Tol Prosiwangi Seksi 1-2 Rampung, Gerbang Baru Ekonomi Jawa Timur Segera Dibuka
Baca dalam 60 detik
- Ruas tol sepanjang 24 kilometer di kawasan Tapal Kuda telah mengantongi Sertifikat Laik Operasi dan siap beroperasi.
- Proyek ini menjadi penopang target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen melalui efisiensi logistik dan konektivitas kawasan industri.
- Dengan progres konstruksi yang terus berjalan, ketersambungan tol dari Probolinggo hingga Banyuwangi ditargetkan rampung dalam beberapa tahun ke depan.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengumumkan bahwa dua seksi awal Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi), yakni Seksi 1 dan Seksi 2, telah menyelesaikan seluruh pekerjaan konstruksi dan memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO). Ruas sepanjang 24 kilometer yang menghubungkan Suko hingga Paiton ini siap beroperasi, membuka babak baru konektivitas di kawasan timur Pulau Jawa.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan jalan tol bukan sekadar proyek fisik, melainkan instrumen strategis untuk pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi daerah. “Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional,” ujarnya di Jakarta, Jumat (pekan ini). Pernyataan ini menegaskan arah kebijakan pemerintah yang menjadikan infrastruktur sebagai pengungkit utama pertumbuhan.
Secara keseluruhan, Tol Prosiwangi membentang 175,4 kilometer dan terbagi dalam tujuh seksi. Seksi 1 (Suko–Kraksaan) sepanjang 12,8 kilometer dan Seksi 2 (Kraksaan–Paiton) 11,2 kilometer kini telah rampung. Sementara itu, Seksi 3 (Paiton–Besuki) sepanjang 25,6 kilometer masih dalam proses Uji Laik Fungsi Operasi (ULFO), menunjukkan progres yang konsisten menuju ketersambungan penuh koridor tol di wilayah timur Jawa.
Kehadiran tol ini diproyeksikan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi di kawasan Tapal Kuda. Dengan akses yang lebih lancar, kawasan industri, pusat distribusi, dan destinasi wisata unggulan seperti Banyuwangi akan semakin mudah dijangkau. Efisiensi logistik yang dihasilkan diharapkan mampu menekan biaya distribusi, meningkatkan daya saing produk lokal, dan membuka lapangan kerja baru.
Proyek ini juga merupakan bagian dari transformasi Kementerian PU yang bertajuk PU608, sebuah program untuk menghadirkan infrastruktur yang mendukung efisiensi ekonomi, memperkuat daya saing nasional, dan berkontribusi pada target pertumbuhan ekonomi 8 persen. Melalui penurunan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) dan peningkatan produktivitas, pemerintah berharap investasi infrastruktur dapat memberikan dampak berganda bagi perekonomian.
Bagi masyarakat dan pelaku usaha di Jawa Timur, pengoperasian seksi awal ini menjadi angin segar. Mobilitas barang dan orang dari Probolinggo menuju kawasan industri Paiton dan sekitarnya akan semakin cepat. Para pengusaha logistik menilai bahwa keberadaan tol ini akan memangkas waktu tempuh secara signifikan, yang pada akhirnya menurunkan biaya operasional.
Namun, tantangan tetap ada. Penyelesaian seksi-seksi berikutnya, terutama Seksi 4 hingga Seksi 7 yang melintasi medan lebih berat, membutuhkan pendanaan dan waktu yang tidak sedikit. Pemerintah perlu memastikan keberlanjutan proyek agar manfaat ekonomi yang dijanjikan dapat terwujud penuh. Pertanyaan yang menggantung: akankah seluruh ruas Tol Prosiwangi dapat beroperasi sesuai target, dan bagaimana dampaknya terhadap pemerataan ekonomi di ujung timur Pulau Jawa?



