Dory Funk Jr. Meninggal di Usia 85: Legenda Gulat AS yang Melegenda di Jepang
Baca dalam 60 detik
- Legenda gulat profesional asal Amerika Serikat, Dory Funk Jr., tutup usia di Florida pada usia 85 tahun, dikonfirmasi oleh WWE dan media AS.
- Funk dikenal luas di Jepang setelah mempertahankan gelar juara dunia NWA melawan ikon seperti Giant Baba dan Antonio Inoki pada era 1970-an.
- Warisan Funk tidak hanya di atas ring, tetapi juga melalui sekolah gulat yang ia dirikan, yang melahirkan banyak pegulat generasi baru.

Dory Funk Jr., salah satu nama terbesar dalam sejarah gulat profesional Amerika Serikat yang juga menorehkan jejak mendalam di Jepang, meninggal dunia di Florida. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh WWE dan sejumlah media AS pada Selasa (5/8/2026). Pria kelahiran Indiana tahun 1941 itu mengembuskan napas terakhir di usia 85 tahun, meninggalkan warisan yang tak lekang oleh waktu di dua benua.
Funk melesat ke puncak karier pada 1969 ketika merebut sabuk juara dunia kelas berat National Wrestling Alliance (NWA). Gelar tersebut ia pertahankan selama lebih dari empat tahun, sebuah pencapaian yang langka dan mengukuhkan namanya sebagai salah satu juara dengan masa pemerintahan terlama dalam sejarah gulat. Selama masa kejayaannya, ia tak hanya berjaya di Amerika, tetapi juga menjadi langganan ring-ring Jepang yang saat itu tengah bergairah menyambut era emas gulat profesional.
Di Jepang, nama Funk bersinar melalui serangkaian laga defensif yang legendaris. Ia tercatat pernah mempertahankan gelar melawan raksasa gulat seperti Giant Baba dan Antonio Inoki, dua sosok yang kelak menjadi ikon nasional. Pertarungan-pertarungan itu bukan sekadar tontonan, melainkan menjadi jembatan budaya yang memperkenalkan gaya gulat Amerika ke publik Jepang dan sebaliknya. Popularitas Funk di Negeri Sakura bahkan menyaingi ketenarannya di tanah kelahirannya, sebuah fenomena yang jarang terjadi pada masa itu.
Kiprah Funk tidak berhenti di atas ring. Pada 2009, ia dilantik ke dalam WWE Hall of Fame bersama adiknya, Terry Funk, yang lebih dulu berpulang pada 2023 di usia 79 tahun. Keduanya dikenal sebagai duo tag team yang tangguh dan menjadi inspirasi bagi banyak pegulat generasi berikutnya. Setelah pensiun, Dory Funk Jr. mengabdikan diri untuk melatih pegulat muda di sekolah gulat yang ia dirikan, sebuah langkah yang memastikan pengetahuannya terus hidup meski ia telah tiada.
Bagi penggemar gulat di Indonesia, kabar ini mungkin terasa jauh, tetapi pengaruh Dory Funk Jr. sebenarnya turut membentuk lanskap gulat yang kita kenal sekarang. Gaya bertarungnya yang teknis dan karismatik menjadi acuan bagi banyak pegulat Asia, termasuk yang tampil di ring-ring Indonesia pada era 1990-an. Meski popularitas gulat di Tanah Air sempat meredup, warisan para legenda seperti Funk tetap hidup melalui tayangan ulang dan komunitas penggemar yang setia.
Kepergian Dory Funk Jr. menandai berakhirnya satu era dalam gulat profesional. Namun, pertanyaan yang menggantung adalah: akankah generasi baru pegulat mampu meneruskan standar kehebatan yang ia contohkan? Dengan sekolah gulat yang ia tinggalkan, mungkin saja jawabannya sudah tersimpan di sana, menunggu untuk ditemukan oleh para penerusnya.



