Oasis Dikabarkan Kembali ke Knebworth 2027: Izin Enam Konser 125.000 Penonton Sudah Kantongi
Baca dalam 60 detik
- Otoritas setempat telah menyetujui izin konser massal di Knebworth, memicu spekulasi Oasis akan menggelar enam pertunjukan di sana pada 2027.
- Rencana tur lanjutan disebut mencakup 12 malam di Etihad Stadium, Manchester, sebelum pindah ke Knebworth pada September.
- Pengumuman resmi dijadwalkan bulan ini, bertepatan dengan peringatan 31 tahun konser bersejarah Oasis di lokasi yang sama.

Spekulasi mengenai kembalinya Oasis ke panggung Knebworth pada 2027 semakin memanas setelah promotor resmi mendapatkan izin untuk menggelar konser massal di lokasi bersejarah tersebut. Izin yang diberikan kepada SJM Concerts oleh North Hertfordshire Council itu memungkinkan penyelenggaraan acara dengan kapasitas hingga 125.000 penonton per malam, bahkan hingga larut malam. Meski belum ada konfirmasi resmi mengenai artis yang akan tampil, berbagai sumber menyebut Oasis menjadi kandidat terkuat untuk mengisi enam malam pertunjukan di sana.
Keputusan ini langsung memicu gelombang antusiasme di kalangan penggemar Britpop, terutama karena Knebworth memiliki tempat khusus dalam sejarah Oasis. Pada 1996, dua konser mereka di lokasi yang sama menarik lebih dari 2,6 juta permintaan tiket, sebuah rekor permintaan terbesar dalam sejarah musik Inggris. Kini, jika enam pertunjukan benar-benar terwujud, Oasis akan menjadi satu-satunya musisi yang tampil enam kali di venue terbuka tersebut, melampaui rekor yang mereka ciptakan sendiri.
Selain Knebworth, beredar kabar bahwa Oasis juga berencana menggelar residensi 12 malam di Etihad Stadium, markas Manchester City, yang dimulai pada Juni 2027. Seorang sumber yang dikutip oleh kolom Bizarre dari The Sun mengungkapkan bahwa jadwal tur telah disusun, dengan 12 malam di Etihad selama enam pekan, kemudian disusul enam pertunjukan di Knebworth pada September. "Tanggal bisa ditambah, tapi untuk saat ini itulah rencana induknya," ujar sumber tersebut.
Kabar ini semakin diperkuat oleh pernyataan Liam Gallagher di media sosial. Ketika seorang penggemar bertanya tentang kelanjutan aksi khasnya saat lagu "Cigarettes & Alcohol", Liam menjawab singkat, "Oh it will." Namun, ia tetap bungkam saat ditanya mengenai kemungkinan tampil di Slane Castle, Irlandia, atau berbagai venue di Skotlandia. Bahkan, ia sempat berkelakar dengan penggemar lain, "Stop trying to cause theatre." Sikap misterius ini justru membuat penggemar semakin yakin bahwa pengumuman resmi akan segera datang.
Jika benar terjadi, tur ini akan menjadi kelanjutan dari kesuksesan Oasis Live '25 yang memecahkan rekor penjualan tiket. Namun, pertanyaannya kini bukan hanya soal jumlah penonton, melainkan juga dampak ekonomi dan budaya yang akan ditimbulkan. Di Indonesia, fenomena ini menarik untuk dicermati, mengingat antusiasme penggemar musik tanah air terhadap konser internasional terus meningkat. Banyak yang berharap Oasis, yang pernah menjadi ikon generasi 90-an, dapat membawa gelombang nostalgia yang serupa di Asia Tenggara, meski belum ada indikasi resmi mengenai tur ke kawasan ini.
Para analis industri musik menilai bahwa kembalinya Oasis ke Knebworth bukan sekadar aksi nostalgia, melainkan strategi bisnis yang matang. Dengan memanfaatkan momentum tur reuni yang sukses, mereka dapat mengamankan pendapatan besar dari penjualan tiket, merchandise, dan hak siar. Selain itu, langkah ini juga memperkuat posisi Inggris sebagai destinasi utama konser musik dunia, terutama setelah pandemi. Namun, di sisi lain, kepadatan jadwal dan kapasitas besar juga menimbulkan tantangan logistik dan keamanan yang tidak bisa dianggap remeh.
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini tentu memicu harapan akan adanya siaran langsung atau tur Asia. Meski belum ada konfirmasi, sejarah menunjukkan bahwa Oasis pernah menggelar konser di Jakarta pada 1995 dan 2005. Dengan semakin terbukanya pasar musik Indonesia, bukan tidak mungkin mereka akan memasukkan Jakarta dalam daftar tur dunia. Namun, semua itu masih spekulasi. Yang pasti, pengumuman resmi yang dinanti-nantikan akan menjadi penentu arah langkah Oasis selanjutnya.
Pertanyaan yang kini menggantung: akankah enam malam di Knebworth benar-benar menjadi rekor baru, atau justru menjadi awal dari tur dunia yang lebih luas? Satu hal yang pasti, dunia musik sedang menunggu dengan napas tertahan.



