Nikkei Melonjak 3,6%: Optimisme AI dan Kesepakatan AS-Iran Menggerakkan Bursa Tokyo
Baca dalam 60 detik
- Indeks Nikkei ditutup menguat signifikan di tengah harapan pertumbuhan permintaan AI dan potensi normalisasi jalur minyak global.
- Pernyataan Menteri Keuangan AS mengenai dukungan untuk yen memicu pelemahan dolar, menambah sentimen positif di pasar saham.
- Kenaikan ini diproyeksikan berlanjut seiring rilis kinerja keuangan perusahaan besar yang solid, meski ada risiko intervensi mata uang.

Bursa saham Tokyo mengakhiri perdagangan Rabu dengan lonjakan signifikan, di mana indeks Nikkei ditutup naik lebih dari tiga persen. Penguatan ini dipicu oleh optimisme pasar terhadap prospek pertumbuhan permintaan kecerdasan buatan (AI) serta kabar potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat membuka kembali Selat Hormuz.
Indeks Nikkei 225 melesat 2.342,91 poin atau 3,66 persen ke level 66.300,44, sementara indeks Topix yang lebih luas juga menguat 84,39 poin atau 2,13 persen menjadi 4.046,17. Di pasar utama Prime Market, sektor logam non-besi, informasi dan komunikasi, serta produk kaca dan keramik menjadi pendorong utama kenaikan.
Lonjakan ini sejalan dengan penguatan bursa Amerika Serikat semalam, di mana Dow Jones dan S&P 500 ditutup pada rekor tertinggi. Pernyataan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, yang menyebut potensi kesepakatan AS-Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, langsung berdampak pada harga minyak mentah West Texas Intermediate yang turun ke kisaran 75 dolar AS per barel. Kondisi ini meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global.
Di pasar valuta asing, dolar AS sempat melemah ke kisaran 157 yen di Tokyo. Pelemahan ini dipicu kekhawatiran intervensi mata uang lebih lanjut setelah Bessent menegaskan komitmen Washington untuk mendukung Jepang dalam menjaga stabilitas yen. Sebelumnya, kedua negara melakukan aksi beli yen bersama untuk menahan depresiasi mata uang Jepang yang terlalu dalam.
Para analis menilai pernyataan Bessent memiliki kredibilitas tinggi di mata pelaku pasar. Masahiro Ichikawa, kepala strategi pasar di Sumitomo Mitsui DS Asset Management, mengungkapkan bahwa pernyataan tersebut dianggap sangat dapat dipercaya, sehingga memberikan dorongan positif bagi sentimen investor. Sementara itu, Maki Sawada, strategis di Nomura Securities, memperkirakan aksi beli selektif menyusul rilis kinerja keuangan akan terus berlanjut.
Kenaikan saham-saham terkait AI dan semikonduktor menjadi sorotan utama, mengikuti rentetan hasil keuangan yang kuat dari perusahaan-perusahaan besar AS dan Jepang. Optimisme ini tidak hanya terbatas pada pasar domestik, tetapi juga memberikan angin segar bagi bursa regional, termasuk Indonesia.
Bagi pasar Indonesia, penguatan bursa global ini menjadi sinyal positif bagi investor yang menantikan momentum pemulihan ekonomi. Meski demikian, ketidakpastian masih membayangi, terutama terkait kebijakan moneter AS dan dinamika geopolitik. Pertanyaannya, apakah reli ini akan bertahan lama atau hanya sekadar koreksi teknis di tengah gejolak global?



