Ariana Grande Bantah Istirahat karena Hujatan: Keputusan Sudah Direncanakan Jauh Hari
Baca dalam 60 detik
- Ariana Grande menegaskan jeda dari sorotan publik setelah tur Eternal Sunshine adalah keputusan terencana, bukan reaksi atas kritik daring.
- Pengumuman ini muncul setelah ia mundur dari produksi West End 'Sunday in the Park with George' dan beredar isu soal kesehatannya.
- Langkah ini menyoroti tekanan psikologis yang dihadapi selebritas di era media sosial, relevan dengan fenomena serupa di industri hiburan Indonesia.

Penyanyi Ariana Grande akhirnya angkat bicara di tengah konsernya di Chicago, Amerika Serikat, Senin (3/8) malam waktu setempat. Ia menegaskan bahwa keputusan untuk rehat dari dunia hiburan setelah tur Eternal Sunshine bukanlah respons impulsif terhadap kritik warganet, melainkan pilihan yang telah dirancang lama. Pernyataan ini sekaligus meredam spekulasi yang berkembang setelah timnya mengumumkan rencana jeda tersebut akhir pekan lalu.
Dalam pidato selama empat menit di hadapan penonton, pelantun "7 Rings" itu menyebut pengumuman yang beredar bukanlah sesuatu yang reaktif. "Itu adalah keputusan yang saya buat dengan tenang, sejak lama," ujarnya, seperti dikutip dari pernyataan resmi. Ia juga membantah bahwa komentar negatif tentang tubuhnya di media sosial menjadi pemicu utama. Baginya, cinta dari penggemar adalah hal yang paling nyata dibanding kebisingan di luar sana.
Keputusan Ariana ini tidak datang sendiri. Beberapa hari sebelumnya, ia dikabarkan mundur dari produksi West End berjudul "Sunday in the Park with George", di mana ia dijadwalkan beradu peran dengan lawan mainnya di Wicked, Jonathan Bailey. Pihak produksi menyatakan dukungan penuh atas langkah tersebut. Sebelumnya, perwakilan Ariana juga mengonfirmasi bahwa ia akan mengurangi aktivitas publik setelah tur berakhir, dengan alasan kelelahan dan tekanan yang terus-menerus.
Fenomena ini menarik dicermati di tengah budaya digital yang kian intens. Tekanan publik terhadap penampilan fisik selebritas bukan hal baru, tetapi media sosial telah memperbesar dampaknya. Di Indonesia, fenomena serupa juga kerap terjadi, di mana para artis harus berhadapan dengan komentar pedas warganet yang kadang berujung pada gangguan kesehatan mental. Kasus Ariana bisa menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap panggung, ada manusia yang rentan terhadap sorotan.
Ariana sendiri bukan pertama kalinya berbicara tentang isu tubuh. Sejak 2023, ia kerap menanggapi komentar warganet. Dalam single "Yes, And?" (2024), ia menyanyikan lirik yang menohok: "Jangan komentari tubuhku, jangan balas. Urusanmu adalah urusanmu, dan urusanku adalah urusanku." Ia juga pernah menjelaskan bahwa perubahan penampilannya adalah hasil dari gaya hidup lebih sehat, termasuk pola makan vegan dan berhenti mengonsumsi alkohol.
Keputusan ini juga datang di tengah kesuksesan kariernya yang sedang menanjak. Setelah membintangi Wicked, ia dinanti dalam sekuel "Wicked: For Good" yang disutradarai Jon M. Chu. Tur Eternal Sunshine sendiri disebutnya sebagai salah satu pengalaman paling menyembuhkan dalam hidupnya. Namun, di balik pencapaian itu, ada harga yang harus dibayar. Sumber dari Page Six menyebut Ariana "terlalu banyak bekerja", sementara sumber lain menilai tekanan publik lebih berat daripada beban kerjanya.
Ke depannya, publik akan melihat bagaimana Ariana menjalani masa jedanya. Apakah ini akan menjadi titik balik bagi industri hiburan untuk lebih peduli pada kesehatan mental para artisnya? Di Indonesia, diskusi serupa mulai mengemuka, terutama setelah beberapa musisi dan aktor buka suara tentang kelelahan mental. Mungkin sudah saatnya industri hiburan, baik di level global maupun lokal, memberikan ruang lebih bagi para talentanya untuk beristirahat tanpa dihakimi.



