Ellie Goulding Rilis Album "I Know Too Much": Kisah Cinta Baru di Tengah Luka Lama
Baca dalam 60 detik
- Pelantun Love Me Like You Do itu menulis lagu berjudul 4 Seasons yang terinspirasi dari liburan romantis mereka di Hotel Four Seasons, Firenze.
- Dalam liriknya, ia dengan terus terang menyanyikan keraguan sekaligus kegembiraan saat jatuh cinta lagi: "Daydreaming, faint feelings, f*** around at the Four Seasons.
- I think that I might be falling in love." Album I Know Too Much merupakan rekaman yang lahir dari masa sulit setelah perceraiannya dengan Caspar Jopling, ayah dari putranya Arthur.

Ellie Goulding mengonfirmasi bahwa album studio terbarunya, I Know Too Much, akan memuat lagu yang secara gamblang mengungkapkan perasaannya terhadap pasangan terbaru, Beau Minniear—sebuah babak baru setelah perceraiannya pada 2024.
Pelantun Love Me Like You Do itu menulis lagu berjudul 4 Seasons yang terinspirasi dari liburan romantis mereka di Hotel Four Seasons, Firenze. Dalam liriknya, ia dengan terus terang menyanyikan keraguan sekaligus kegembiraan saat jatuh cinta lagi: "Daydreaming, faint feelings, f*** around at the Four Seasons. I think that I might be falling in love."
Album I Know Too Much merupakan rekaman yang lahir dari masa sulit setelah perceraiannya dengan Caspar Jopling, ayah dari putranya Arthur. Namun, Goulding menegaskan bahwa album ini tidak sengaja dirancang sebagai "album perceraian". Dalam wawancara dengan Nylon, ia mengaku proses penulisan lagu justru mengalir secara alami—dari amarah, sinisme, kelucuan, hingga akhirnya kegembiraan bertemu pasangan baru.
Bagi penggemar di Indonesia, perjalanan emosional Ellie Goulding ini mungkin terasa akrab. Banyak pendengar tanah air yang mengikuti kariernya sejak debut Lights dan merasakan kedekatan dengan lirik-liriknya yang jujur. Album seperti I Know Too Much menjadi cermin bagaimana seorang seniman mengelola patah hati, sekaligus menemukan kembali keberanian untuk mencintai. Tren album "post-divorce" atau "comeback" sering kali mendapat sambutan hangat di pasar musik digital Indonesia, yang mayoritas diakses melalui platform streaming.
Goulding menggambarkan bahwa lagu-lagu di album ini bergerak dari gelap dan marah, lalu sinis, kemudian lucu, dan akhirnya sampai pada titik cerah setelah bertemu Minniear. "Lucu sekali bagaimana proses selama bertahun-tahun sangat mencerminkan perasaanku saat itu. Lagu-laguku berubah dari sangat gelap dan marah, menjadi sinis, lalu lucu, dan akhirnya aku sampai di sisi lain, bertemu dengan pria baru dan merasa bersemangat," ungkapnya.
"Aku tidak pernah berniat membuat album perceraian, tapi itulah arah yang mulai diambil. Ketika menikah dengan mantan suamiku, aku pikir itu untuk selamanya. Itu tidak akan pernah hilang, dan akan selalu bersamaku. Ada lagu-lagu yang penting untuk mengakui masa itu dan menghormatinya. Tapi ada juga lagu yang sangat reaktif dan sedih—terasa baik saat dibuat, namun tidak berguna dalam jangka panjang." — Ellie Goulding, dikutip dari Nylon.
Dengan perilisan yang tinggal beberapa bulan lagi, pertanyaan besarnya adalah: akankah I Know Too Much mampu menyamai kesuksesan album-album sebelumnya seperti Delirium atau Brightest Blue? Apakah pendengar siap menerima sisi paling blak-blakan dari Ellie Goulding? Atau justru kejujuran inilah yang akan membuat album ini menjadi karya paling berkesan dalam diskografinya?



