Trevoh Chalobah: Dari 'Bomb Squad' Chelsea ke Petualangan Baru di Como
Baca dalam 60 detik
- Bek Inggris Trevoh Chalobah resmi bergabung dengan Como 1907 dengan nilai transfer ยฃ31 juta setelah 151 penampilan bersama Chelsea.
- Karier Chalobah diwarnai berbagai rintangan, mulai dari keraguan diri di akademi hingga dicoret dari tim utama, namun ia selalu bangkit dan menjadi starter reguler.
- Di Como, Chalobah akan kembali bekerja sama dengan Cesc Fabregas, yang meyakinkannya untuk bergabung demi melanjutkan proyek ambisius klub promosi tersebut.

Setelah hampir dua dekade mengabdi di Chelsea, Trevoh Chalobah akhirnya memutuskan untuk membuka lembaran baru dengan bergabung bersama klub Serie A, Como 1907, pada bursa transfer musim panas ini. Bek berusia 27 tahun itu diboyong dengan nilai transfer mencapai ยฃ31 juta, sebuah langkah yang ia yakini sebagai babak baru dalam karier yang penuh liku.
Perjalanan Chalobah di Chelsea tidak pernah mulus. Sejak masa mudanya di akademi Cobham, ia kerap merasa tidak percaya diri, bahkan pernah menangis di dalam mobil karena merasa tidak sehebat rekan-rekannya seperti Mason Mount dan Declan Rice. Namun, justru dari situlah ia belajar arti ketangguhan. Puncaknya terjadi pada musim 2024, ketika ia dicoret dari latihan tim utama dan dijuluki sebagai bagian dari "bomb squad" oleh manajer saat itu, Enzo Maresca. Ia sempat dipinjamkan ke Crystal Palace, tetapi berhasil kembali dan menjadi pilar penting di lini belakang Chelsea.
Kepindahan Chalobah ke Como bukanlah keputusan yang diambil secara terburu-buru. Ia mengaku sempat mendapat tawaran dari Inter Milan, namun akhirnya memilih bergabung dengan proyek ambisius yang sedang dibangun oleh Cesc Fabregas. Fabregas, yang pernah menjadi rekan setimnya di Chelsea, berhasil meyakinkan Chalobah bahwa ia akan menjadi bagian penting dalam rencana jangka panjang klub. "Dia menjelaskan apa yang dia inginkan, cara dia melihat klub ini, dan bagaimana dia melihat saya cocok di sini," ujar Chalobah dalam wawancara di kamp pelatihan Como di Teddington, London barat daya.
Bagi Chalobah, kepindahan ke Italia bukanlah hal yang asing. Sebelumnya, ia pernah menjalani masa peminjaman di Lorient, Prancis, pada musim 2020-2021. Pengalaman itu membantunya beradaptasi dengan sepak bola Eropa dan membuka jalan bagi kariernya. Ia juga mengenang momen spesial ketika dipanggil Thomas Tuchel untuk memperkuat timnas Inggris di Piala Dunia 2022, menggantikan Tino Livramento yang cedera. Meski Inggris harus puas di posisi ketiga setelah kalah dari Argentina di semifinal, Chalobah tetap bangga dengan pencapaian tersebut.
Konteks Indonesia: Fenomena pemain Inggris yang merantau ke liga-liga Eropa non-unggulan seperti Serie A semakin menarik perhatian, termasuk di Indonesia. Bagi penggemar sepak bola Tanah Air, kepindahan Chalobah ke Como menjadi bukti bahwa kompetisi Italia tidak hanya dihuni oleh klub-klub besar, tetapi juga tim-tim yang sedang membangun kekuatan. Hal ini bisa menjadi inspirasi bagi pemain muda Indonesia untuk berani mencoba tantangan di luar negeri, meski harus meninggalkan zona nyaman.
Chalobah sendiri mengaku tidak menyimpan rasa getir terhadap Chelsea. Ia justru bersyukur atas semua pengalaman, baik suka maupun duka, yang telah membentuk dirinya menjadi pemain dan pribadi yang lebih matang. "Saya selalu ingin bermain untuk Chelsea apa pun kondisinya. Saya berterima kasih atas setiap kemunduran, setiap tantangan, dan setiap trofi yang saya menangkan," tuturnya. "Saya masuk sebagai anak muda dan pergi sebagai pria dewasa. Saya sangat bahagia dengan karier saya di sana."
Kini, Chalobah siap menghadapi tantangan baru di Como. Ia datang dengan membawa pengalaman, fisik yang kuat, dan jiwa kepemimpinan yang diharapkan bisa membantu klub yang baru saja kembali ke kasta tertinggi Italia itu untuk bersaing di level yang lebih tinggi. Dengan Fabregas sebagai nahkoda, Como menunjukkan ambisi besar untuk menembus papan atas Serie A. Pertanyaannya, mampukah Chalobah menjadi fondasi yang kokoh di lini belakang Como dan membawa klub ini meraih kesuksesan seperti yang ia lakukan di Chelsea?



