Liga-Liga Eropa Siap Bergulir: Real Madrid dan Barcelona Jadi Pusat Perhatian, Bagaimana Dampaknya bagi Pasar Sepak Bola Indonesia?
Baca dalam 60 detik
- Musim baru liga-liga top Eropa dimulai pekan ini dengan sejumlah perubahan besar, termasuk kembalinya Jose Mourinho ke Real Madrid dan perombakan skuad di beberapa klub.
- Persaingan di papan atas diprediksi semakin ketat, dengan Barcelona dan Inter Milan sebagai favorit, sementara Bayern Munich dan PSG masih mendominasi liga masing-masing.
- Bagi penggemar dan pelaku industri sepak bola di Indonesia, dinamika ini membuka peluang transfer pemain Asia Tenggara serta meningkatkan minat siaran langsung dan bisnis merchandise.

Liga-liga top Eropa kembali bergulir, dan musim ini menyajikan sejumlah narasi besar yang tak hanya menggugah pecinta sepak bola global, tetapi juga relevan bagi pasar sepak bola Indonesia yang semakin terhubung. Dari kembalinya Jose Mourinho ke Real Madrid hingga perombakan skuad di Inter Milan, kompetisi musim 2025/2026 diprediksi berlangsung sengit sejak pekan pertama.
La Liga menjadi sorotan utama dengan kembalinya Jose Mourinho ke Real Madrid, 13 tahun setelah ia hengkang. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat hubungan keduanya sempat retak. Namun, tantangan terbesar Mourinho bukan hanya membangun kembali kepercayaan, melainkan mengelola ego para bintang seperti Kylian Mbappe, Jude Bellingham, dan Vinicius Junior. Musim lalu, Real Madrid tampil pincang dengan lini belakang rapuh meski memiliki empat penyerang mematikan. Kedatangan Marc Cucurella, Ibrahima Konate, Denzel Dumfries, dan Bernardo Silva diharapkan memperbaiki pertahanan, sementara Vinicius Junior baru saja menandatangani kontrak baru setelah dikaitkan dengan Arsenal.
Di sisi lain, Barcelona yang dilatih Hansi Flick tetap difavoritkan meraih gelar ketiga beruntun, meski performa musim lalu tidak semoncer sebelumnya. Kehilangan Robert Lewandowski menjadi pekerjaan rumah, tetapi kehadiran Anthony Gordon dan Karim Adeyemi diharapkan mampu menggantikan ketajaman sang striker. Atletico Madrid, Villarreal, dan Real Betis diprediksi menjadi pesaing terdekat, sementara Malaga yang baru promosi dari kasta ketiga berjuang menghindari degradasi dengan skuad murah namun kompak. Valencia akan memainkan musim terakhir di Mestalla sebelum pindah stadion, sementara Rayo Vallecano terancam tidak bisa menggelar laga kandang karena izin stadionnya dicabut oleh pemerintah daerah Madrid.
Di Serie A, Inter Milan kembali difavoritkan mempertahankan scudetto, meski banyak yang menilai karena minimnya pesaing. Napoli, AC Milan, Atalanta, dan Lazio semuanya berganti manajer, sementara Juventus dan AC Milan berada di bawah tekanan setelah gagal finis di empat besar. Ruben Amorim, yang kini menangani AC Milan, akan menjadi sorotan, terutama bagi penggemar Manchester United yang penasaran dengan kemampuannya. Napoli berharap Max Allegri bisa mengulang kesuksesan masa lalunya, sementara Como yang menjadi fenomena musim lalu harus berjuang menghadapi debut di Liga Champions dengan stadion yang belum selesai direnovasi. Cesc Fabregas, pelatih Como, berkomitmen untuk mempromosikan pemain muda Italia, sebuah langkah yang mungkin diikuti klub lain.
Bundesliga masih didominasi Bayern Munich yang musim lalu meraih double domestik dengan permainan menyerang yang memukau. Harry Kane, yang kini berusia 33 tahun, menunjukkan performa luar biasa dengan 98 gol dalam 94 pertandingan Bundesliga. Meski lini belakang dan kiper Manuel Neuer yang berusia 40 tahun diragukan, daya gedor Kane, Michael Olise, Luis Diaz, dan Ismael Saibari membuat mereka diunggulkan. Borussia Dortmund, RB Leipzig, dan Bayer Leverkusen tetap menjadi penantang, sementara Schalke 04 kembali ke kasta tertinggi setelah tiga tahun, memunculkan kembali derbi Revier yang panas. Elversberg, klub dari kota kecil berpenduduk 13.000 jiwa, menjadi kisah menarik setelah promosi bersejarah ke Bundesliga untuk pertama kalinya.
Sementara itu, Ligue 1 sepertinya akan kembali menjadi milik Paris St-Germain yang telah memenangkan 12 dari 14 gelar terakhir. Meski sempat kehilangan enam pertandingan musim lalu, PSG tetap tangguh dengan tambahan Maghnes Akliouche dan Lucas Digne. Namun, kepergian Bradley Barcola dan Ibrahim Mbaye ke Liverpool bisa menjadi pukulan. Monaco dan Lille, yang pernah memutus dominasi PSG, tidak diperkuat dengan baik. Marseille justru mengalami kesulitan finansial dan kehilangan pemain kunci. Di luar lima liga top, Mohamed Salah mengejutkan dengan bergabung ke Trabzonspor di Turki, sementara PSV Eindhoven berusaha meraih gelar Eredivisie keempat beruntun.
Bagi Indonesia, musim ini menawarkan peluang besar. Dengan semakin banyaknya pemain Asia Tenggara yang merambah Eropa, seperti pemain asal Thailand dan Vietnam yang kini bermain di liga-liga Eropa, dinamika ini bisa menjadi inspirasi bagi pesepak bola muda Indonesia. Selain itu, hak siar liga-liga Eropa di Indonesia selalu diminati, dan persaingan yang ketat akan meningkatkan jumlah penonton dan nilai komersial. Pertanyaan besarnya, akankah ada pemain Indonesia yang mampu menembus liga top Eropa dalam beberapa tahun ke depan? Dengan perkembangan akademi dan kerja sama klub lokal dengan klub Eropa, harapan itu bukan mustahil.



