaikkan harga langganan Apple TV menjadi $14,99 per bulan dari sebelumnya $12,99, dan paket tahunan naik dari $99 menjadi $119. Kenaikan ini juga merembet ke bundel Apple One Individual yang kini dibanderol $21,95 per bulan, naik dari $19,95. Keputusan ini diumumkan hanya beberapa minggu setelah Apple menyesuaikan tarif Apple Music, menandai gelombang penyesuaian harga kedua dalam kurun dua tahun terakhir.
Berbeda dari kenaikan Agustus 2025 yang hanya menyentuh langganan bulanan Apple TV, kali ini Apple memperluas cakupan ke paket tahunan dan bundel Individual. Langganan baru langsung dikenai tarif anyar, sedangkan pelanggan lama akan menerima notifikasi sekitar sebulan sebelum tagihan baru berlaku. Langkah ini memberi ruang bagi pengguna untuk mengevaluasi ulang nilai layanan sebelum memutuskan melanjutkan atau beralih ke platform lain.
Apple beralasan bahwa perluasan katalog konten menjadi dasar penyesuaian ini. Oktober lalu, perusahaan mengamankan hak siar eksklusif Formula 1 untuk pasar Amerika Serikat, yang langsung diintegrasikan ke langganan standar tanpa biaya tambahan. Awal tahun ini, Apple juga menyerap streaming Major League Soccer ke dalam paket dasar, menghapus paywall MLS Season Pass yang sebelumnya menjadi penghalang terpisah. Ditambah dengan deretan serial orisinal seperti season keempat Ted Lasso, season kedua Dark Matter, dan Slow Horses season 6 yang tayang 16 September, Apple tampak membangun argumen bahwa nilai langganan kini lebih besar.
"Penyesuaian harga ini mencerminkan investasi berkelanjutan kami dalam menghadirkan konten berkualitas dan pengalaman menonton yang lebih baik," ujar juru bicara Apple dalam pernyataan resmi, tanpa merinci proyeksi jumlah pelanggan.
Bagi pasar Indonesia, kenaikan ini bisa menjadi pukulan bagi konsumen yang sensitif terhadap harga. Meskipun Apple TV belum tersedia secara resmi sebagai layanan mandiri di Indonesia, banyak pengguna mengaksesnya melalui akun regional atau bundel Apple One yang ditawarkan lewat operator tertentu. Depresiasi rupiah terhadap dolar AS turut memperbesar beban biaya berlangganan, sehingga kenaikan $2 per bulan setara dengan tambahan sekitar Rp30.000โRp35.000 tergantung kurs. Ini memaksa konsumen menimbang ulang prioritas antara platform global dan layanan lokal seperti Vidio, Viu, atau Disney+ Hotstar yang menawarkan harga lebih terjangkau.
Di sisi lain, kenaikan harga ini dapat mendorong percepatan konsolidasi di pasar streaming Indonesia. Operator telekomunikasi yang menggabungkan layanan Apple TV ke dalam paket data mungkin akan menyesuaikan skema bundling, sementara platform lokal berpeluang menarik pengguna yang mencari alternatif hemat. Pemerintah melalui Kominfo juga perlu mencermati dampak terhadap inflasi digital dan perlindungan konsumen, terutama terkait transparansi pemberitahuan perubahan tarif.
Ke depan, apakah Apple akan kembali menaikkan harga tahun depan jika ekspansi konten terus berlanjut? Atau justru sebaliknya, gelombang churn pelanggan akan memaksa perusahaan menahan diri? Yang jelas, strategi penetapan harga Apple kini menjadi barometer bagi industri streaming global dalam menyeimbangkan investasi konten dan retensi pengguna.



