Bono dan Ribuan Pelayat Ucapkan Selamat Jalan untuk Glen Hansard di Katedral Dublin
Baca dalam 60 detik
- Lebih dari 11.000 orang menghadiri acara penghormatan terakhir di Museum Seni Modern Irlandia sebelum pemakaman Glen Hansard.
- Bono membacakan puisi dan menyanyikan 'Beautiful Day' sebagai penghormatan terakhir untuk sahabatnya yang dikenal sebagai aktivis kemanusiaan.
- Kematian Hansard menyoroti pentingnya keselamatan berkendara, mengingat kecelakaan motor yang merenggut nyawanya di usia 56 tahun.

Dublin larut dalam duka. Ribuan orang, termasuk musisi papan atas seperti Bono, Eddie Vedder, dan Hozier, memadati Katedral St. Patrick pada Selasa (04/08/26) untuk mengantar kepergian Glen Hansard, musisi dan aktivis asal Irlandia yang meninggal dunia akibat kecelakaan sepeda motor pekan lalu. Kepergian pria berusia 56 tahun itu tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarga dan rekan sejawatnya, tetapi juga bagi para penggemar yang selama ini mengagumi karya dan perjuangannya.
Prosesi pemakaman ini merupakan puncak dari gelombang duka yang meluas. Sehari sebelumnya, lebih dari 11.000 orang mengantre untuk memberikan penghormatan terakhir di Museum Seni Modern Irlandia, di mana jenazah Hansard disemayamkan dalam peti anyaman bambu ditemani dua gitar kesayangannya. Ribuan lainnya memadati jalan-jalan di sekitar katedral dan menyaksikan jalannya misa melalui layar raksasa yang dipasang di luar gedung.
Hansard dikenal luas sebagai vokalis The Frames dan setengah dari duo The Swell Season bersama Markéta Irglová. Namanya melambung lewat film musikal 'Once' yang meraih Oscar untuk lagu 'Falling Slowly' pada 2008. Namun, di balik ketenarannya, ia adalah sosok yang gigih memperjuangkan isu tunawisma, krisis perumahan, dan kemanusiaan. Kegiatan amal tahunannya, 'Christmas Eve Busk' untuk Simon Community, telah menjadi tradisi yang dinanti-nantikan di Irlandia.
Dalam misa yang dipimpin Dekan Katedral St. Patrick, Yang Terhormat William Morton, suasana haru begitu terasa. Eddie Vedder dan Markéta Irglová membawakan lagu 'The Song of Good Hope', sementara Bono membacakan puisi panjang sebelum melantunkan 'Beautiful Day' milik U2. Lagu 'Forever Young' karya Bob Dylan mengiringi keluarnya peti jenazah Hansard dari katedral, menandai akhir dari sebuah perjalanan hidup yang penuh makna.
Istri Hansard, Maire Saaritsa, dalam pidato dukanya menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kehidupan yang telah mereka lalui bersama, "mencari kebenaran dan keindahan berdampingan." Ia juga menjelaskan ketidakhadiran putra mereka yang berusia tiga tahun, Christy, karena dinilai terlalu muda untuk menyaksikan acara sebesar itu. Meski demikian, ia menegaskan bahwa semangat cemerlang sang anak adalah warisan dari ayahnya.
Bono, yang datang bersama istri dan kedua putrinya, telah lebih dulu menyampaikan penghormatan melalui pernyataan resmi. Ia menggambarkan Hansard sebagai "malaikat agung yang ceria dan nakal dari Ballymun," sosok yang selalu peduli pada mereka yang hidup di jalanan. "Dia tidak akan pernah bisa berjalan melewati orang yang hidup di jalanan tanpa memastikan mereka baik-baik saja," tulis Bono, menggambarkan dedikasi Hansard yang tidak hanya sekadar kata-kata, tetapi juga aksi nyata.
Kepergian Hansard juga meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan sejawatnya. Steve Coogan, yang pernah bekerja sama dalam adaptasi panggung 'Philomena', serta Imelda May yang telah bersahabat dengannya selama lebih dari tiga dekade, turut hadir. Angeline Ball, lawan mainnya di film 'The Commitments' (1991), menjadi salah satu pelayat pertama yang tiba. Peran Hansard sebagai gitaris Outspan Foster di film tersebut menjadi pintu masuknya ke kancah internasional, jauh sebelum kesuksesan 'Once'.
Di tengah duka, publik Indonesia pun dapat menarik pelajaran berharga dari kehidupan Hansard. Dedikasinya pada isu sosial, terutama tunawisma dan krisis perumahan, mengingatkan bahwa musisi memiliki peran penting dalam menyuarakan kepedulian terhadap sesama. Di Indonesia, di mana isu kesenjangan sosial dan perumahan juga menjadi tantangan, semangat Hansard bisa menjadi inspirasi bagi para seniman untuk lebih aktif dalam aksi-aksi kemanusiaan.
Kecelakaan sepeda motor yang merenggut nyawa Hansard juga menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan berkendara. Di Indonesia, di mana sepeda motor adalah moda transportasi utama, angka kecelakaan lalu lintas masih tinggi. Kisah Hansard dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas dan menggunakan perlengkapan keselamatan.
Warisan Hansard akan terus hidup melalui musiknya dan perjuangannya. Namun, pertanyaan yang menggantung adalah: akankah semangat filantropi dan kepedulian sosial yang ia contohkan dapat menginspirasi generasi musisi berikutnya, baik di Irlandia maupun di Indonesia, untuk tidak hanya berkarya di atas panggung, tetapi juga turun tangan dalam menyelesaikan masalah sosial? Hanya waktu yang akan menjawab.



