Union Berlin Pinjam Emmanuel Latte Lath dari Atlanta United: Amunisi Baru Lini Serang Jelang Musim Bundesliga
Baca dalam 60 detik
- Union Berlin resmi mengamankan jasa penyerang Pantai Gading Emmanuel Latte Lath dari Atlanta United dengan status pinjaman selama satu musim.
- Latte Lath membawa rekam jejak produktif di berbagai liga Eropa, termasuk 29 gol bersama Middlesbrough, dan diharapkan langsung menambah daya gedor tim.
- Kedatangan pemain berusia 27 tahun ini menjadi sinyal ambisi Union Berlin untuk bersaing di papan tengah Bundesliga pada musim 2025/26.

Union Berlin resmi mendatangkan penyerang asal Pantai Gading, Emmanuel Latte Lath, dengan status pinjaman selama satu musim dari klub Major League Soccer (MLS), Atlanta United. Langkah ini diambil untuk memperkuat lini serang menjelang musim Bundesliga 2025/26 yang akan segera bergulir.
Latte Lath, yang kini berusia 27 tahun, bukanlah nama asing di pentas sepak bola Eropa. Ia mengawali karier di akademi Atalanta sebelum mencuri perhatian bersama St. Gallen di Liga Swiss pada musim 2022/23. Dalam 31 penampilan, ia mencetak 14 gol dan empat assist, sebuah performa yang mengantarnya pindah ke Middlesbrough di Championship Inggris. Di sana, ia tampil impresif dengan torehan 29 gol dalam 67 pertandingan kompetitif, termasuk 16 gol di musim debutnya.
Perjalanan kariernya berlanjut ke Amerika Serikat pada awal 2025 ketika ia bergabung dengan Atlanta United. Meski baru setengah musim, ia mencatatkan 15 kontribusi gol dalam 48 penampilan. Direktur olahraga Union Berlin, Horst Heldt, menilai pengalaman lintas negara tersebut sebagai bukti kualitas dan adaptabilitas Latte Lath. "Dia bekerja keras dan membuktikan diri di berbagai liga. Kecepatan, mentalitas, dan naluri golnya sesuai dengan profil yang kami cari," ujar Heldt.
Bagi Latte Lath, kepindahan ini adalah kesempatan emas untuk menguji kemampuan di salah satu liga terbaik Eropa. "Pembicaraan dengan Union berjalan positif sejak awal. Saya sudah merasakan atmosfer Alte Försterei. Bundesliga adalah tantangan besar yang saya nantikan," katanya. Ia pun siap memberikan kontribusi maksimal bagi tim.
Kedatangan Latte Lath menjadi bagian dari strategi Union Berlin yang tengah membangun skuad kompetitif. Klub asal ibu kota Jerman itu akan memulai musim kedelapan berturut-turut di kasta tertinggi dengan menjamu Eintracht Frankfurt pada 29 Agustus. Laga tersebut berpotensi menjadi debut Latte Lath di Bundesliga.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan transfer ini menarik untuk dicermati. Latte Lath adalah contoh pemain yang berani menempuh jalur karier non-linear—dari Italia, Swiss, Inggris, Amerika, kini Jerman. Pola seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi pemain Asia Tenggara yang ingin menembus liga top Eropa, mengingat Bundesliga semakin terbuka terhadap pemain dari berbagai latar belakang.
Dengan tambahan amunisi baru, Union Berlin berharap dapat memperbaiki posisi mereka di klasemen musim lalu. Pertanyaan besarnya, akankah Latte Lath mampu beradaptasi cepat dengan intensitas Bundesliga dan menjadi mesin gol yang diharapkan? Jawabannya akan mulai terlihat saat laga perdana melawan Eintracht Frankfurt akhir bulan ini.



