Everton Kejar Striker Gratis: Joselu Dinilai Lebih Masuk Akal daripada Icardi dan Martial
Baca dalam 60 detik
- Everton masih mencari penyerang tengah setelah gagal mendatangkan Folarin Balogun karena masalah medis.
- Mauro Icardi dan Anthony Martial menjadi opsi bebas transfer, tetapi keduanya punya kelemahan masing-masing.
- Joselu, eks Real Madrid dan Newcastle, dianggap sebagai solusi jangka pendek ideal bagi The Toffees.

Everton menghadapi dilema di lini depan setelah bursa transfer musim panas ditutup tanpa sosok penyerang tengah anyar. Manajemen The Toffees kini menimbang opsi pemain bebas transfer, dengan nama-nama seperti Mauro Icardi, Anthony Martial, dan Joselu masuk dalam radar. Kegagalan mendatangkan Folarin Balogun dari AS Monaco—yang batal karena masalah medis—memaksa klub mencari solusi cepat sebelum jendela darurat dibuka.
Langkah Everton untuk mendatangkan Balogun sejatinya sudah di ambang kesepakatan senilai £45 juta. Namun, hasil pemeriksaan medis yang tidak memuaskan membuat transfer itu urung. Kepergian Beto ke Fiorentina memperparah situasi, menyisakan ruang kosong di lini serang yang harus segera diisi. Manajer David Moyes pun dituntut jeli memilih opsi yang tidak sekadar menambal kekosongan, tetapi juga mampu berkontribusi di lapangan.
Icardi, yang berstatus bebas transfer setelah meninggalkan Galatasaray, menawarkan ketajaman dengan 77 gol dari 134 penampilan. Namun, usia 33 tahun dan potensi tuntutan kontrak jangka panjang serta bergaji tinggi menjadi pertimbangan. Kehadirannya dikhawatirkan menutup peluang Everton merekrut striker muda pada bursa berikutnya. Sementara Martial, meski pernah berseragam Manchester United, konsistensi golnya menurun drastis. Terakhir kali ia mencetak dua digit gol dalam semusim adalah pada 2019/20, menjadikannya opsi berisiko.
Di antara semua nama, Joselu muncul sebagai kandidat paling logis. Penyerang berusia 36 tahun itu baru saja mengakhiri kontraknya di Al-Gharafa dan belum memiliki klub sejak Juli. Dengan statusnya yang bebas transfer, ia bisa direkrut dengan kontrak jangka pendek—misalnya satu tahun—tanpa menghambat rencana Everton mendatangkan striker jangka panjang. Rekam jejaknya pun impresif: tidak pernah gagal mencetak minimal 10 gol per musim sejak 2018/19, dan puncaknya adalah 18 gol untuk Real Madrid saat meraih gelar Liga Champions 2023/24.
"Joselu adalah tipe penyerang yang tahu cara memanfaatkan peluang di kotak penalti. Pengalamannya di Liga Inggris dan level tertinggi Eropa membuatnya siap berkontribusi langsung," ujar seorang pengamat sepak bola Inggris.
Bagi Everton, mendatangkan Joselu bukan sekadar menambal lubang, tetapi juga memberikan waktu bagi klub untuk merencanakan investasi jangka panjang. Ia sudah memahami intensitas dan fisik Premier League, sehingga adaptasi tidak akan memakan waktu lama. Dengan kontrak pendek, The Toffees tetap fleksibel bergerak di bursa transfer berikutnya. Jika Moyes mampu meyakinkan Joselu untuk kembali ke Inggris, ini bisa menjadi langkah cerdas di tengah keterbatasan anggaran.
Keputusan akhir ada di tangan manajemen dan Moyes. Akankah mereka memilih pengalaman Joselu yang terbukti, atau tergoda nama besar Icardi dan Martial yang menyimpan risiko? Jawabannya akan segera terlihat dalam beberapa pekan ke depan, seiring Everton berusaha bangkit dari start yang kurang mengesankan.



