SMA Kemala Taruna Bhayangkara Buka Pintu untuk Siswa Asing, Polri Janjikan Kuota WNI Tetap Utuh
Baca dalam 60 detik
- Polri berencana menerima siswa warga negara asing di SMA Kemala Taruna Bhayangkara mulai tahun ajaran 2027/2028, dengan prioritas anak atase kepolisian dan diplomat negara mitra.
- Beasiswa penuh tetap hanya untuk siswa Indonesia, dan kuota 180 kursi untuk WNI dipastikan tidak berkurang oleh kehadiran siswa asing.
- Pendaftaran angkatan ketiga dibuka 28 September hingga 28 Oktober 2026, dengan seleksi berjenjang dari tes potensi akademik daerah hingga pusat.

Polri resmi membuka peluang bagi warga negara asing (WNA) untuk menempuh pendidikan di SMA Kemala Taruna Bhayangkara (SMA KTB) pada tahun ajaran 2027/2028. Kebijakan ini menandai pergeseran orientasi sekolah berasrama yang selama ini identik dengan pendidikan calon anggota kepolisian, menuju institusi yang lebih terbuka terhadap komunitas internasional.
Kepala Biro Perawatan Personel (Karowatpers) SSDM Polri, Irjen Budhi Herdi Susianto, mengungkapkan bahwa calon siswa asing yang diprioritaskan berasal dari negara mitra Polri, seperti atase kepolisian dan diplomat negara sahabat yang bertugas di Indonesia. "Kami prioritaskan mitra-mitra Polri, yakni atase kepolisian maupun diplomat yang ada di Indonesia," ujar Budhi di Mabes Polri, Senin (28/9/2026). Saat ini, Polri tengah menjajaki komunikasi dengan sejumlah atase kepolisian untuk merealisasikan rencana tersebut.
Meski membuka akses bagi siswa asing, Budhi menegaskan bahwa beasiswa penuh tetap hanya diberikan kepada siswa berkewarganegaraan Indonesia. Selain itu, penerimaan siswa asing tidak akan menggerus kuota siswa Indonesia yang akan dididik di SMA KTB. "Beasiswa hanya untuk WNI dan tidak mengurangi kuota WNI yang akan kami didik," tegasnya.
Proses seleksi masih menggunakan metode yang sama seperti angkatan sebelumnya. Calon siswa merupakan lulusan SMP dengan nilai rapor semester 1 hingga 4, dengan rata-rata minimal 80 untuk tiga mata pelajaran: Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris. Tahap awal adalah tes potensi akademik (TPA) daring di tingkat daerah. Dari sana, 300 peserta terbaik akan mengikuti tes di tingkat pusat, dan akhirnya 180 siswa diterima. Seluruh pendidikan dari kelas 1 hingga kelas 3 berlangsung dengan sistem boarding dan beasiswa penuh.
"Dengan sertifikat IB World School ini, kami membuka kembali penerimaan yang dilaksanakan tanggal 28 September โ 28 Oktober," ujar Budhi.
Langkah ini memperkuat posisi SMA KTB sebagai sekolah berstandar internasional di bawah naungan Polri. Sertifikat IB World School yang telah diraih menjadi fondasi untuk menarik siswa asing, sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di kancah global. Bagi Indonesia, kehadiran siswa asing di institusi pendidikan kepolisian dapat mempererat hubungan diplomatik dan pertukaran budaya, terutama dengan negara-negara mitra yang memiliki atase kepolisian di Jakarta.
Namun, kebijakan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang kesetaraan akses. Meskipun kuota WNI tidak dikurangi, publik berhak memastikan bahwa standar seleksi dan kualitas pendidikan tetap terjaga. Transparansi dalam proses penerimaan siswa asing, termasuk kriteria prioritas dan mekanisme penjajakan dengan atase, perlu diawasi agar tidak menimbulkan kesan eksklusivitas.
Ke depan, keberhasilan program ini akan bergantung pada sejauh mana Polri mampu mengelola ekspektasi dan menjaga integritas seleksi. Jika berjalan lancar, SMA KTB bisa menjadi model bagi institusi pendidikan lain dalam mengintegrasikan siswa internasional tanpa mengorbankan hak warga negara. Pertanyaannya, akankah langkah ini diikuti oleh sekolah-sekolah kedinasan lain, atau justru menjadi preseden yang memicu perdebatan tentang prioritas anggaran pendidikan?



