Tiga Kekalahan Beruntun, Pieter Huistra Pilih Benahi Skuad PSS Ketimbang Belanja Pemain
Baca dalam 60 detik
- PSS Sleman menelan tiga kekalahan beruntun di awal BRI Super League 2026/2027 dan terpuruk di peringkat ke-15 klasemen.
- Pelatih Pieter Huistra menolak tergesa-gesa mencari pemain baru karena bursa transfer paruh musim hanya menyediakan opsi terbatas.
- Huistra memilih mengoptimalkan potensi pemain yang ada sambil memanfaatkan jeda FIFA Matchday untuk memperbaiki performa tim.

PSS Sleman mengawali BRI Super League 2026/2027 dengan catatan yang jauh dari harapan. Tiga pertandingan pertama dilalui tanpa satu pun poin, membuat Super Elja untuk sementara terbenam di posisi ke-15 klasemen. Kekalahan dari Bali United (1-2), Madura United (1-3), dan Dewa United (1-2) memperlihatkan rapuhnya lini pertahanan yang sudah kebobolan tujuh gol, sementara lini serang hanya mampu mencetak tiga gol.
Menariknya, ketiga gol PSS sejauh ini lahir dari kaki pemain asing yang baru bergabung musim ini: Matheus Fornazari, Melvyn Lorenzen, dan Christophe Nduwarugira. Fakta itu menyiratkan bahwa rekrutan anyar sudah memberi kontribusi, tetapi belum diimbangi soliditas pemain lokal dan kerangka tim secara keseluruhan. Alih-alih panik, pelatih Pieter Huistra memilih pendekatan berbeda: membenahi apa yang sudah ada di dalam skuad.
Huistra mengakui bahwa upaya mendatangkan pemain baru di tengah kompetisi berjalan bukan perkara mudah. Menurutnya, klub-klub lain enggan melepas pemain berkualitas pada fase musim seperti ini. "Kami mencoba mendatangkan pemain baru, tetapi pada tahap musim seperti ini, semua klub lain hanya ingin melepas pemain yang kurang bagus," ujarnya, seperti dikutip dari Bola.com.
Karena itu, Huistra menegaskan tidak ingin terburu-buruburu mengambil keputusan di bursa transfer. Baginya, pemain anyar harus benar-benar memiliki kualitas yang bisa meningkatkan kekuatan tim. "Mereka tidak pernah ingin melepas pemain yang bagus. Saya tidak tertarik dengan pemain yang kurang bagus. Saya menginginkan pemain bagus yang bisa membuat tim lebih kuat," lanjutnya.
Pendekatan Huistra ini sejalan dengan prinsip manajemen skuad yang kerap diterapkan pelatih asal Belanda: memaksimalkan potensi internal sebelum mencari solusi dari luar. "Jika tidak mendapatkan pemain bagus, lebih baik kami mempertahankan pemain yang kami miliki dan membuat mereka lebih baik," kata Huistra. Pernyataan itu menegaskan bahwa ia lebih memilih jalur pembinaan dan taktik ketimbang belanja pemain yang berisiko.
BRI Super League kini memasuki jeda tiga pekan akibat agenda FIFA Matchday. Momen ini menjadi kesempatan berharga bagi PSS untuk melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi kebugaran, organisasi pertahanan, maupun efektivitas serangan. PSS dijadwalkan kembali berlaga pada 11 Oktober melawan PSM Makassar di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Laga melawan PSM akan menjadi ujian sekaligus peluang bagi Super Elja untuk memutus tren negatif. Jika Huistra berhasil membenahi skuad yang ada, bukan tidak mungkin PSS bangkit dan menjauh dari zona bawah. Namun, jika kekalahan berlanjut, tekanan terhadap manajemen dan pelatih dipastikan meningkat. Mampukah PSS memanfaatkan jeda ini untuk mengubah arah musim mereka?



