Kiper Sensasi Piala Dunia Vozinha Resmi Gabung Colo-Colo
Baca dalam 60 detik
- Kiper berusia 40 tahun asal Tanjung Verde, Vozinha, dikabarkan telah tiba di Santiago dan akan menandatangani kontrak enam bulan dengan opsi perpanjangan setahun bersama Colo-Colo.
- Kepindahan ini terjadi setelah penampilan gemilangnya di Piala Dunia 2026 yang melambungkan popularitasnya di media sosial, dari 50 ribu menjadi 17,4 juta pengikut Instagram.
- Vozinha diizinkan menggunakan nama panggilannya di jersey meski regulasi Chili melarangnya, setelah klub-klub lain menyetujui permintaan Colo-Colo.

Kiper veteran Tanjung Verde, Vozinha, yang namanya melambung berkat aksi heroiknya di Piala Dunia 2026, telah tiba di Chili untuk bergabung dengan raksasa Liga Chile, Colo-Colo. Kedatangan pemain berusia 40 tahun ini menjadi sorotan media lokal, mengingat statusnya sebagai fenomena media sosial dan andalan tim nasional Afrika tersebut.
Vozinha, yang bernama asli Josimar Jose Evore Dias, dijadwalkan menandatangani kontrak berdurasi enam bulan dengan opsi perpanjangan satu tahun pada Senin (5/8) setelah menjalani tes medis. Pelatih Colo-Colo, Jorge Almirรณn, diperkirakan akan langsung memainkannya pada laga debut melawan O'Higgins pada 16 Agustus mendatang, saat timnya berusaha mempertahankan puncak klasemen Primera Divisiรณn.
Keputusan Colo-Colo merekrut kiper setinggi 188 cm ini tidak lepas dari performa impresifnya di Piala Dunia yang digelar di Amerika Utara. Vozinha menjadi tembok kokoh yang membawa Tanjung Verde lolos dari fase grup untuk pertama kalinya dalam sejarah, bahkan menahan imbang juara bertahan Spanyol dan Uruguay dua kali juara dunia. Meski akhirnya tersingkir di babak 32 besar setelah kalah tipis dari Argentina, penampilannya telah menginspirasi banyak orang, terutama di negara kepulauan berpenduduk sekitar 500 ribu jiwa itu.
Fenomena Vozinha tidak hanya di lapangan. Akun Instagramnya melonjak drastis dari sekitar 50 ribu pengikut menjadi 17,4 juta dalam sepekan setelah laga melawan Spanyol pada Juni lalu. Popularitas ini menjadi daya tarik tersendiri bagi Colo-Colo, klub dengan basis suporter fanatik yang dikenal sebagai 'Los Albos'. Kehadirannya diharapkan tidak hanya memperkuat lini pertahanan, tetapi juga meningkatkan nilai komersial klub di pasar global.
Salah satu kisah menarik di balik kepindahannya adalah perjuangan untuk menggunakan nama panggilan 'Vozinha' di jersey. Regulasi di Chili sebenarnya melarang penggunaan nama panggilan, namun Colo-Colo mendapat izin khusus setelah klub-klub lain menyetujui permintaan tersebut. Nama 'Vozinha' sendiri berarti 'nenek kecil' dalam bahasa Portugis, diberikan oleh anak-anak tetangga saat ia kecil karena sering menangis dan berlari ke rumah neneknya setelah kalah bermain sepak bola jalanan.
Perjalanan karier Vozinha tidaklah mudah. Sebelum bergabung dengan Colo-Colo, ia terakhir bermain untuk Chaves di divisi kedua Portugal. Ia juga pernah merumput di Angola, Siprus, Moldova, dan Slowakia. Pengalaman internasionalnya yang luas diharapkan menjadi aset berharga bagi Colo-Colo yang tengah bersaing ketat di puncak klasemen.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Vozinha menjadi cermin bagaimana kerja keras dan konsistensi dapat membawa pemain dari liga kecil ke panggung dunia. Fenomena ini juga mengingatkan pada perjuangan kiper-kiper Indonesia yang kerap menjadi pahlawan di laga internasional, seperti yang terjadi pada Piala Asia 2023. Kehadiran pemain berlabel Piala Dunia di Liga Chile juga menambah daya tarik kompetisi Amerika Selatan yang selama ini menjadi kiblat sepak bola dunia.
Langkah Colo-Colo merekrut pemain berusia 40 tahun tentu menimbulkan pertanyaan: apakah ini keputusan jangka pendek untuk mengejar gelar, atau investasi untuk membangun citra klub di mata dunia? Dengan kontrak singkat, Vozinha harus segera membuktikan bahwa usia hanyalah angka, dan pengalamannya mampu membawa Colo-Colo meraih trofi. Apakah ia akan menjadi legenda baru di Santiago, atau hanya sekadar fenomena sesaat? Waktu yang akan menjawab.



