Duel Pembuka ASEAN Cup 2026: Indonesia vs Singapura, Utang Satu Kemenangan dan Bayang-bayang Rekor Dua Dekade
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia akan menghadapi Singapura pada laga perdana Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK, Jakarta, Jumat (25/9/2026).
- Meski materi pemain Indonesia lebih mentereng dengan 12 diaspora Eropa, rekor pertemuan dua dekade terakhir masih milik Singapura dengan empat kemenangan berbanding tiga.
- Pelatih Gavin Lee yang telah membawa Singapura ke Piala Asia 2027 dinilai lebih matang dibanding John Herdman yang baru menangani Indonesia sejak Januari 2026.

Timnas Indonesia akan memulai kiprahnya di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 dengan menghadapi Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026) malam WIB. Laga ini bukan sekadar partai pembuka biasa: ada utang satu kemenangan yang harus dibayar Garuda setelah dua dekade selalu berada di bawah bayang-bayang The Lions.
Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada fase grup Piala AFF 2026 di Stadion Jalan Besar, Singapura, 7 Agustus lalu. Skor 1-1 membuat Singapura melaju ke semifinal, sementara Indonesia harus puas mengakhiri turnamen lebih cepat. Kini, dengan status tuan rumah dan komposisi pemain yang jauh berbeda, Indonesia berpeluang membalikkan keadaan.
Pelatih John Herdman melakukan perombakan besar-besaran. Dari skuad Piala AFF sebelumnya, ia mencoret 13 pemain dan menggantinya dengan 12 diaspora yang berkarier di Liga Eropa. Langkah ini kontras dengan Singapura yang hanya mengganti enam pemain lama dengan tiga nama lebih mumpuni: Safuwan Baharudin (Selangor FC), Irfan Najeeb (Tampines Rovers), dan Haziq Kamarudin (Jurong FC). Singapura juga hanya diperkuat dua pemain abroad, yakni Safuwan dan Harhys Stewart (Singha Chiangrai United).
Meski unggul secara materi, Indonesia masih tertinggal dalam hal rekam jejak. Dari sepuluh pertemuan hampir dua dekade terakhir, Singapura mengoleksi empat kemenangan, Indonesia tiga, dan tiga laga berakhir imbang. Dua kemenangan Singapura bahkan diraih di kandang Indonesia, menandakan mentalitas bertanding The Lions patut diwaspadai.
Di sisi bangku cadangan, Gavin Lee yang menangani Singapura sejak 28 November 2025 lebih memahami tim asuhannya dibanding Herdman yang baru resmi menjabat 3 Januari 2026. Lee juga telah mengukir prestasi dengan membawa Singapura ke putaran final Piala Asia 2027. Sementara Herdman masih dalam proses membangun skuad Merah Putih yang akan tampil di Arab Saudi awal tahun depan.
"Pertandingan ini akan menjadi ujian taktik bagi Herdman. Dia punya pemain lebih baik, tapi Singapura punya stabilitas dan pemahaman tim yang lebih matang," ujar pengamat sepak bola nasional, Budi Santoso, kepada LyndHub.
Bagi Indonesia, kemenangan atas Singapura bukan hanya soal tiga poin. Ini adalah momentum untuk memutus superioritas regional yang telah berlangsung lama. Dukungan puluhan ribu Garuda Fans di SUGBK bisa menjadi faktor ke-12, tetapi tekanan untuk menang juga lebih besar. Kekalahan akan memperpanjang utang dan menghadirkan keraguan menjelang laga-laga berikutnya.
Di sisi lain, Singapura datang dengan status underdog yang nyaman. Mereka tidak memiliki beban ekspektasi tinggi, tetapi justru sering tampil solid saat menghadapi Indonesia. Laga ini akan menguji sejauh mana proyek diaspora Herdman berjalan, sekaligus mengukur apakah Singapura masih bisa mengimbangi kekuatan baru Garuda.
Pertandingan nanti malam akan menjadi cermin bagi arah pengembangan sepak bola Indonesia di bawah Herdman. Jika menang, kepercayaan publik terhadap pendekatan diaspora akan menguat. Jika kalah atau imbang, tekanan terhadap federasi dan pelatih akan kembali mencuat. Akankah Garuda membayar utang dua dekade, atau Singapura kembali menegaskan dominasinya?



