Mural "BELIEVE" 2.625 Suporter di SUGBK Pecahkan Rekor MURI, Indonesia Bungkam Singapura 2-0
Baca dalam 60 detik
- Sebanyak 2.625 pendukung Timnas Indonesia menciptakan human mural bertuliskan "BELIEVE" di Stadion Utama Gelora Bung Karno, memecahkan rekor MURI.
- Aksi yang digagas La Grande Indonesia bersama Aqua ini menjadi penanda pembuka FIFA ASEAN Cup 2026, bersamaan dengan kemenangan 2-0 atas Singapura.
- Kampanye "Dukungan Adem" mendorong sportivitas suporter, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah yang kreatif di kancah sepak bola regional.

JAKARTA โ Sebanyak 2.625 pendukung Timnas Indonesia memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui human mural bertuliskan "BELIEVE" di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9/2026). Aksi tersebut digelar bersamaan dengan laga pembuka FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia dan Singapura, yang berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk tuan rumah.
Koreografi yang diinisiasi kelompok suporter La Grande Indonesia bersama Aqua ini melibatkan ribuan orang yang mengenakan jas hujan merah-putih. Pemilihan atribut tersebut bukan tanpa alasan: warna merah-putih dan jas hujan menjadi simbol dukungan yang tetap hadir dalam segala kondisi, sementara kata "BELIEVE" merepresentasikan keyakinan terhadap proses panjang Timnas, bukan semata hasil akhir.
Marketing Director Aqua, Adisti Nirmala, menuturkan bahwa dukungan kepada Timnas seharusnya menjadi energi pemersatu. "Melalui semangat 'dukungan adem', kami mengajak para suporter untuk hadir dengan rasa yakin, sportivitas, dan saling menghargai," ujarnya. Menurut Adisti, human mural ini membuktikan bahwa ribuan orang dapat bersatu membawa pesan positif tanpa kehilangan intensitas dukungan.
"Bagi kami, BELIEVE adalah suara suporter yang percaya dan tetap berdiri bersama Timnas dalam situasi apa pun. Ketika 2.625 suporter membentuk satu pesan di stadion, yang terasa bukan sekadar koreografi, melainkan kebersamaan dan rasa yakin yang benar-benar hidup di tribun," kata Presiden La Grande Indonesia, Unggul Indra.
Pemecahan rekor MURI ini menjadi catatan tersendiri bagi sepak bola nasional. Sebelumnya, berbagai aksi suporter Indonesia memang kerap menyita perhatian, namun human mural dengan jumlah peserta spesifik dan pesan tunggal seperti ini jarang terjadi. La Grande Indonesia berharap semangat tersebut dapat terus dijaga melalui dukungan yang kreatif, sportif, dan saling menghormati.
Dari perspektif penyelenggaraan, FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi panggung penting bagi Indonesia untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah. Keberhasilan mengorkestrasi ribuan orang dalam satu formasi tertata tidak hanya berdampak pada citra suporter, tetapi juga pada nilai jual sepak bola nasional di mata sponsor dan penyiar internasional. Ajang ini juga menjadi tolok ukur sejauh mana infrastruktur dan manajemen acara dalam negeri siap menangani event sekelas Piala Dunia U-17 atau bahkan turnamen senior yang lebih besar.
Di sisi lain, kemenangan atas Singapura memberikan modal berharga bagi skuad Garuda. Tiga poin di laga pembuka mengurangi tekanan pada pertandingan-pertandingan berikutnya, sekaligus memberi ruang bagi pelatih untuk melakukan rotasi dan uji coba taktik. Namun, tantangan sesungguhnya baru akan terlihat saat menghadapi lawan yang lebih rapat dan disiplin. Konsistensi performa di luar kandang akan menjadi ujian berikutnya.
Yang tak kalah penting, aksi "BELIEVE" menyiratkan pergeseran budaya suporter. Alih-alih hanya meneriakkan yel-yel, kelompok pendukung kini mengemas dukungan sebagai pernyataan kolektif yang tertata dan berpesan damai. Jika tren ini berlanjut, stadion-stadion Indonesia berpotensi menjadi contoh bagaimana suporter bisa menjadi kekuatan positif, bukan sekadar latar sorak-sorai. Pertanyaannya, akankah semangat "dukungan adem" bertahan ketika hasil pertandingan tidak sesuai harapan?



