Newcastle Incar Luka Sucic, 'Kembaran' Szoboszlai untuk Bangkit dari Krisis
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United dikabarkan mengincar gelandang Real Sociedad, Luka Sucic, sebagai solusi tengah musim panas setelah kehilangan sejumlah bintang.
- Sucic, yang pernah dilatih Matthias Jaissle di Salzburg, dinilai memiliki profil fisik dan kemampuan menembak mirip Dominik Szoboszlai.
- Kedatangan Sucic bisa menjadi langkah awal kebangkitan Newcastle di bawah manajer baru, sekaligus 'balas dendam' atas gagalnya merekrut Szoboszlai pada 2023.

Newcastle United tengah berupaya keluar dari keterpurukan dengan membidik gelandang Real Sociedad, Luka Sucic, sebagai rekrutan anyar musim panas ini. Langkah ini diambil di tengah ditinggalkannya sejumlah pilar utama seperti Bruno Guimaraes dan Sandro Tonali, serta mundurnya Eddie Howe dari kursi manajer.
Menurut laporan Daily Mail, pelatih anyar Newcastle, Matthias Jaissle, telah mengajukan pertanyaan mengenai kemungkinan transfer pemain berusia 23 tahun tersebut. Sucic, yang pernah menjadi anak asuh Jaissle di RB Salzburg, dinilai memiliki karakteristik permainan yang mirip dengan bintang Liverpool, Dominik Szoboszlai—baik dari segi fisik maupun kemampuan melepaskan tembakan.
Kehadiran Sucic diharapkan mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan para gelandang serang Newcastle. Sebelumnya, klub asal Tyneside itu gagal mendatangkan sejumlah target, termasuk Johan Manzambi dan Victor Munoz, yang menolak tawaran mereka. Kekalahan beruntun dalam bursa transfer ini disebut menjadi salah satu faktor mundurnya Howe setelah hampir lima tahun membesut The Magpies.
Konteks Indonesia: Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, kabar ini menambah daftar panjang drama bursa transfer Eropa yang selalu menarik diikuti. Newcastle, yang sempat menjadi milik bersama Amanda Staveley dan konsorsium Arab Saudi, kini tengah berada dalam fase transisi. Keputusan Jaissle untuk merekrut pemain yang pernah dilatihnya bisa menjadi sinyal bahwa klub ingin kembali ke jalur prestasi, sekaligus memberikan tontonan menarik bagi publik sepak bola nasional yang kerap menjadikan Premier League sebagai liga favorit.
Sucic bergabung dengan Sociedad dari Salzburg pada 2024 dengan nilai transfer sekitar 8 juta poundsterling. Namun, di La Liga, ia hanya mampu mencatatkan 10 kali starter dengan tiga gol musim lalu. Performa kurang konsisten ini membuatnya dianggap membutuhkan perubahan suasana untuk mengeluarkan potensi terbaiknya. Sebelum pindah ke Spanyol, Sucic tampil impresif di Austria dengan rata-rata 4,5 duel, 2,1 dribel, dan 5,3 recoveries per pertandingan—angka yang mencerminkan kemampuannya dalam transisi dari lini tengah ke lini serang.
Menariknya, Sucic dan Szoboszlai sama-sama menimba ilmu di Salzburg dan berkembang bersama. Szoboszlai sendiri sempat menjadi incaran Newcastle pada 2023, namun gagal setelah Liverpool membajaknya dengan nilai 60 juta poundsterling. Kini, Newcastle berpeluang mendapatkan pemain dengan profil serupa, yang bisa menjadi semacam 'balas dendam' atas kegagalan tersebut.
Di bawah asuhan Jaissle, Newcastle sejatinya telah mendatangkan dua gelandang anyar, Sean Steur dan Aladji Bamba. Namun, kehadiran Sucic akan memberikan opsi lebih dalam mengisi peran gelandang serang yang ditinggalkan para bintang. Jaissle, yang mengenal betul kapasitas Sucic, diyakini menjadi faktor kunci dalam potensi kesepakatan ini.
"Dia (Sucic) cukup mirip dengan Dominik Szoboszlai dalam hal fisik dan kemampuan melepaskan tembakan," demikian penilaian salah satu jaringan pemantau bakat, seperti dikutip media Inggris.
Keputusan Newcastle untuk mendatangkan Sucic akan menjadi ujian bagi Jaissle dalam membangun kembali skuad yang sempat kehilangan arah. Akankah langkah ini mampu mengembalikan kejayaan The Magpies di Premier League? Atau justru menjadi awal dari babak baru yang penuh tantangan? Publik sepak bola, termasuk di Indonesia, tentu akan menantikan kelanjutan saga transfer ini.



