Vietnam Tak Mau Terlena, Kim Sang-sik Fokus Penuh Hadapi Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026
Baca dalam 60 detik
- Vietnam mengawali Grup B FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 1-0 atas Filipina berkat gol Nguyen Dinh Bac.
- Pelatih Kim Sang-sik menegaskan tiga poin tidak boleh membuat skuadnya kehilangan fokus, terlebih laga berikutnya melawan Thailand.
- Duel Vietnam vs Thailand di Stadion Si Jalak Harupat menjadi penentu siapa yang berhak memuncaki klasemen sementara.

Vietnam membuka perjalanan di Grup B FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan tipis 1-0 atas Filipina di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (26/9/2026). Gol tunggal Nguyen Dinh Bac pada menit ke-25 memastikan tiga poin pertama bagi Golden Star Warriors, namun pelatih Kim Sang-sik menolak euforia berlebihan dan langsung mengalihkan perhatian ke partai krusial melawan Thailand.
Kemenangan atas Filipina memang tidak diraih dengan mudah. Kim Sang-sik mengakui kedua tim tampil agresif sejak awal, dan Vietnam sedikit lebih beruntung dalam memanfaatkan peluang. "Bagi Filipina maupun Vietnam, pertandingan hari ini cukup berat. Namun, tim Vietnam sedikit lebih beruntung sehingga bisa meraih kemenangan," ujar Kim selepas laga.
Meski demikian, pelatih asal Korea Selatan itu menegaskan tiga poin tidak boleh membuat skuadnya terlena. Ia menuntut para pemain segera mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya melawan Thailand yang dijadwalkan di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa (29/9/2026). "Tentu saja, saya harus mempersiapkan pertandingan kedua dengan lebih baik dan berusaha membawa hasil positif lainnya," tegasnya.
Kim mengaku sempat menyaksikan laga Thailand saat menggulung Pakistan 4-0. Meski belum menganalisis kekuatan Gajah Putih secara menyeluruh, ia menyadari tantangan berat menanti. "Thailand selalu menjadi tim yang kuat, dan mereka tampil sangat baik. Saya juga melihat Pakistan memiliki fisik yang sangat kuat. Kami harus mempersiapkan diri dengan sangat baik," ungkapnya.
Selain fokus ke Thailand, Kim menyoroti performa penjaga gawang Patrik Le Giang yang melakukan beberapa penyelamatan krusial. Menurutnya, kehadiran Le Giang sejak turnamen sebelumnya memberi stabilitas di lini belakang. "Patrik telah bergabung sejak turnamen sebelumnya dan proses adaptasinya sangat cepat. Mulai dari penyerang seperti Nguyen Dinh Bac dan Xuan Son hingga lini belakang dan penjaga gawang, semuanya saling mendukung dan berjuang bersama," jelas Kim. Ia pun yakin Le Giang akan terus menunjukkan performa luar biasa.
"Thailand selalu menjadi tim yang kuat, dan mereka tampil sangat baik. Kami harus mempersiapkan diri dengan sangat baik." โ Kim Sang-sik, Pelatih Vietnam
Bagi Indonesia, hasil ini menjadi peringatan dini. Sebagai tuan rumah, Timnas Garuda berada di grup yang sama dengan Vietnam dan Thailand? Tidak, Indonesia berada di Grup A, tetapi dinamika Grup B tetap memengaruhi peta kekuatan ASEAN Cup. Performa Vietnam yang solid dan Thailand yang produktif menegaskan bahwa persaingan di Asia Tenggara semakin ketat. Indonesia perlu mencermati pola permainan kedua tim jika ingin bersaing di fase gugur.
Kemenangan atas Filipina juga memperlihatkan kedalaman skuad Vietnam. Nguyen Dinh Bac, winger 22 tahun, menjadi bukti regenerasi berjalan mulus. Golnya berawal dari umpan silang Lee Williams Minh Hoang, menunjukkan kerja sama lini serang yang efektif. Sementara itu, clean sheet yang diraih menjadi modal berharga menghadapi Thailand yang dikenal tajam.
Di sisi lain, Filipina harus segera bangkit. Kekalahan tipis ini membuat langkah mereka di Grup B lebih berat, terlebih mereka masih akan menghadapi Thailand dan Vietnam kembali? Tidak, Filipina akan menghadapi tim lain. Namun, peluang lolos ke semifinal masih terbuka jika mampu meraih poin di laga selanjutnya.
Pertandingan Vietnam vs Thailand pada Selasa mendatang akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Kim Sang-sik. Apakah strategi rotasi dan fokus yang ia tekankan mampu membawa Vietnam meraih hasil positif, atau justru Thailand yang semakin mempertegas dominasi? Jawabannya akan terlihat di Si Jalak Harupat.



