Leeds Siap Lepas Piroe demi Ueda: Gebrakan Baru di Lini Depan
Baca dalam 60 detik
- Leeds United tengah mempertimbangkan penjualan permanen Joel Piroe ke West Ham untuk mendanai pembelian Ayase Ueda dari Feyenoord.
- Ueda, dengan 25 gol di Eredivisie, dinilai sebagai peningkatan signifikan dibanding Piroe yang gagal bersinar di Premier League.
- Kesepakatan dengan West Ham menjadi kunci bagi Leeds untuk bergerak cepat mendatangkan striker asal Jepang itu sebelum bursa transfer ditutup.

Leeds United dikabarkan semakin dekat untuk melepas Joel Piroe ke West Ham United, sebuah langkah yang bisa membuka jalan bagi kedatangan striker Feyenoord, Ayase Ueda. Jika terealisasi, ini bukan sekadar pergantian pemain, melainkan sinyal ambisi Leeds untuk tampil lebih kompetitif di Premier League musim depan dengan lini depan yang lebih garang.
Piroe, yang musim lalu menjadi top skor Championship dengan 19 gol dan mengantarkan Leeds promosi, justru gagal beradaptasi dengan kerasnya Premier League. Dalam 16 penampilan, ia tak mencetak gol maupun assist, tersisih oleh Lukas Nmecha dan Dominic Calvert-Lewin. Ketidakmampuannya dalam duel fisik menjadi sorotan utama, membuat Leeds lebih memilih melepasnya secara permanen daripada meminjamkan dengan opsi kembali.
Di sisi lain, Leeds dikabarkan mengincar Ueda, striker timnas Jepang yang tampil impresif bersama Feyenoord. Dengan 25 gol di Eredivisie musim 2025/26, Ueda menunjukkan ketajaman yang luar biasa, bahkan melampaui ekspektasi dari xG-nya yang hanya 18,93. Kemampuannya memenangkan duel udara dan darat menjadikannya tipe striker yang cocok untuk Premier League, sesuatu yang gagal ditunjukkan Piroe.
Bagi Leeds, menjual Piroe dengan harga pantas menjadi krusial. Dengan dana dari penjualan tersebut, mereka bisa menebus Ueda yang dihargai ยฃ26 juta oleh Feyenoord. Ini bukan sekadar pengganti, melainkan peningkatan kualitas yang signifikan. Ueda telah membuktikan diri di liga top Eropa, sementara Piroe hanya moncer di level Championship.
Konteks Indonesia: Meski berita ini berfokus pada klub Inggris, kehadiran Ueda sebagai pemain Asia di Premier League selalu menarik perhatian publik Indonesia. Banyak penggemar sepak bola Tanah Air yang mengikuti karier pemain Asia di liga top Eropa, dan perpindahan Ueda ke Leeds bisa menjadi sorotan, terutama jika ia tampil konsisten. Ini juga menjadi cerminan bagaimana klub-klub Eropa mulai melirik talenta Asia, yang bisa membuka peluang bagi pemain Indonesia di masa depan.
Analis sepak bola menilai bahwa langkah Leeds ini menunjukkan kecerdasan dalam manajemen skuad. Menjual pemain yang tidak cocok dengan gaya main Premier League dan menggantinya dengan yang lebih adaptif adalah strategi yang tepat. Namun, mereka harus bergerak cepat karena bursa transfer akan segera ditutup. Kegagalan mencapai kesepakatan dengan West Ham bisa menggagalkan rencana ini, dan Leeds harus siap dengan rencana cadangan.
Pertanyaannya, akankah Leeds mampu menyelesaikan dua transaksi ini dalam waktu singkat? Atau akankah mereka kehilangan Ueda karena terlalu lama bernegosiasi? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal yang pasti: Leeds tidak ingin mengulang kesalahan yang sama dengan mempertahankan pemain yang tidak sesuai.



