Zigo Rolanda Calon Tunggal Ketua Umum AMPI, Konsolidasi 26 DPD Jadi Kunci
Baca dalam 60 detik
- Zigo Rolanda menjadi satu-satunya pendaftar Ketua Umum AMPI periode 2027-2031 setelah pendaftaran ditutup 28 September 2026.
- Dukungan 26 DPD tingkat I melampaui syarat minimal 12 DPD, memperkuat posisinya menjelang Munas X.
- Agenda Munas X pada 29 September 2026 akan menetapkan kepemimpinan AMPI dan menguji arah inklusivitas organisasi sayap Golkar tersebut.

Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) dipastikan melaju ke Musyawarah Nasional (Munas) X dengan satu nama calon ketua umum: Zigo Rolanda. Politikus Fraksi Partai Golkar itu menjadi satu-satunya bakal calon yang mengembalikan formulir pendaftaran sebelum batas waktu berakhir pada 28 September 2026 pukul 00.00. Posisi calon tunggal ini menutup ruang kompetisi terbuka di organisasi sayap Golkar tersebut, sekaligus menandai babak baru konsolidasi internal menjelang agenda politik nasional 2029.
Panitia Pelaksana Munas X AMPI, Muhammad Syafii, menyatakan bahwa hingga penutupan pendaftaran tidak ada kandidat lain yang menyerahkan berkas. "Besok, 29 September 2026, kami akan melanjutkan agenda dengan pelaksanaan Munas X AMPI," ujarnya, seperti dikutip dari Antara, Senin (28/9). Pernyataan itu menegaskan bahwa panggung Munas X telah disiapkan untuk penetapan kepemimpinan, bukan lagi kontestasi antar-kandidat.
Dukungan formal yang dikantongi Zigo terbilang solid. Sekretaris Steering Committee Munas X AMPI, Steven Risakotta, mengungkapkan bahwa berkas pencalonan Zigo telah diverifikasi dan dinyatakan lengkap. Sementara itu, anggota SC Fidya Faraid Sabban menambahkan bahwa syarat pencalonan minimal 12 surat dukungan dari DPD AMPI tingkat I terpenuhi jauh dari ambang batas. "Setelah kami verifikasi, jumlah dukungan yang masuk sebanyak 26 DPD AMPI tingkat I dan dinyatakan lolos persyaratan," kata Fidya. Angka 26 dari total DPD tingkat I yang ada menunjukkan bahwa Zigo tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga memiliki basis legitimasi yang kuat di daerah.
Zigo bukan figur baru di lingkaran AMPI. Ia pernah memimpin DPD AMPI Sumatera Barat, lalu meniti karier legislatif sebagai anggota DPRD Sumatera Barat (2014-2019) dan Ketua DPRD Kabupaten Solok Selatan (2019-2024). Kini ia duduk di Komisi V DPR RI. Rekam jejak itu memberi bobot pada visinya: memperkuat struktur DPP, membangun tim solid, dan memperluas ruang pengurus daerah dalam pembahasan di Partai Golkar. Dalam konsolidasi dengan AMPI Sumatera Utara pada 21 September 2026, ia menegaskan pentingnya soliditas kader menghadapi Pemilu 2029.
"Ini membuktikan bahwa Golkar itu, ya, AMPI juga ke depan kami dorong menjadi AMPI yang inklusif, tidak hanya kelompok-kelompok saja yang bisa memimpin di AMPI," kata Zigo.
Pernyataan itu menyiratkan kritik halus terhadap pola kepemimpinan lama yang kerap dituding didominasi kelompok tertentu. Bagi AMPI, agenda inklusivitas bukan sekadar retorika. Organisasi ini menaungi kader muda Golkar yang kelak menjadi pemasok elite partai. Jika Zigo benar-benar membuka akses kepemimpinan bagi kader dari berbagai latar belakang, efeknya bisa terasa pada komposisi calon legislatif dan strategi Golkar di Pemilu 2029. Sebaliknya, bila konsolidasi hanya berhenti di tataran elite, AMPI berisiko kehilangan daya tarik di kalangan milenial dan Gen Z yang semakin kritis terhadap politik dinasti.
Dalam konteks nasional, Munas X AMPI menjadi cermin bagaimana partai-partai besar menyiapkan mesin politiknya lebih awal. Golkar, sebagai partai pemenang Pemilu 2024, perlu memastikan organisasi sayapnya solid dan relevan. Kepemimpinan tunggal Zigo memang mempermudah konsolidasi, tetapi juga memunculkan pertanyaan tentang regenerasi dan mekanisme check and balances internal. Tanpa kompetisi, gagasan inklusivitas harus dibuktikan melalui kebijakan nyata, bukan sekadar klaim.
Setelah Munas X, publik akan menantikan apakah AMPI di bawah Zigo mampu menjadi laboratorium kaderisasi yang benar-benar terbuka, atau justru mengulang pola lama dengan wajah baru. Ujian pertamanya adalah menyusun kepengurusan yang mencerminkan 26 DPD pendukung, bukan hanya lingkaran terdekat. Jika berhasil, AMPI bisa menjadi model bagi organisasi sayap partai lain. Jika gagal, calon tunggal hanyalah awal dari masalah baru.



