Roma Lepas Angelino ke Deportivo La Coruna: Pinjaman dengan Opsi Beli €2,5 Juta
Baca dalam 60 detik
- Bek kiri asal Spanyol, Angelino, resmi dipinjamkan ke Deportivo La Coruna hingga akhir musim dengan opsi pembelian senilai €2,5 juta.
- Kepindahan ini terjadi setelah Angelino kesulitan tampil reguler di Roma akibat penyakit bronkitis asma yang dideritanya sejak Oktober 2025.
- Langkah ini membuka peluang bagi Angelino untuk kembali menemukan performa terbaiknya, sekaligus menjadi sorotan bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, yang kerap memantau pemain Eropa.

AS Roma resmi melepas bek kiri Angelino ke Deportivo La Coruna dengan skema pinjaman hingga akhir musim, disertai opsi pembelian yang dilaporkan mencapai €2,5 juta. Keputusan ini diumumkan setelah pemain berusia 29 tahun itu menjalani tes medis pada hari yang sama, menandai akhir dari masa sulitnya di ibu kota Italia.
Angelino, yang sebelumnya memperkuat Roma sejak Januari 2024, gagal mendapatkan tempat di skema permainan pelatih Gian Piero Gasperini. Musim lalu, ia hanya tampil dalam sembilan pertandingan kompetitif, jauh dari ekspektasi setelah ia ditebus permanen dari RB Leipzig dengan nilai €5,4 juta pada pertengahan 2024. Penyebab utamanya adalah masalah kesehatan serius: bronkitis asma yang dideritanya sejak Oktober 2025, yang memengaruhi pernapasan dan membuatnya sulit berlatih secara konsisten.
Kepindahan ini menjadi angin segar bagi Deportivo La Coruna yang tengah berjuang di kompetisi domestik Spanyol. Dengan pengalaman Angelino di pentas Eropa, termasuk bersama RB Leipzig dan Manchester City, klub asal Galicia itu berharap dapat memanfaatkan kualitasnya untuk memperkuat lini pertahanan. Menurut laporan Sky Sport Italia, pinjaman ini tidak melibatkan biaya, tetapi opsi pembeliannya ditetapkan sebesar €2,5 juta—angka yang relatif terjangkau bagi klub sekelas Deportivo.
Bagi Roma, langkah ini merupakan bagian dari strategi perampingan skuad dan pengurangan beban gaji. Angelino, yang sempat mencetak empat gol dalam 80 penampilan kompetitif bersama Giallorossi, kini harus membuktikan kembali kemampuannya di lingkungan baru. Situasi ini juga menjadi pelajaran penting bagi klub-klub di Indonesia yang kerap memantau pergerakan pemain Eropa: bahwa faktor kesehatan dan kesesuaian taktik sangat menentukan karier seorang pesepak bola, bahkan bagi pemain sekaliber Angelino.
Konteks Indonesia: Meski tidak terlibat langsung, perpindahan ini menarik perhatian penggemar sepak bola Tanah Air yang kerap mengikuti perkembangan pemain di liga Eropa. Selain itu, kasus Angelino menjadi pengingat betapa pentingnya manajemen kesehatan atlet, terutama bagi klub-klub Indonesia yang mulai serius menangani aspek medis pemain. Dengan semakin profesionalnya Liga 1, penanganan kondisi seperti asma bronkitis harus menjadi prioritas agar performa pemain tetap optimal.
Ke depan, tantangan terbesar Angelino adalah memulihkan kebugarannya dan beradaptasi dengan gaya bermain Deportivo. Jika berhasil, bukan tidak mungkin ia kembali menjadi incaran klub-klub besar Eropa. Namun, jika gagal, opsi pembelian bisa saja tidak diaktifkan, dan ia harus mencari pelabuhan baru. Pertanyaannya: mampukah Angelino bangkit dari keterpurukan dan membuktikan bahwa ia masih layak diperhitungkan di panggung sepak bola Eropa?



