Pencetak Sejarah Piala Dunia Tinggalkan Kursi Pelatih: Bubista Berlabuh di Maroko
Baca dalam 60 detik
- Bubista mengundurkan diri sebagai pelatih Cape Verde untuk menangani RS Berkane, klub Maroko yang tengah naik daun.
- Kepergiannya menjadi bagian dari gelombang pergantian pelatih di sepuluh negara Afrika pasca-Piala Dunia 2026.
- Langkah ini membuka peluang bagi regenerasi kepelatihan di Afrika, sekaligus ujian bagi konsistensi prestasi Cape Verde.

Pedro "Bubista" Leitão Brito, arsitek di balik debut bersejarah Cape Verde di Piala Dunia 2026, resmi melepas jabatannya sebagai pelatih kepala tim nasional. Pelatih berusia 56 tahun itu memilih tantangan baru di kancah klub Afrika, menandatangani kontrak dua tahun bersama RS Berkane, klub asal Maroko yang tengah menanjak. Keputusan ini tidak hanya mengakhiri era sukses Bubista bersama Blue Sharks, tetapi juga memicu gelombang perombakan kursi pelatih di sejumlah negara Afrika pasca-turnamen empat tahunan tersebut.
Bubista mengambil alih kendali Cape Verde pada Januari 2020, dan dalam kurun waktu enam tahun ia berhasil membawa negara kepulauan itu menembus putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya. Pencapaian itu terasa semakin manis karena mereka mampu melaju hingga babak 32 besar, sebelum akhirnya takluk 3-2 dari Argentina, yang kelak menjadi runner-up, setelah melalui babak perpanjangan waktu. Sebelumnya, pada Piala Afrika 2023, ia juga mengantarkan Cape Verde ke perempat final, sebuah torehan yang melampaui ekspektasi banyak pihak.
Di RS Berkane, Bubista menggantikan Moin Chaabani yang baru saja ditunjuk sebagai pelatih tim nasional Tunisia. Berkane, yang musim lalu finis sebagai runner-up liga utama Maroko, bukanlah klub dengan reputasi besar secara tradisional. Namun, dalam beberapa tahun terakhir mereka menjelma menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan. Klub yang bermarkas di timur laut Kerajaan Maroko ini sukses meraih gelar liga domestik pertama mereka pada musim 2024-25 dan telah mengoleksi tiga trofi Piala Konfederasi CAF, kompetisi antarklub level kedua di Afrika.
Kepindahan Bubista menjadi bagian dari tren yang lebih besar: setidaknya sepuluh dari dua belas wakil Afrika di Piala Dunia 2026 telah atau sedang berganti pelatih. Federasi Sepak Bola Cape Verde, dalam pernyataan resminya, mengapresiasi dedikasi dan profesionalisme Bubista, serta mendoakan kesuksesannya di masa depan. Sementara itu, di tempat lain, Aljazair berpisah dengan Vladimir Petkovic melalui kesepakatan bersama setelah tersingkir di babak 32 besar oleh Swiss. Pantai Gading dan Afrika Selatan juga memilih untuk tidak memperpanjang kontrak Emerse Fae dan Hugo Broos, yang habis pada akhir Juli.
Senegal, yang tersingkir secara dramatis oleh Belgia, telah memecat Pape Thiaw, dan kabarnya Patrick Vieira menjadi kandidat kuat penggantinya. Tunisia, di sisi lain, telah menunjuk Chaabani dengan kontrak empat tahun, menggantikan Herve Renard yang mengambil alih tim di tengah kegagalan di babak grup. Sementara itu, Ghana masih melakukan diskusi internal setelah Carlos Queiroz, yang membawa Black Stars ke babak 32 besar, mengumumkan kepergiannya melalui media sosial.
Bagi Indonesia, dinamika kepelatihan di Afrika ini menawarkan pelajaran berharga. Keberanian federasi-federasi Afrika untuk melakukan perombakan demi mencari hasil jangka panjang, seperti yang dilakukan Tunisia dan Senegal, bisa menjadi cermin bagi pengelolaan tim nasional di Asia Tenggara. Selain itu, kepindahan pelatih seperti Bubista ke klub-klub Afrika menunjukkan bahwa pasar kepelatihan di benua tersebut semakin kompetitif, membuka peluang bagi pelatih-pelatih dari kawasan lain, termasuk Indonesia, untuk menembus pasar tersebut.
Kepergian Bubista meninggalkan tanda tanya besar: akankah Cape Verde mampu mempertahankan performa mereka tanpa arsitek di balik kesuksesan mereka? Atau justru ini menjadi awal dari babak baru yang lebih gemilang, baik bagi sang pelatih maupun bagi tim yang ditinggalkannya? Yang jelas, gelombang perubahan ini akan menjadi ujian bagi stabilitas sepak bola Afrika dalam menghadapi era baru pasca-Piala Dunia.



