Cole Palmer Siap Buktikan Diri: Absen Piala Dunia Jadi Bahan Bakar Musim Depan
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Chelsea, Cole Palmer, mengaku termotivasi untuk tampil lebih garang di Premier League setelah dicoret dari skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026.
- Pelatih baru Chelsea, Xabi Alonso, menilai Palmer akan menjadi pemimpin di lapangan dan menunjukkan mentalitas positif selama pramusim.
- Kedatangan Morgan Rogers dari Manchester City dengan nilai transfer fantastis menambah amunisi lini tengah Chelsea dan mempererat persahabatan lama Palmer.

Gelandang Chelsea, Cole Palmer, mengaku dirinya memiliki motivasi ekstra untuk membuktikan kualitasnya di musim Premier League mendatang. Hal ini tak lepas dari kegagalannya menembus skuad timnas Inggris yang dibawa Thomas Tuchel ke Piala Dunia 2026. Baginya, momen tersebut justru menjadi cambuk untuk tampil lebih tajam dan konsisten bersama The Blues.
Dalam sesi jumpa pers jelang laga persahabatan melawan Tottenham Hotspur di Sydney, Sabtu (31/7), Palmer menegaskan bahwa absennya dari skuad utama bukanlah akhir segalanya. Ia justru melihatnya sebagai tantangan untuk membuktikan bahwa penilaian tersebut keliru. "Secara alami, itu akan memotivasi saya. Ketika seseorang bilang Anda tidak cukup baik, Anda akan berpikir, 'baiklah, saya akan berusaha lebih keras lagi'," ujarnya dengan nada santai namun penuh tekad.
Keputusan Tuchel untuk mencoret Palmer memang sempat mengejutkan banyak pihak, mengingat performa impresifnya bersama Chelsea di paruh kedua musim lalu. Namun, cedera yang sempat menghambat kebugarannya menjadi salah satu pertimbangan utama. Palmer sendiri mengaku tidak terlalu ambil pusing dengan keputusan tersebut, tetapi ia menegaskan bahwa rasa kecewa itu akan disalurkannya menjadi energi positif di lapangan.
Pelatih anyar Chelsea, Xabi Alonso, yang baru mengambil alih kursi kepelatihan, memberikan dukungan penuh kepada Palmer. Alonso menilai Palmer telah kembali dengan mentalitas yang sangat positif dan siap menjadi pemimpin di atas lapangan. "Semakin baik Cole, semakin baik Chelsea. Saya melihat fokus yang luar biasa darinya dalam latihan. Kami terhubung dengan baik, dan saya menyukai kepribadiannya," ujar Alonso seperti dikutip dari laporan media setempat.
Selain fokus pada persiapan musim, Palmer juga tak bisa menyembunyikan kegembiraannya atas kedatangan Morgan Rogers, rekan lamanya di akademi Manchester City. Rogers bergabung dengan Chelsea pekan lalu dengan nilai transfer yang dilaporkan mencapai ยฃ117 juta atau sekitar Rp2,3 triliun. Palmer mengaku sudah mengetahui kabar kepindahan Rogers sebelum publik mengetahuinya, dan ia sangat antusias untuk segera bermain bersama sahabatnya itu.
"Kami adalah dua pemain dengan karakter berbeda. Rogers lebih fisik dan agresif, sedangkan saya lebih suka mengatur permainan dengan umpan-umpan terukur. Saya yakin kami bisa saling melengkapi di lini tengah," jelas Palmer. Keduanya memang dikenal dekat sejak menimba ilmu di akademi City, dan kebersamaan mereka diharapkan mampu menambah kreativitas Chelsea musim ini.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kisah Palmer ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana seorang pemain profesional menghadapi kekecewaan. Di tengah gempuran transfer pemain asing ke liga-liga top Eropa, mentalitas seperti inilah yang kerap menjadi pembeda antara pemain biasa dan pemain kelas dunia. Palmer, yang masih berusia 24 tahun, memiliki waktu panjang untuk mengukir namanya di panggung internasional.
Musim depan, Chelsea di bawah arahan Alonso diprediksi akan tampil lebih menyerang dengan duet Palmer dan Rogers di lini tengah. Pertanyaannya, akankah kegagalan di Piala Dunia menjadi titik balik bagi Palmer untuk bersinar lebih terang? Atau justru tekanan ekspektasi yang akan membebani langkahnya? Semua akan terjawab saat kompetisi resmi dimulai.



