De Rossi Sebut Bursa Transfer yang Masih Buka di Awal Musim sebagai 'Kebodohan Birokrasi'
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Genoa, Daniele De Rossi, mengkritik keras jendela transfer yang masih aktif hingga pekan kedua Serie A, menyebutnya sebagai 'kebodohan birokrasi'.
- Kritik ini sejalan dengan keluhan Gian Piero Gasperini dari AS Roma, yang menilai ketidakpastian skuat di awal musim merugikan semua klub.
- Situasi ini berdampak langsung pada persiapan Genoa, termasuk keputusan mengistirahatkan Brooke Norton-Cuffy karena masalah pasar transfer.

Pelatih Genoa, Daniele De Rossi, melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan bursa transfer yang masih dibuka hingga pekan kedua Serie A. Dalam pernyataannya, ia menyebut situasi ini sebagai 'kebodohan birokrasi' yang merugikan seluruh klub, terutama dalam mematangkan komposisi tim di awal musim.
Pernyataan De Rossi muncul sebagai respons atas keluhan serupa yang dilontarkan pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, setelah timnya menelan kekalahan 0-3 dari Brighton & Hove Albion dalam laga uji coba. Gasperini menilai bahwa ketidakpastian skuat akibat bursa transfer yang masih berjalan menjadi 'masalah' bagi semua klub, karena mereka belum bisa tampil dengan kekuatan penuh saat kompetisi resmi dimulai.
De Rossi, yang juga mantan pemain Roma, menegaskan bahwa keluhan para pelatih soal jendela transfer ini sudah berulang setiap tahun, namun tidak pernah ada langkah konkret untuk mengubahnya. "Bagaimana mungkin setiap tahun para pelatih mengeluhkan situasi ini, tetapi tidak ada yang melakukan apa-apa? Ini bukan hanya masalah Italia, tetapi merugikan semua orang di sepak bola," ujarnya.
Kritik ini menyoroti ironi dalam kalender sepak bola Eropa, di mana bursa transfer masih dibuka setelah kompetisi bergulir. Kondisi ini memaksa pelatih bekerja dengan skuat yang belum final, sementara pemain yang dipinjamkan atau dijual di menit-menit terakhir bisa mengubah rencana taktik secara drastis.
Bagi Genoa, situasi ini bukan sekadar wacana. Klub asal Liguria itu tengah menjalani pramusim yang berat, dengan kekalahan 0-1 dari Deportivo La Coruna di Trofeo Spagnolo. Rekrutan anyar Mario Mitaj kembali melakukan kesalahan yang berujung pada gol lawan, menambah deretan performa buruknya sejak bergabung. Sementara itu, Brooke Norton-Cuffy tidak diturunkan dalam laga tersebut, dan De Rossi mengakui bahwa keputusan itu terkait dengan situasi pasar transfer.
Kritik De Rossi dan Gasperini mencerminkan kegelisahan yang lebih luas di kalangan pelatih Eropa. Mereka menginginkan kepastian skuat sebelum musim dimulai, agar bisa menyusun strategi dan taktik secara matang. Namun, hingga kini, otoritas sepak bola Italia dan Eropa belum menunjukkan tanda-tanda akan mengubah regulasi tersebut.
Di Indonesia, wacana ini relevan dengan dinamika Liga 1 yang kerap menghadapi masalah serupa, di mana bursa transfer masih berjalan saat kompetisi berlangsung. Hal ini sering menjadi keluhan pelatih klub-klub Indonesia yang kesulitan mempertahankan pemain kunci di tengah musim. Meski skala dan regulasinya berbeda, esensi masalahnya sama: ketidakpastian yang mengganggu konsistensi tim.
De Rossi menegaskan bahwa situasi ini 'bodoh dan salah' dan terus berlarut-larut. Namun, pertanyaannya, akankah ada perubahan nyata? Atau para pelatih harus kembali bersuara setiap tahun tanpa hasil? Di tengah padatnya kalender sepak bola global, mungkin sudah saatnya otoritas terkait mendengarkan suara para pelatih yang setiap musim mengeluhkan hal yang sama.



