Maresca Puji Duet Semenyo-Marmoush Usai City Kalahkan Atletico: 'Kami Butuh Lebih Tajam'
Baca dalam 60 detik
- Man City menutup tur Asia dengan kemenangan 3-1 atas Atletico Madrid, berkat dua gol Omar Marmoush yang dibantu Antoine Semenyo.
- Pelatih anyar Enzo Maresca menilai lini sayapnya semakin padu, namun menekankan penyelesaian akhir masih perlu diasah menjelang Community Shield.
- Dengan kembalinya Erling Haaland, lini depan City diprediksi makin mematikan, menjadi sinyal bagi rival-rival di Premier League.

Manchester City menuntaskan rangkaian pramusim Asia dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Atletico Madrid di Seoul World Cup Stadium, Minggu (9/8). Dua gol cepat Omar Marmoush pada awal babak kedua menjadi pembeda, sementara pelatih anyar Enzo Maresca mendapat jawaban positif atas eksperimen duet sayap Antoine Semenyo dan Marmoush yang tampil impresif sepanjang tur.
Di hadapan lebih dari 50.000 penonton, City sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Jorge Dominguez menjelang turun minum. Namun, dominasi penguasaan bola yang mereka bangun sejak awal akhirnya berbuah pada menit ke-57. Semenyo yang berlari cepat di sisi kiri melepaskan umpan silang yang disambar Marmoush untuk menyamakan kedudukan. Dua menit berselang, keduanya kembali berkolaborasi; umpan rendah Semenyo lagi-lagi dikonversi menjadi gol oleh penyerang asal Jerman itu. Rayan Ait-Nouri yang masuk sebagai pemain pengganti memastikan kemenangan lewat gol ketiga di masa injury time.
Bagi Maresca, pertandingan ini adalah ujian ideal menghadapi salah satu tim terkuat Eropa. "Secara keseluruhan, ini tes yang sangat bagus. Kami menghadapi tim dengan kualitas luar biasa," ujarnya. "Saya berterima kasih kepada para pemain atas usaha mereka. Mulai besok, pramusim selesai dan pekerjaan sesungguhnya dimulai."
Kemenangan ini menutup tur Asia dengan catatan manis: satu hasil imbang melawan Inter Milan (yang berujung kekalahan adu penalti), serta dua kemenangan atas K League All-Stars dan Atletico. Semenyo sendiri mencatatkan empat assist dalam tiga laga, sinyal bahwa ia bisa menjadi ancaman baru di sisi sayap. Savinho di sisi berlawanan juga menunjukkan perkembangan menjanjikan.
Meski puas dengan hasil, Maresca menggarisbawahi masih ada pekerjaan rumah di lini depan. "Kami harus lebih klinis. Ini yang perlu kami tingkatkan," tegasnya. "Perlahan kami sampai di sana, dan dengan Erling (Haaland) kami bisa lebih berbahaya. Hari ini Omar mencetak dua gol. Ini suntikan kepercayaan diri." Kehadiran Haaland yang sempat absen di tur ini jelas akan menambah dimensi baru bagi City, terutama dalam memanfaatkan peluang-peluang yang diciptakan dari sisi sayap.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, performa ini menjadi pengingat bahwa rotasi pemain di klub besar Eropa bisa berjalan mulus tanpa kehilangan identitas permainan. Maresca, yang baru tiga laga menukangi City setelah menggantikan Pep Guardiola, tampaknya berhasil mempertahankan filosofi penguasaan bola sambil memberikan ruang bagi pemain muda seperti Semenyo untuk bersinar. Ini juga menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang kerap kesulitan membangun kedalaman skuat: investasi pada pemain sayap cepat dan kerja sama antarlini bisa menjadi kunci membongkar pertahanan rapat.
Dengan Community Shield melawan Arsenal pada 16 Agustus sebagai ujian resmi pertama, Maresca harus segera menemukan formula terbaik. Pertanyaannya, apakah ia akan langsung memainkan Haaland bersama Marmoush, atau tetap mengandalkan Semenyo yang sedang dalam performa apik? Keputusan ini akan menentukan seberapa siap City menghadapi musim yang penuh tekanan, termasuk persaingan ketat di Premier League dan Liga Champions.



