Inggris Raya Dominasi Hari Pertama Kejuaraan Akuatik Eropa: Dua Emas dari Estafet 4x200m Gaya Bebas
Baca dalam 60 detik
- Tim estafet putra dan putri Inggris Raya mempersembahkan dua medali emas pada hari pembuka Kejuaraan Akuatik Eropa di Paris, menegaskan dominasi mereka di nomor 4x200m gaya bebas.
- Max Litchfield menambah koleksi medali dengan perunggu di nomor 400m medley individu, sementara rekor Irlandia di 100m dada dipecahkan dua kali oleh Jack Kelly.
- Dengan performa impresif ini, Inggris Raya menunjukkan kesiapan mereka sebagai kekuatan utama akuatik Eropa menjelang Olimpiade Los Angeles 2028.

Inggris Raya langsung tancap gas pada hari pertama Kejuaraan Akuatik Eropa di Paris, Senin (16/6). Dua tim estafet 4x200m gaya bebas, putra dan putri, sukses mempersembahkan medali emas, sementara Max Litchfield menambah satu perunggu di nomor 400m medley individu. Hasil ini langsung menempatkan Inggris Raya di puncak klasemen sementara perolehan medali, sekaligus memberi sinyal kuat bahwa mereka akan menjadi kekuatan yang sulit ditaklukkan di ajang ini.
Pada nomor estafet putra, kuartet James Guy, Duncan Scott, Matt Richards, dan Jack McMillan tampil gemilang dengan mencatat waktu 7 menit 1,52 detik. Mereka unggul tipis atas tuan rumah Prancis yang harus puas di posisi kedua, sementara Jerman melengkapi podium ketiga. Kemenangan ini terasa spesial karena terjadi di kandang lawan, dengan dukungan penuh penonton Paris yang mencoba memberikan tekanan psikologis.
Di sisi putri, Freya Anderson, Leah Schlosshan, Abbie Wood, dan Freya Colbert juga tampil perkasa. Mereka menyentuh dinding lebih dulu dengan catatan waktu 7 menit 45,93 detik, mengungguli Hungaria yang finis kedua dengan selisih lebih dari tiga detik. Atlet Netral B (Rusia) harus puas di posisi ketiga. Keberhasilan ganda ini menunjukkan kedalaman skuad Inggris Raya, baik dari segi kualitas individu maupun kekompakan tim.
Sementara itu, Max Litchfield harus mengakui keunggulan dua rivalnya di final 400m medley individu. Ilya Borodin dari Rusia yang tampil sebagai Atlet Netral memecahkan rekor kejuaraan dengan waktu 4 menit 8,17 detik, disusul Alberto Razzetti dari Italia di posisi kedua. Litchfield finis ketiga dengan waktu 4 menit 11,58 detik, sebuah pencapaian yang tetap layak diapresiasi mengingat ketatnya persaingan di nomor ini.
Kisah menarik datang dari Jack Kelly, perenang asal New York yang mewakili Irlandia melalui garis ibu. Kelly dua kali memecahkan rekor nasional Irlandia untuk nomor 100m dada pada hari yang sama. Di babak penyisihan ia mencatat 59,27 detik, lalu memperbaikinya menjadi 58,90 detik di semifinal. Ia finis kedua di belakang juara Olimpiade 2024 asal Italia, Nicolo Martinenghi, yang mencatat 58,67 detik. "Tembus di bawah 59 detik selalu menjadi mimpi saya, dan melihatnya terpampang di papan skor sungguh luar biasa," ujar Kelly. "Ini awal yang luar biasa, dan saya tidak sabar untuk melihat apa yang bisa saya lakukan selanjutnya."
Di semifinal lainnya, Adam Ramsay-Peaty, peraih perak Olimpiade Paris 2024, menjadi yang tercepat dengan 58,94 detik. Rekan setimnya, Filip Nowacki, mencatat waktu 59,03 detik yang merupakan rekor baru untuk perenang asal Jersey. Final 100m dada putra akan berlangsung Selasa (17/6) pukul 17.48 waktu setempat, dan dipastikan akan menjadi pertarungan sengit antara Martinenghi, Kelly, Ramsay-Peaty, dan Nowacki.
Bagi Indonesia, prestasi Inggris Raya ini menjadi pengingat akan pentingnya pembinaan renang sejak dini. Meski Indonesia belum memiliki tradisi kuat di nomor estafet, kehadiran perenang seperti Jack Kelly yang mewakili negara leluhurnya menunjukkan bahwa diaspora dapat menjadi berkah bagi pengembangan olahraga. Federasi Renang Indonesia (PRSI) dapat menjadikan momen ini sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat program pelatihan jarak menengah dan estafet, yang selama ini kerap menjadi titik lemah.
Dengan dua hari ke depan masih menyisakan banyak final, pertanyaan besarnya adalah: dapatkah Inggris Raya mempertahankan momentum ini dan menjadi juara umum? Atau justru akan ada kejutan dari negara-negara lain seperti Italia dan Hungaria yang tampil konsisten? Satu hal yang pasti, persaingan di Kejuaraan Akuatik Eropa tahun ini berlangsung sangat ketat dan menjanjikan tontonan menarik bagi pecinta olahraga air di seluruh dunia.



