Frosinone Naikkan Harga Ghedjemis ke €20 Juta, Rangers dan Celtic Gigit Jari
Baca dalam 60 detik
- Klub promosi Serie A, Frosinone, menolak tawaran Rangers senilai €10 juta untuk winger Fares Ghedjemis, sementara Celtic hanya berani €7 juta.
- Harga jual Ghedjemis melonjak dua kali lipat setelah penampilannya di Piala Dunia dan kontribusinya membawa Frosinone promosi, kini dipatok €15-20 juta.
- Persaingan ketat antara dua raksasa Glasgow diprediksi berlanjut, tetapi Frosinone berada di posisi kuat untuk menahan pemainnya demi mempertahankan performa di Serie A.

Frosinone menegaskan sikapnya di bursa transfer musim panas ini dengan menolak tawaran mahar dari Rangers FC yang mencapai €10 juta untuk winger andalan mereka, Fares Ghedjemis. Langkah ini sekaligus mematahkan harapan Celtic yang sebelumnya hanya mengajukan proposal senilai €7 juta. Dengan harga jual yang kini melonjak ke kisaran €15-20 juta, kedua klub asal Glasgow itu harus berpikir ulang jika masih ingin memboyong pemain internasional Aljazair tersebut.
Keputusan Frosinone untuk mempertahankan Ghedjemis bukan tanpa alasan. Klub yang bermarkas di Stadio Benito Stirpe itu baru saja memastikan promosi ke Serie A setelah musim lalu tampil impresif di Serie B. Ghedjemis menjadi salah satu motor utama kesuksesan tersebut dengan torehan 15 gol dan tiga assist dalam 37 penampilan. Kini, dengan status sebagai tim promosi, Frosinone butuh kekuatan penuh untuk bisa bersaing di kasta tertinggi sepak bola Italia.
Nilai pasar Ghedjemis yang sempat diragukan kini meroket, terutama setelah penampilannya bersama tim nasional Aljazair di ajang Piala Dunia. Performa apiknya di panggung internasional itu membuat banyak klub Eropa melirik, dan Frosinone pun sadar bahwa aset berharganya itu memiliki daya tawar tinggi. Alhasil, tawaran yang masuk, termasuk dari dua klub Skotlandia, dianggap belum cukup untuk melepas pemain berusia 23 tahun tersebut.
Bagi Rangers dan Celtic, kegagalan awal ini menjadi tantangan tersendiri. Kedua klub memang tengah berburu pemain sayap kanan untuk memperkuat lini serang mereka. Namun, dengan harga yang dipatok Frosinone, mereka harus berpikir keras apakah nilai tersebut sepadan dengan potensi yang dimiliki Ghedjemis. Situasi ini juga menjadi ujian bagi ambisi kedua klub di kompetisi domestik dan Eropa musim depan.
Dari perspektif Indonesia, persaingan transfer pemain seperti ini kerap menjadi sorotan karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa berlomba mendapatkan talenta muda dari berbagai negara. Meski tidak ada kaitan langsung dengan sepak bola nasional, dinamika ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia dalam mengelola aset pemain muda. Strategi Frosinone yang berani menahan pemain kunci demi target jangka panjang bisa menjadi contoh bagaimana klub dengan sumber daya terbatas tetap bisa bersaing di level tertinggi.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Rangers atau Celtic akan kembali dengan tawaran yang lebih tinggi, atau justru mengalihkan target ke pemain lain. Frosinone sendiri tampaknya tidak terburu-buru melepas Ghedjemis, dan mereka akan menunggu tawaran yang benar-benar sesuai dengan ekspektasi. Jika tidak ada yang memenuhi, bukan tidak mungkin Ghedjemis akan bertahan dan menjadi andalan di Serie A musim depan. Keputusan ini akan menjadi penentu bagi masa depan sang pemain dan strategi kedua klub Skotlandia di bursa transfer.



