Kerr Bawa MI London Menang Dramatis, Asa ke Playoff The Hundred Masih Tipis
Baca dalam 60 detik
- Melie Kerr mencetak 69 run tidak terkalahkan, termasuk empat six, untuk mengangkat MI London dari posisi kritis 23-5 menjadi 122-9.
- Kemenangan tiga run atas London Spirit ini menjadi yang pertama bagi MI London setelah lima kekalahan beruntun, meski peluang lolos tetap bergantung pada hasil tim lain.
- Dengan dua pertandingan tersisa, MI London dan London Spirit sama-sama membutuhkan kemenangan telak untuk memperbaiki net run-rate dan berharap hasil lain berpihak.

Melie Kerr tampil sebagai pahlawan tunggal bagi MI London dalam lanjutan The Hundred kompetisi kriket putri. All-rounder asal Selandia Baru itu mencetak 69 run tidak terkalahkan dari 41 bola, lengkap dengan empat six, untuk membawa timnya meraih kemenangan tipis tiga run atas London Spirit. Hasil ini sekaligus memutus rentetan lima kekalahan beruntun MI London dan menjaga asa tipis mereka untuk lolos ke babak playoff.
Pertandingan yang berlangsung di Lord's itu nyaris menjadi mimpi buruk bagi MI London. Mereka sempat terpuruk di posisi 23-5 dan 64-8, dan tampak di ambang eliminasi. Namun Kerr, yang sebelumnya belum pernah mencetak six di The Hundred, justru tampil agresif. Ia melancarkan serangan balik dengan mengumpulkan 26 run dari 10 bola terakhir, termasuk tiga six yang dilontarkan ke arah kapten London Spirit, Charlie Dean, yang sebelumnya dominan dengan tiga wicket.
Perjuangan Kerr tidak sendirian. Chinelle Henry menyumbang 22 run dari 15 bola, menjadi satu-satunya pemain MI London lain yang mencapai angka ganda. Namun, momen krusial terjadi saat Kerr dan Henry membangun kemitraan yang mengubah arah permainan. Di sisi lain, London Spirit sebenarnya sempat berada di jalur kemenangan setelah pasangan Nadine de Klerk (35) dan Marizanne Kapp membangun kemitraan 42 run. Namun, kepergian de Klerk mengubah momentum. Keputusan kontroversial London Spirit yang menaikkan Charis Pavely dan Katie George di atas pemukul kuat asal Hindia Barat, Deandra Dottin, justru menjadi bumerang. Dottin memang sempat mencetak dua four beruntun, tetapi Nicola Carey dari MI London berhasil bertahan dengan kebutuhan enam run dari bola terakhir, dan London Spirit hanya mampu mencapai 119-8.
Kemenangan ini memang dramatis, tetapi posisi MI London di klasemen belum aman. Mereka kini memiliki dua pertandingan tersisa dan harus menang dengan selisih run yang besar untuk memperbaiki net run-rate. Di saat yang sama, mereka juga berharap hasil pertandingan lain berpihak. London Spirit berada dalam situasi serupa, sehingga laga-laga berikutnya akan menjadi penentu nasib kedua tim.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, performa Kerr ini menjadi pengingat bahwa kriket putri semakin kompetitif dan penuh kejutan. Meski The Hundred belum sepopuler di Indonesia, turnamen ini menarik perhatian global karena formatnya yang cepat dan strategi yang dinamis. Ke depan, perkembangan kriket putri di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, bisa terinspirasi oleh ketangguhan pemain seperti Kerr yang mampu mengubah jalannya pertandingan seorang diri. Pertanyaannya, akankah MI London mampu memanfaatkan momentum ini untuk lolos ke playoff, atau justru gagal di tengah jalan? Semua akan terjawab dalam dua laga pamungkas mereka.



