Piala ASEAN FIFA Resmi Bergulir: Singapura Satu Grup dengan Indonesia dan Malaysia
Baca dalam 60 detik
- Turnamen internasional baru hasil kerja sama FIFA dan ASEAN akan digelar pada 24 September hingga 3 Oktober 2025, diikuti 14 tim dalam dua divisi.
- Singapura tergabung di Grup A Divisi Premier bersama Indonesia, Malaysia, dan India, dengan seluruh pertandingan grup digelar di Indonesia.
- Kehadiran turnamen ini diyakini mampu memperkaya kalender sepak bola Asia Tenggara sekaligus memberi kesempatan bagi tim-tim regional untuk mengukur kemampuan.

FIFA dan ASEAN resmi meluncurkan turnamen sepak bola regional bertajuk FIFA ASEAN Cup yang akan dimulai pada akhir September tahun ini. Singapura, sebagai salah satu peserta, langsung dihadapkan pada lawan-lawan berat di babak penyisihan grup, termasuk Indonesia, Malaysia, dan India.
Turnamen yang digelar di bawah naungan FIFA ini merupakan hasil penandatanganan nota kesepahaman antara Presiden FIFA Gianni Infantino dan Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn pada Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur tahun lalu. Inisiatif ini bertujuan mempercepat pengembangan sepak bola di kawasan melalui kompetisi berstruktur dan berkalender resmi FIFA.
Dalam edisi perdananya, FIFA ASEAN Cup membagi 14 peserta ke dalam dua divisi: Premier Division (Divisi 1) dan Challenge Division (Divisi 2). Divisi Premier terdiri dari dua grup berisi empat tim. Grup A dihuni Singapura, Indonesia, Malaysia, dan India, sementara Grup B diisi Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan. Seluruh pertandingan Grup A akan berlangsung di Indonesia pada 24 September hingga 3 Oktober 2025, bertepatan dengan jendela internasional FIFA.
Adapun Challenge Division memuat enam tim yang terbagi dalam dua grup. Grup A beranggotakan Hong Kong, Myanmar, dan Brunei, sedangkan Grup B dihuni Kamboja, Laos, dan Timor Leste. Pertandingan divisi ini dipusatkan di Hong Kong. Setelah babak grup dengan sistem round-robin tunggal, juara masing-masing grup di tiap divisi akan melaju ke final divisi.
Kehadiran turnamen ini tak serta-merta menggantikan Piala AFF yang sudah mapan. AFF Hyundai Cup masih tetap berjalan sebagai kompetisi tradisional kawasan. Namun, FIFA ASEAN Cup diharapkan menjadi ajang tambahan yang memberikan lebih banyak kesempatan bagi tim-tim Asia Tenggara untuk beruji tanding di level internasional dengan lawan dari luar kawasan, seperti India dan Pakistan.
Bagi Indonesia, menjadi tuan rumah grup sekaligus menghadapi rival lama seperti Singapura dan Malaysia menjadi momentum strategis. Selain menguji kekuatan tim Garuda di bawah asuhan pelatih anyar, turnamen ini bisa menjadi ajang pembuktian sepak bola Indonesia di pentas regional. Ketiga lawan Indonesia di Grup A dikenal memiliki sejarah persaingan panjang, terutama dengan Malaysia dan Singapura.
Sekretaris Jenderal FAS Badri Ghent menyambut positif partisipasi timnya. Menurutnya, turnamen seperti ini berkontribusi pada perkembangan sepak bola Singapura secara luas, menginspirasi generasi muda, dan mempererat hubungan masyarakat dengan tim nasional. Pelatih kepala Singapura Gavin Lee menambahkan bahwa kompetisi ini menjadi ujian berarti untuk mengukur sejauh mana perkembangan timnya. โKami telah membuat kemajuan, tapi masih panjang perjalanan. Setiap jendela internasional adalah kesempatan untuk menaikkan standar,โ ujarnya.
Ke depan, penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup diharapkan tidak hanya menjadi ajang satu kali. Dengan dukungan penuh FIFA, turnamen ini berpotensi menjadi agenda rutin yang semakin meningkatkan kualitas sepak bola Asia Tenggara. Pertanyaannya, mampukah tim-tim seperti Indonesia dan Singapura memanfaatkan panggung ini untuk bersaing di level yang lebih tinggi?



