Motorola Solutions Naikkan Proyeksi Pendapatan, Sinyal Kuatnya Permintaan Keamanan Publik Global
Baca dalam 60 detik
- Motorola Solutions merevisi target pendapatan tahunan menjadi sekitar US$12,98 miliar, melampaui estimasi analis.
- Backlog pesanan mencapai rekor US$15,6 miliar, menunjukkan permintaan kuat untuk peralatan keselamatan publik.
- Kenaikan ini dipicu oleh belanja pemerintah AS dan akuisisi D-Fend yang memperluas lini bisnis ke teknologi anti-drone.

Motorola Solutions, pemasok utama peralatan komunikasi untuk aparat penegak hukum, mengerek proyeksi pendapatan tahunannya di atas perkiraan pasar. Langkah ini mencerminkan keyakinan perusahaan bahwa belanja sektor keamanan publik akan tetap solid hingga akhir tahun, didukung oleh kontrak-kontrak besar dari lembaga pemerintah Amerika Serikat.
Dalam laporan keuangan yang dirilis Senin (5/8), perusahaan yang berbasis di Chicago itu menaikkan panduan pendapatan tahun 2024 menjadi sekitar US$12,98 miliar, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar US$12,8 miliar. Angka tersebut lebih tinggi dari konsensus analis yang dihimpun LSEG, yang memperkirakan pendapatan di kisaran US$12,8 miliar. Revisi ini sekaligus menegaskan bahwa permintaan untuk radio dua arah, perangkat lunak penanganan panggilan darurat 911, serta kamera tubuh yang dipakai polisi masih tumbuh.
Kinerja kuartal kedua yang berakhir 4 Juli juga melampaui ekspektasi. Pendapatan tercatat US$3,13 miliar, mengungguli perkiraan pasar sebesar US$3 miliar. Salah satu pendorongnya adalah pengembalian tarif impor senilai US$60 juta atau setara US$0,25 per saham, yang memberikan tambahan keuntungan di tengah tekanan biaya global.
Yang lebih menarik, perusahaan menutup kuartal dengan backlog pesanan mencapai rekor US$15,6 miliar. Angka ini menjadi indikator kuat bahwa permintaan jangka panjang tetap terjaga, bahkan ketika banyak perusahaan teknologi lain mulai waspada terhadap perlambatan ekonomi. Motorola juga merevisi proyeksi laba per saham tahunan menjadi US$17,62 hingga US$17,72, naik signifikan dari panduan sebelumnya US$16,87โUS$16,99 dan berada di atas rata-rata estimasi analis yang sebesar US$16,98.
Di balik kinerja ini, akuisisi D-Fend Solutions beberapa waktu lalu menjadi katalis penting. Dengan mengakuisisi perusahaan asal Israel yang fokus pada teknologi anti-drone, Motorola tidak hanya memperkuat lini produk keamanan, tetapi juga membuka pasar baru di tengah meningkatnya kekhawatiran akan serangan drone di berbagai negara. Langkah ini dinilai analis sebagai upaya perusahaan untuk tetap relevan di era ancaman keamanan yang semakin kompleks.
Bagi Indonesia, kabar ini memberi sinyal positif bagi industri keamanan dalam negeri. Pertumbuhan Motorola menunjukkan bahwa belanja pemerintah untuk sistem keselamatan publik cenderung defensif dan tidak mudah terpengaruh fluktuasi ekonomi. Di tengah upaya modernisasi kepolisian dan penanganan darurat, pemerintah Indonesia bisa belajar dari ketahanan model bisnis semacam ini. Namun, perlu dicatat bahwa ketergantungan pada produk impor seperti radio dan kamera tubuh masih tinggi, sehingga fluktuasi nilai tukar dan kebijakan tarif bisa menjadi risiko.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah Motorola mampu mempertahankan momentum ini di tengah persaingan dari pemain baru seperti Anritsu dan Hytera, serta tekanan regulasi di berbagai negara. Dengan backlog yang tebal dan diversifikasi ke teknologi anti-drone, perusahaan tampaknya berada di jalur yang tepat. Namun, investor perlu mencermati apakah pertumbuhan ini berkelanjutan atau hanya didorong oleh siklus belanja pemerintah yang suatu saat bisa melambat.



