Manchester United Incar Iliman Ndiaye: Kandidat Baru Penerus Peran Matheus Cunha
Baca dalam 60 detik
- Setan Merah dikabarkan telah membuka komunikasi dengan kubu Iliman Ndiaye, dengan Liverpool dan Arsenal juga ikut dalam perburuan.
- Ndiaye dinilai memiliki profil yang mirip dengan Matheus Cunha, yang sukses di musim pertamanya di Old Trafford.
- Harga jual Everton yang mencapai ยฃ75 juta menjadi batu sandungan, namun potensi kembalinya United ke Liga Champions bisa menjadi daya tarik utama.

Manchester United kembali mengincar talenta Premier League untuk memperkuat lini serang mereka. Setelah sukses dengan rekrutan Matheus Cunha musim lalu, klub asal Manchester itu kini dikabarkan membidik Iliman Ndiaye dari Everton. Langkah ini menunjukkan strategi jangka panjang manajemen INEOS yang ingin membangun skuad kompetitif tanpa harus mengeluarkan biaya fantastis di pasar transfer.
Menurut laporan CaughtOffside, United telah mengadakan pembicaraan dengan perwakilan Ndiaye, bersaing ketat dengan Liverpool dan Arsenal. Ketertarikan ini muncul setelah United gagal mendapatkan Crysencio Summerville yang memilih bergabung dengan Al Hilal. Ndiaye, yang sebelumnya menolak tawaran dari Arab Saudi, dikabarkan sangat antusias untuk tetap bermain di level tertinggi Eropa, menjadikannya kandidat ideal bagi tim asuhan Michael Carrick.
Ndiaye, pemain internasional Senegal berusia 26 tahun, memiliki kemiripan mencolok dengan Cunha. Keduanya sama-sama lincah, mampu bermain di kedua sisi sayap atau sebagai penyerang lubang, dan sangat piawai membawa bola. Musim lalu, Ndiaye mencatatkan rata-rata 2,3 dribel sukses per pertandingan, mengungguli Cunha yang hanya 1,3. Secara total, ia berada di peringkat kedua dengan 73 dribel sukses, hanya kalah dari Jeremy Doku (84) dari Manchester City.
Selain kemampuan dribelnya, Ndiaye juga produktif. Ia mencetak sembilan gol dan sembilan assist di liga musim lalu, serta menciptakan tujuh peluang emas. Angka ini sebanding dengan Cunha yang mencatatkan 12 gol dan assist, meski hanya membuat empat peluang emas. Lebih dari itu, Ndiaye juga aktif dalam bertahan dengan rata-rata 2,7 tekel dan intersep, serta 5,6 recoveries per laga, menunjukkan kontribusinya yang menyeluruh.
Namun, harga yang dipatok Everton sebesar ยฃ75 juta menjadi kendala utama. United menilai angka tersebut terlalu tinggi, meski di tengah inflasi pasar yang melonjak, nilai itu dianggap tidak terlalu berlebihan. Sebagai perbandingan, United hanya mengeluarkan dana serupa untuk mendatangkan Cunha dan Bryan Mbeumo setahun lalu. Dengan potensi kembalinya United ke Liga Champions, Ndiaye bisa menjadi investasi jangka panjang yang sepadan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perburuan Ndiaye ini menarik karena menunjukkan tren klub-klub besar Eropa yang semakin cerdas dalam berbelanja. Mereka tidak lagi tergiur nama besar, melainkan mencari pemain dengan profil statistik yang terbukti di liga ketat seperti Premier League. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang kerap boros membeli pemain asing tanpa riset mendalam.
Keputusan United untuk mendatangkan pemain seperti Ndiaye juga sejalan dengan filosofi INEOS yang mengedepankan keberlanjutan. Setelah sukses dengan rekrutan musim lalu seperti Senne Lammens yang memenangkan penghargaan Transfer of the Season, United berharap Ndiaye bisa memberikan dampak serupa. Namun, dengan harga yang tinggi, pertanyaannya adalah apakah United berani mengambil risiko atau akan mencari alternatif yang lebih murah.
Jika transfer ini terwujud, Ndiaye tidak hanya akan menjadi pelengkap lini serang, tetapi juga simbol ambisi United untuk kembali bersaing di papan atas. Dengan jadwal padat Liga Champions, kedalaman skuad menjadi krusial. Kehadiran pemain sekaliber Ndiaye bisa menjadi pembeda antara sekadar tampil di Eropa atau benar-benar berprestasi.
Akankah United berhasil mengamankan tanda tangan Ndiaye? Atau akankah Liverpool atau Arsenal yang mencuri start? Yang jelas, bursa transfer musim panas ini akan menjadi ujian nyata bagi strategi rekrutmen United di bawah era baru.



