Formula E Gaet Disney+ dan ESPN: Siaran Global 144 Negara, Gen4 Siap Menggebrak
Baca dalam 60 detik
- Kesepakatan streaming multi-tahun dengan Disney+ dan ESPN akan membawa Formula E ke 144 negara mulai musim 2026-27.
- Langkah ini memperkuat jangkauan global seri balap listrik di tengah persaingan dengan Formula 1 yang baru saja pindah ke Apple.
- Dengan mobil Gen4 yang lebih cepat dari F1, Formula E menargetkan jutaan penggemar baru melalui platform Disney.

Formula E, kejuaraan balap mobil listrik global, mengumumkan kemitraan strategis jangka panjang dengan Disney+ dan ESPN. Mulai musim 2026-27 yang dijadwalkan bergulir pada Desember mendatang, seluruh rangkaian balapan akan disiarkan secara langsung di lebih dari 144 negara melalui platform streaming raksasa hiburan tersebut.
Kesepakatan ini disebut sebagai tonggak bersejarah oleh Jeff Dodds, Chief Executive Formula E. Ia menilai kolaborasi dengan Disney membuka peluang besar bagi ajang balap yang dimiliki Liberty Global ini untuk menjangkau audiens yang jauh lebih luas. "Jangkauan global Disney yang tak tertandingi dan kemampuan berceritanya akan memperkenalkan Formula E kepada jutaan penggemar baru," ujar Dodds dalam pernyataan resminya, meski ia enggan mengungkapkan nilai kontrak yang disepakati.
Yang menarik, kesepakatan ini tidak menggantikan mitra penyiaran gratis-to-air (free-to-air) dan linear yang sudah ada. Sebaliknya, Disney+ dan ESPN akan melengkapi portofolio tersebut, memastikan aksesibilitas yang lebih luas bagi para penggemar di berbagai belahan dunia. Para pelanggan Disney+ akan menikmati siaran langsung setiap sesi di akhir pekan balapan, termasuk program di balik layar dan tayangan ulang balapan yang dapat diakses kapan saja.
Langkah Formula E ini terjadi di tengah dinamika persaingan siaran olahraga global. Sebelumnya, Apple resmi menggantikan ESPN milik Disney sebagai penyiar resmi Formula 1 di Amerika Serikat melalui kontrak lima tahun yang berlaku mulai musim ini. Dengan demikian, Disney kini justru memperkuat posisinya di ajang balap mobil listrik, sementara F1 beralih ke raksasa teknologi.
Bagi Indonesia, perkembangan ini membawa angin segar bagi penggemar balap yang selama ini mengandalkan siaran televisi atau platform streaming lainnya. Dengan hadirnya Disney+ yang cukup populer di Tanah Air, akses untuk menyaksikan aksi para pembalap listrik seperti Jake Dennis atau Pascal Wehrlein dipastikan semakin mudah. Ini juga menjadi peluang bagi industri otomotif listrik nasional untuk terus berkembang, seiring meningkatnya popularitas balap ramah lingkungan di kancah global.
Formula E sendiri tengah bersiap memasuki era baru dengan mobil Gen4 yang lebih bertenaga. Mobil ini mampu melesat dari 0 hingga 60 mph dalam waktu sekitar 1,8 detik, bahkan lebih cepat dari mobil Formula 1. Musim depan akan menampilkan 21 putaran yang tersebar di 13 lokasi, menegaskan ambisi seri ini untuk menjadi ajang balap global yang kompetitif dan menghibur.
Musim balap saat ini masih menyisakan satu putaran terakhir di London akhir pekan ini, dengan gelar juara pembalap masih terbuka lebar. Ketegangan di puncak klasemen menjadi tontonan menarik sebelum Formula E memasuki babak baru dengan dukungan Disney.
Ke depan, pertanyaannya adalah bagaimana Disney akan memanfaatkan kekuatan storytelling-nya untuk mengangkat profil Formula E di mata publik global. Akankah kolaborasi ini mampu menyaingi popularitas Formula 1 yang telah mapan? Atau justru menjadi awal dari pergeseran minat penonton menuju balap yang lebih berkelanjutan? Waktu yang akan menjawab, namun satu hal yang pasti: lanskap siaran olahraga bermotor tengah berubah, dan Indonesia berpeluang menjadi salah satu pasar yang diuntungkan.



